LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pariwisata menyalurkan bantuan stimulan sebesar Rp50 juta kepada desa-desa yang telah ditetapkan sebagai Desa Wisata. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung pengembangan potensi wisata, peningkatan kualitas pengelolaan, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang destinasi wisata di masing-masing desa.
Disela acara Syukuran Nelayan Ujunggenteng ke 60, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, kepada lingkarpena. id menjelaskan bahwa penggunaan bantuan tersebut harus mengacu pada rekomendasi yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati tentang penetapan Desa Wisata.
“Di dalam SK Bupati sudah disebutkan kondisi dan kebutuhan masing-masing desa wisata. Ada yang masuk kategori rintisan, berkembang, maupun maju. Setiap kategori sudah dilengkapi rekomendasi pengembangannya,” ujar Ali Iskandar, Minggu ( 14/6/2026 )
Menurutnya, meskipun bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan keuangan khusus kepada pemerintah desa, penggunaannya harus dipastikan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata.
“Desa harus memastikan lokasi dan kegiatan yang didanai benar-benar mendukung wisata. Bantuan ini tidak boleh jauh dari tujuan pengembangan desa wisata. Pengelola desa wisata dan pemerintah desa harus memiliki pemahaman yang sama bahwa desa wisata adalah milik bersama yang harus dikembangkan,” katanya.
Ali menjelaskan, kebutuhan setiap desa wisata berbeda-beda. Ada desa yang membutuhkan penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, sementara desa lainnya lebih membutuhkan sarana penunjang wisata.
Sebagai contoh, di Desa Cimanggu terdapat wisata susur sungai dan gua yang memiliki potensi besar, namun masih memerlukan perlengkapan wisata seperti fasilitas glamping dan peralatan pendukung lainnya. Begitu pula di wilayah Minajaya yang memiliki objek wisata susur gua dan membutuhkan perlengkapan keselamatan serta fasilitas pendukung bagi wisatawan.
“Ada desa yang infrastrukturnya sudah cukup baik sehingga bantuan diarahkan untuk peningkatan kompetensi, pelatihan, dan sertifikasi pengelola. Ada juga yang masih membutuhkan kelengkapan sarana wisata, seperti peralatan susur gua, perlengkapan camping, atau fasilitas pendukung lainnya,” jelasnya.
Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi juga akan melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan tersebut. Evaluasi dilakukan untuk memastikan adanya dampak nyata terhadap peningkatan kunjungan wisatawan dan kualitas destinasi wisata.
“Kami akan melakukan evaluasi. Harus ada dampak yang terlihat. Dengan adanya bantuan ini, jumlah wisatawan harus bertambah, pelayanan semakin baik, dan pengalaman wisatawan menjadi lebih menyenangkan,” tegas Ali.
Ia berharap program bantuan stimulan tersebut dapat menjadi pemicu bagi desa-desa yang memiliki potensi wisata untuk terus berinovasi dan mengembangkan destinasi unggulannya. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis desa.
Saat ini, bantuan stimulan Rp50 juta diberikan kepada Desa Wisata yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi, serta satu Kampung Wisata yang berada di wilayah Kelurahan Surade. (adv).






