BPBD Kabupaten Sukabumi Uji Aktivasi Sirine Peringatan Dini Tsunami Terkendala Jaringan

Tower pengetesan aktivasi sirine peringatan dini tsunami pada Senin (26/10/26).[Foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) melaksanakan pengetesan aktivasi sirine peringatan dini tsunami pada Senin (26/10/2026).

 

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan dan fungsi perangkat peringatan dini tsunami di sejumlah titik pemantauan di wilayah Kabupaten Sukabumi. Pengujian tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kinerja peralatan agar dapat berfungsi optimal ketika terjadi potensi bencana tsunami.

 

Pengetesan dipusatkan di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi dengan pemantauan terhadap satu ruang utama aktivasi dan lima site yang menjadi bagian dari sistem peringatan dini.

Baca juga:  Kecelakaan Renggut 3 Nyawa di Sukabumi, Ini Pengakuan Sementara Pengemudi Xpander

 

Koordinator Lapangan Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menjelaskan bahwa hasil pengujian menunjukkan beberapa perangkat telah berfungsi dengan baik. Namun, masih ditemukan kendala pada sejumlah site yang disebabkan oleh gangguan jaringan.

 

“Berdasarkan hasil pengetesan, ruang utama aktivasi di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi berfungsi dengan baik. Sementara itu, perangkat di Kelurahan Palabuhanratu dan Desa Loji, Kecamatan Simpenan, juga berfungsi dengan baik dan sirine dapat berbunyi tanpa kendala,” ujarnya.

 

Di sisi lain, tiga site, yakni SDKP, Balawista, dan Geopark, belum berfungsi optimal karena mengalami kendala jaringan.

 

Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam evaluasi sistem peringatan dini tsunami, mengingat keandalan perangkat dan jaringan komunikasi memiliki peran penting dalam mendukung penyampaian peringatan kepada masyarakat saat menghadapi ancaman bencana.

Baca juga:  Diskopdagin Pastikan Harga Bapokting di 12 Titik Pasar di Kabupaten Sukabumi Masih Stabil

 

Menurut Daeng Sutisna, hasil pengetesan ini menjadi bahan evaluasi bagi BPBD untuk mengetahui kondisi aktual perangkat di lapangan, sekaligus mengidentifikasi kendala teknis yang perlu ditindaklanjuti.

 

Perlu Evaluasi dan Tindak Lanjut

 

Berdasarkan hasil pemantauan, dari lima site yang diuji, dua site berfungsi dengan baik, sedangkan tiga site lainnya mengalami kendala jaringan. Adapun ruang utama aktivasi di kantor BPBD Kabupaten Sukabumi dilaporkan berfungsi dengan baik.

Baca juga:  Forkopimcam Sagaranten Monitoring Lokasi Diduga Tambang Liar di Sungai Cikaso

 

Hasil pengujian ini diharapkan menjadi dasar untuk melakukan koordinasi dan penanganan terhadap kendala jaringan pada site yang belum berfungsi, sehingga sistem peringatan dini tsunami dapat bekerja lebih optimal.

 

Kesiapan perangkat peringatan dini menjadi salah satu aspek penting dalam upaya mitigasi bencana, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi yang memiliki potensi ancaman tsunami.

 

Melalui pengujian dan evaluasi secara berkala, BPBD Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat memastikan sistem peringatan dini berfungsi secara andal guna mendukung keselamatan masyarakat ketika terjadi situasi darurat.

Sumber : BPBD Kab. Sukabumi

Pos terkait