DPPKB Sukabumi Perkuat Komitmen Penurunan Stunting Melalui Verifikasi Lapangan Tingkat Nasional

FOTO: Tim DPPKB Kabupaten Sukabumi saat berpotobersama usai kegiatan di lapangan.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen yang kuat dalam upaya percepatan penurunan angka stunting di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Hal ini terlihat dari kehadiran Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, dalam kegiatan Verifikasi Lapangan Tingkat Nasional, Desa berkinerja Baik dalam Pelaksanaan Konvergensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahun 2025.

Acara penting ini menjadi sorotan utama dalam agenda pembangunan kesehatan di Sukabumi, menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan gizi kronis yang masih menjadi tantangan nasional.

Kegiatan verifikasi lapangan yang strategis ini tidak hanya dihadiri oleh Uus Pirdaus, tetapi juga didampingi oleh jajaran pimpinan DPPKB lainnya, termasuk Kepala Bidang Dalduk dan KB, Ani Andriyani, serta Kepala Bidang KS, Yeni Astriyani.

Baca juga:  DPPKB Kabupaten Sukabumi Manfaatkan TMMD Ke-127 untuk Perluas Edukasi KB di Cikembar

Kehadiran lengkap dari tim DPPKB ini menggarisbawahi soliditas dan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bekerja secara terpadu demi mencapai target penurunan stunting. Keikutsertaan mereka dalam verifikasi tingkat nasional ini juga menjadi indikator bahwa Kabupaten Sukabumi siap untuk dievaluasi dan terus meningkatkan kualitas program-program penanganan stunting yang telah berjalan.

Pembukaan acara dilakukan secara langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, yang dengan hangat menyambut kehadiran Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Jawa Barat beserta Tim Penilaian Pusat.

Dalam sambutannya, Bupati Asep Japar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari tingkat provinsi dan pusat terhadap upaya penanganan stunting di Kabupaten Sukabumi.

Beliau menekankan bahwa penanganan stunting adalah tugas bersama yang melampaui batas sektoral dan administratif.

Baca juga:  Antisipasi Kecakaan, Perkim Sukabumi Pangkas Pohon di Palabuhanratu

“Penanganan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak. Ini adalah kerja bersama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, desa, hingga seluruh elemen masyarakat,” tegas Bupati Asep Japar.

Pernyataan ini menegaskan filosofi gotong royong yang menjadi tulang punggung keberhasilan program penurunan stunting. Bupati juga menambahkan harapannya,

“Melalui verifikasi lapangan ini, kita berharap terwujud sinergi yang lebih kuat agar penurunan stunting di Kabupaten Sukabumi semakin optimal.” tambah Asjap.

Sinergi yang dimaksud mencakup koordinasi antar dinas, kolaborasi dengan lembaga swadaya masyarakat, peran aktif desa, serta partisipasi penuh dari keluarga dan masyarakat.Verifikasi lapangan tingkat nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga sebagai pemicu motivasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Wabup: Kabupaten Sukabumi Terus Berupaya Turunkan Angka Stunting

Dengan adanya standar dan penilaian dari tim pusat, desa-desa diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja mereka, terutama dalam melaksanakan konvergensi program pencegahan dan penurunan stunting.

Konvergensi program adalah kunci, memastikan bahwa berbagai intervensi mulai dari kesehatan, gizi, sanitasi, hingga edukasi dapat berjalan selaras dan saling mendukung, sehingga dampak yang dihasilkan menjadi lebih signifikan dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi optimistis bahwa melalui pendekatan yang holistik, partisipatif, dan terintegrasi, target penurunan stunting di tahun 2025 dapat tercapai, bahkan melebihi ekspektasi. Kegiatan verifikasi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Kabupaten Sukabumi menuju generasi emas yang lebih sehat dan berdaya saing.

Pos terkait