LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi memberikan penghargaan kepada para petugas dan masyarakat yang terlibat dalam penyelamatan wisatawan saat terjadi banjir bandang di kawasan wisata Curug Cikaso, Kecamatan Cibitung, pada 22 Mei 2026. Penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, keberanian, dan kepedulian mereka dalam menyelamatkan nyawa wisatawan. Rabu ( 8/7/2026 ).
Insiden bermula ketika banjir bandang datang secara tiba-tiba dari hulu Sungai Cikaso. Saat itu, empat wisatawan terjebak di kawasan air terjun. Dua wisatawan pelajar sempat terseret derasnya arus, sementara dua lainnya berhasil dievakuasi lebih dahulu.
Berkat kesigapan petugas Balawista, pengemudi perahu wisata, pengelola objek wisata, masyarakat setempat, serta komunitas yang bergerak cepat melakukan evakuasi, seluruh wisatawan berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat tanpa korban jiwa.
Sebagai bentuk penghormatan atas aksi kemanusiaan tersebut, Dinas Pariwisata memberikan apresiasi kepada Kang Iwan, Pak Wahyudin, Kang Sony, Kang Pepen, Kang Dadah, Kang Udin, beserta seluruh pihak yang turut membantu proses penyelamatan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. Ali Iskandar, mengatakan keberhasilan evakuasi merupakan bukti kuatnya sinergi seluruh unsur di destinasi wisata dalam mengutamakan keselamatan pengunjung.
“Peristiwa di Curug Cikaso menunjukkan bahwa kepedulian dan kerja sama dapat menyelamatkan nyawa. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas Balawista, pengelola, pengemudi perahu wisata, masyarakat, dan relawan yang bertindak cepat saat keadaan darurat. Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melindungi wisatawan,” ujar Ali Iskandar.
Menurutnya, keselamatan wisatawan merupakan aspek yang tidak dapat ditawar dalam pengelolaan destinasi wisata. Karena itu, Dispar akan terus memperkuat upaya mitigasi bencana, meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya manusia, serta mengedukasi wisatawan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan.
“Kami mengajak seluruh wisatawan untuk selalu mengikuti arahan petugas, memantau kondisi cuaca sebelum beraktivitas, dan menghindari kawasan aliran sungai ketika hujan mengguyur wilayah hulu. Kesadaran bersama menjadi kunci agar destinasi wisata di Kabupaten Sukabumi tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi,” katanya.
Ali menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam proses penyelamatan tersebut menjadi cerminan nilai-nilai kemanusiaan yang harus terus dijaga di setiap destinasi wisata.
“Pariwisata tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga harus mampu menghadirkan rasa aman bagi setiap pengunjung. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan para penyelamat di Curug Cikaso menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sukabumi dan patut mendapat apresiasi dari semua pihak,” pungkasnya. (adv).






