LINGKARPENA.ID | Suasana yang masih menyelimuti libur lebaran idulfitri 1447 H berubah menjadi kepanikan warga. Siang tadi di Kampung Cibungur, Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi mendadak berubah mencekam saat kobaran api melahap bangunan sekolah TK Tunas Karya, Senin (23/3/2026).
Dari bangunan Sekolah TK Kepulan asap tebal membumbung tinggi. Hal itu sempat membuat warga sekitar panik. Mereka berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 13.58 WIB. Tak berselang lama, dua tim dari Pos Sektor Cibadak dan Pos Sektor Cikembar langsung meluncur ke lokasi. Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 14.18 WIB, petugas tiba dan segera melakukan upaya pemadaman.
Bangunan sekolah berukuran sekitar 20 x 6 meter itu tak mampu diselamatkan sepenuhnya. Api dengan cepat merambat dan menghanguskan sebagian besar bagian bangunan, termasuk berbagai fasilitas pendidikan dan permainan anak.
Wadanton Pos Damkar 5 Cibadak, Heri, mengungkapkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Ia menyebutkan, api melalap hampir seluruh bagian sekolah.
“Yang terbakar sekolah PAUD Tunas Karya, diduga akibat korsleting listrik. Luas bangunan sekitar 20 x 6 meter, dan sekitar 80 sampai 90 persen bangunan hangus terbakar,” ujar Heri.
Selain bangunan, sejumlah sarana penunjang pendidikan turut musnah dilalap api. Peralatan bermain anak seperti perosotan, hingga perangkat elektronik berupa monitor dan televisi ukuran 40 inci tak terselamatkan. Kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta.
Dalam penanganan kejadian ini, sebanyak sembilan personel diterjunkan dari dua posko, yakni Pos Damkar 5 Cibadak dan Pos Damkar 8 Cikembar yang diperbantukan (BKO). Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara waktu, menunggu proses pemulihan dan perbaikan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. (adv).






