Tinjau TMMD ke-130 di Mekarjaya, Tim Wasev Itjenad Tekankan Kualitas Pembangunan

Tim Masev saat meninjau lokasi pembangunan sumur Bor di lokasi TMMD ke-130 di Desa Mekarjaya Ciemas.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan perkembangan. Hingga peninjauan pada Sabtu (24/10/2026), capaian sasaran fisik dilaporkan telah mencapai sekitar 85 persen.

 

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Inspektorat Jenderal TNI Angkatan Darat (Itjenad), Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono, turun langsung meninjau sejumlah lokasi pembangunan di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

 

Kunjungan tersebut didampingi Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi sekaligus Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Agung Ariwibowo, S.Hub.Int. Rombongan disambut di Posko TMMD Kampung Cikole bersama unsur Forkopimda, Forkopimcam Ciemas, jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, pemerintah desa, serta elemen masyarakat.

 

Kegiatan pengawasan ini menjadi bagian penting untuk mengevaluasi kemajuan pekerjaan, memastikan kesesuaian pelaksanaan dengan perencanaan, sekaligus menjaga kualitas hasil pembangunan agar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

 

Dalam paparannya, Letkol Inf Agung Ariwibowo menjelaskan bahwa program TMMD ke-130 telah diawali dengan kegiatan Pra-TMMD pada 20 September hingga 11 Oktober 2026, sebelum resmi dibuka pada 13 Oktober 2026.

 

Berbagai sasaran fisik dikerjakan melalui kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Salah satu pekerjaan utama ialah pengaspalan jalan penghubung Kampung Cikole menuju Kampung Bojonggadog sepanjang 2.200 meter dengan lebar 2,5 meter.

Baca juga:  Jelang Akhir Tahun, Perhutani KPH Sukabumi Terus Perkuat Langkah Mitigasi Bencana Alam

 

Hingga saat ini, pembangunan jalan tersebut telah mencapai progres 80 persen. Kehadiran akses jalan yang lebih baik diharapkan dapat mendukung mobilitas warga, memperlancar aktivitas perekonomian, serta memudahkan masyarakat menjangkau fasilitas pelayanan publik.

 

Selain infrastruktur jalan, TMMD ke-130 juga mencakup rehabilitasi posyandu, pembangunan lima titik sumur bor, pembangunan tiga unit MCK, rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (Rutilahu), rehabilitasi jembatan, perbaikan sarana ibadah, penghijauan, serta pengembangan ketahanan pangan.

 

Dari sejumlah sasaran tersebut, satu titik sumur bor telah rampung 100 persen, sementara empat titik lainnya mencapai progres 40 persen. Pembangunan MCK telah mencapai 70 persen, sedangkan rehabilitasi lima unit Rutilahu berada pada progres 80 persen.

 

Adapun rehabilitasi jembatan dan program ketahanan pangan pada lahan seluas satu hektare dilaporkan telah selesai sepenuhnya.

 

Di luar pembangunan fisik, Satgas TMMD juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik berupa penyuluhan keagamaan, kesehatan, pertanian, peternakan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta wawasan kebangsaan.

 

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian serta kesejahteraan warga.

Baca juga:  Jumat Sehat dan Bersih di KUA Ciracap, Bangun Semangat Kerja Lewat Kebersamaan

 

Berdasarkan laporan perkembangan yang disampaikan, capaian sasaran nonfisik saat ini mencapai sekitar 50 persen.

 

Dalam arahannya, Kolonel Inf Mochamad Andi Prihantono mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, jajaran TNI-Polri, instansi terkait, serta masyarakat yang turut berpartisipasi dalam pelaksanaan program TMMD.

 

Ia menegaskan, TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang mengedepankan kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

 

Menurutnya, keberhasilan program tidak cukup diukur dari kecepatan penyelesaian pekerjaan, tetapi juga harus memperhatikan mutu pembangunan, ketepatan sasaran, dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

 

“Laksanakan seluruh program sesuai dengan rencana dan ketentuan. Utamakan kualitas hasil pekerjaan, tingkatkan koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak yang terlibat, serta optimalkan kegiatan nonfisik. Jadikan setiap temuan Tim Wasev sebagai bahan evaluasi dan perbaikan,” tegasnya.

 

Usai menerima paparan, Tim Wasev bersama Dansatgas TMMD melanjutkan peninjauan ke sejumlah titik pembangunan di Desa Mekarjaya.

 

Lokasi yang dikunjungi meliputi rehabilitasi posyandu di Kampung Sukadamai, pembangunan sumur bor di Kampung Cikiara, rehabilitasi masjid, pengaspalan jalan Cikole–Bojonggadog, rehabilitasi Rutilahu milik Herlan di Kampung Sukadamai, serta pembangunan sumur bor di Kampung Sukasirna.

Baca juga:  Bantu Korban Bencana, Asep Hidayat Salurkan Pakaian Layak Pakai yang Manusiawi

 

Peninjauan langsung tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan pekerjaan di lapangan sesuai dengan laporan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu mendapat perhatian agar seluruh sasaran dapat diselesaikan secara optimal.

 

Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi mendapat dukungan anggaran hibah dari APBD Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebesar Rp1 miliar dan dukungan anggaran TNI AD sebesar Rp338,3 juta.

 

Dengan dukungan anggaran tersebut, sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan dan memastikan setiap program terlaksana secara efektif.

 

Melalui TMMD ke-130, pembangunan di Desa Mekarjaya diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kemandirian masyarakat, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Program ini sekaligus menjadi upaya bersama untuk menghadirkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat pedesaan, mulai dari akses jalan, ketersediaan air bersih, fasilitas kesehatan, hingga hunian yang lebih layak.

 

Seluruh rangkaian kunjungan kerja dan pengawasan Tim Wasev Itjenad di wilayah TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi berlangsung aman, tertib, dan lancar.Naskah ini menggunakan gaya berita media daring dengan fokus pada progres pembangunan, evaluasi kualitas pekerjaan, dan dampak TMMD bagi masyarakat Desa Mekarjaya.

 

Pos terkait