LINGKARPENA.ID | Upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat terus dilakukan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Tak hanya menyasar pembangunan infrastruktur, program tersebut juga mendorong pemberdayaan petani melalui edukasi pertanian dan pemanfaatan lahan agar lebih produktif.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penyuluhan pertanian serta fasilitasi 1.280 bibit tanaman oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi untuk tiga kelompok tani di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Mekarjaya Wida Yunita, Kepala UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon Yayat Sudrajat, S.P., serta Penyuluh Pertanian Madya KJF KTK CWS Kabupaten Sukabumi dari BPPSDMP Kementerian Pertanian RI, Aang Eso Suwarso, S.Pi.
Dalam penyuluhan tersebut, Aang menegaskan bahwa kemandirian pangan harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengoptimalkan potensi pertanian di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sektor pangan memiliki peran penting bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, melainkan juga menjaga kesehatan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Ia menyebutkan, Indonesia memiliki beragam potensi komoditas pangan, mulai dari padi, jagung, singkong, ubi-ubian, sayuran, buah-buahan hingga tanaman rempah. Apabila dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat menjadi sumber pemenuhan kebutuhan pangan sekaligus peluang usaha bagi masyarakat pedesaan.
Namun demikian, pengembangan pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya keterbatasan lahan, modal usaha, dan akses terhadap sarana produksi. Persoalan tersebut turut menjadi bahan diskusi dalam kegiatan penyuluhan bersama para petani.
Aang menjelaskan, pemerintah memiliki berbagai program dukungan bagi petani, termasuk fasilitasi benih tanaman pangan dan akses terhadap pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, ia mendorong petani untuk aktif mengembangkan usaha tani dan bergabung dalam kelompok tani agar lebih mudah memperoleh informasi serta mengakses program bantuan pemerintah.
“Pemerintah menyiapkan benih untuk para petani, baik padi, jagung, maupun tanaman pangan lainnya. Yang terpenting, petani memiliki kemauan untuk mengembangkan pertanian dan tergabung dalam kelompok tani,” ujar Aang.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan TMMD yang dinilai mampu menjadi pendorong semangat masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian. Menurutnya, kehadiran Satgas TMMD dapat membantu menggerakkan warga agar lebih produktif dalam mengelola lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan adanya TMMD ini, TNI bisa menggerakkan para petani untuk lebih berkarya dan bersemangat menghasilkan pangan. Masih terdapat lahan yang berpotensi untuk diolah menjadi lahan produktif,” ungkapnya.
Dinas Pertanian Dukung Tiga Kelompok Tani
Dukungan terhadap pengembangan pertanian di Desa Mekarjaya diwujudkan melalui fasilitasi bantuan 1.280 bibit tanaman yang diperuntukkan bagi tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Mandiri, Kelompok Tani Mulya Tani, dan Kelompok Tani Bany Mulya.
Bantuan tersebut terdiri atas sepuluh jenis tanaman yang mencakup komoditas hortikultura, rempah-rempah, serta tanaman buah. Rinciannya meliputi 200 batang bawang daun, 200 batang cabai, 20 pohon durian, 200 batang jahe, 20 pohon jeruk santang, 200 batang kunyit, 20 pohon lengkeng, 20 pohon mangga, 200 batang terong ungu, dan 200 batang tomat.
Keberagaman jenis tanaman tersebut diharapkan dapat mendorong petani mengembangkan usaha budidaya sesuai potensi lahan dan kebutuhan masyarakat. Selain menunjang ketersediaan pangan keluarga, hasil pertanian juga berpeluang menjadi sumber tambahan pendapatan apabila dikelola secara berkelanjutan.
Aang menambahkan, program TMMD dapat menjadi sarana untuk memperluas penyampaian informasi mengenai kebijakan dan bantuan pemerintah di bidang pertanian kepada masyarakat, terutama warga yang tinggal di wilayah pedesaan.
“Dengan adanya TMMD, program-program pemerintah di bidang pertanian dapat turut disampaikan kepada masyarakat melalui Satgas TMMD, sehingga para petani mengetahui peluang bantuan dan dukungan yang bisa mereka manfaatkan,” katanya.
Kolaborasi antara TNI, Dinas Pertanian, pemerintah desa, penyuluh, dan kelompok tani menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong keberhasilan pengembangan pertanian di daerah. Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan, tetapi berlanjut melalui pemeliharaan tanaman, pendampingan budidaya, dan pemanfaatan hasil panen secara optimal.
Melalui TMMD ke-130 Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, masyarakat Desa Mekarjaya diharapkan semakin termotivasi untuk mengolah lahan secara produktif, meningkatkan hasil pertanian, dan memperkuat ketahanan pangan dari tingkat desa.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan peningkatan akses infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri. Dengan demikian, pembangunan yang dilakukan diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi kesejahteraan petani dan masyarakat secara luas.






