LINGKARPENA.ID | Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menegaskan pencak silat memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar cabang olahraga bela diri. Pencak silat dinilainya sebagai warisan budaya tak benda yang sarat nilai sejarah, seni, pendidikan, hingga persaudaraan.
Hal itu disampaikan Budi saat menghadiri Festival Pencak Silat Bupati Cup III Tahun 2025 yang digelar di GOR Venue Tinju Palabuhanratu, Rabu (17/12/2025). Kegiatan tersebut diikuti ratusan atlet pelajar dari puluhan paguron yang ada di Kabupaten Sukabumi.
Menurut Budi, penyelenggaraan festival ini menjadi bukti nyata kepedulian bersama dalam menjaga eksistensi pencak silat agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
“Melalui event seperti ini, kesinambungan tradisi pencak silat tetap terjaga, sekaligus melahirkan prestasi atlet-atlet daerah,” kata Budi.
Ia menilai pencak silat memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai disiplin, sportivitas, serta persaudaraan yang terkandung dalam pencak silat dinilai efektif sebagai benteng moral untuk mencegah perilaku negatif remaja.
Selain sebagai warisan budaya, Budi juga menyoroti pencak silat sebagai ikon prestasi Kabupaten Sukabumi yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat daerah hingga internasional.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan kebijakan yang kuat agar pencak silat terus berkembang dan berdaya saing.
Sebagai Ketua DPRD sekaligus Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sukabumi, Budi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Kami siap mendorong pencak silat menjadi cabang olahraga prioritas dan masuk dalam Desain Olahraga Daerah Kabupaten Sukabumi, supaya pembinaannya lebih terarah dan berkesinambungan,” tegasnya.
Melalui Festival Pencak Silat Bupati Cup III ini, Budi berharap lahir pesilat-pesilat unggul yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga mampu menjaga dan mewariskan nilai luhur pencak silat sebagai identitas budaya Kabupaten Sukabumi.






