Bappelitbangda Sukabumi Tampilkan Inovasi “Ketupat Lebaran” di Kompetisi Inovasi Jawa Barat 2025

FOTO: Bersama Sekda, Bappelitbangda, kembali unjuk prestasi dengan menampilkan inovasi unggulan dalam ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2025.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi, melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), kembali unjuk prestasi dengan menampilkan inovasi unggulan dalam ajang Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) Tahun 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Pustaloka 1 Lantai 4, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat, Bandung, pada Rabu (22/10/2025).

Turut hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, SH., MM., bersama Kepala Bappelitbangda, Ir. Toha Wildan Athoilah, MT., yang sekaligus menjadi koordinator pengembangan inovasi daerah.

Baca juga:  Bappelitbangda Sukabumi Bersama Peneliti dari Universitas Ternama di Indonesia Gelar Diskusi

Pada ajang tersebut, Kabupaten Sukabumi mempresentasikan inovasi bertajuk “Ketupat Lebaran” (Kegunaan Kartu Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah), hasil gagasan Puskesmas Girijaya Kecamatan Ciemas. Program ini dirancang untuk meningkatkan kedisiplinan remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya pencegahan anemia dan peningkatan kesehatan remaja.

Menurut Ir. Toha Wildan Athoilah, inovasi tersebut merupakan bentuk sinergi berbagai sektor dalam mewujudkan masyarakat Sukabumi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Baca juga:  H. Aep Majmudin, S.E., M.M., Raih Satyalancana Karya Satya XX Tahun

“Ketupat Lebaran adalah contoh bagaimana ide sederhana dapat memberikan dampak besar. Melalui kartu pemantauan ini, remaja putri didorong untuk lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri melalui konsumsi tablet tambah darah secara teratur,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Bappelitbangda Kabupaten Sukabumi terus berkomitmen mengembangkan ekosistem inovasi di seluruh perangkat daerah.

“Kami terus memperkuat sistem pembinaan agar muncul lebih banyak inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Program Ketupat Lebaran ini merupakan hasil kolaborasi efektif antara petugas kesehatan, pemerintah, dan masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga:  Bappelitbangda Sukabumi Terima Kunjungan Kemenko PMK, Bahas Indeks Modal Manusia

Dengan keberhasilan Puskesmas Girijaya mencapai 100 persen cakupan pemberian TTD kepada remaja putri, Toha optimistis inovasi tersebut dapat menjadi kebanggaan Sukabumi di tingkat provinsi.

Bappelitbangda berharap, Ketupat Lebaran tidak hanya meraih prestasi di ajang KIJB 2025, tetapi juga menjadi model inovasi kesehatan yang bisa direplikasi di berbagai wilayah lain, baik di Kabupaten Sukabumi maupun daerah lain di Jawa Barat.

Pos terkait