Leuwi Bunder: Permata Tersembunyi di Buniwangi, Menawarkan Kesegaran Alam Tanpa Tiket Masuk

Leuwi Bunder bak permata alam yang tersembunyi yang ada di wilayah Desa Buniwangi Surade.[foto: Jajang/lp]

LINGKARPENA.ID | Di balik rimbunnya pepohonan Desa Buniwangi, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mengalir sebuah kolam alami yang seolah menjadi oase bagi siapa saja yang ingin sejenak menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Namanya Leuwi Bunder, destinasi wisata alam yang masih terjaga keasriannya dan perlahan mulai mencuri perhatian para pencinta wisata alam.

 

Lokasinya tidak sulit dijangkau. Dari ruas jalan provinsi Surade–Ujunggenteng, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan sekitar satu kilometer melalui pertigaan Kampung Cibungur menuju arah Pantai Minajaya. Meski berada di kawasan pedesaan, kendaraan roda dua maupun roda empat sudah dapat mencapai lokasi.

 

Sesampainya di sana, hamparan air sebening kaca langsung menyambut pengunjung. Kolam alami berukuran sekitar 20 x 15 meter itu memiliki kedalaman yang bervariasi, mulai dari sekitar 80 sentimeter hingga mencapai delapan meter. Air yang berasal dari mata air pegunungan tetap jernih dan sejuk sepanjang tahun, berpadu dengan suasana rindang yang menghadirkan ketenangan.

Baca juga:  Terletak di Kaki Gunung Burangrang, Taman Batu Purwakarta Cocok Jadi Tempat Healing Nuansa Alam

 

Bagi pengunjung, Leuwi Bunder bukan sekadar tempat berenang. Banyak yang memilih duduk di tepian sambil menikmati suara gemericik air dan semilir angin, menjadikan kawasan ini sebagai tempat melepas penat bersama keluarga maupun sahabat.

 

Pengelola Leuwi Bunder, Hasbulloh Haz, mengatakan kawasan tersebut kini tengah dikembangkan sebagai bagian dari program Kampung Agrowisata di Desa Buniwangi.

 

“Kami sedang melakukan penataan kawasan agar lebih nyaman dikunjungi. Ke depan kami juga berencana menambah wahana seperti rafting. Untuk saat ini masyarakat masih bisa menikmati keindahan Leuwi Bunder tanpa dikenakan tiket masuk,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).

Baca juga:  Desa Sangrawayang Tawarkan Keindahan Wisata Curug Panutup

 

Menurutnya, keberadaan Leuwi Bunder tidak hanya memiliki nilai wisata, tetapi juga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. Mata air di kawasan tersebut tetap mengalir meski musim kemarau tiba dan dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, termasuk tanaman talas milik warga.

 

“Potensi alam di sini bukan hanya untuk rekreasi, tetapi juga mendukung sektor pertanian. Kami berharap wisata dan pertanian bisa berkembang secara beriringan sehingga memberi manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Salah seorang pengelola lainnya yang akrab disapa Abah menjelaskan, hingga saat ini pengunjung belum dipungut biaya masuk. Wisatawan hanya dikenakan tarif parkir sebesar Rp5.000. Sementara penyewaan ban untuk berenang juga dipatok Rp5.000 dan bersifat sukarela.

 

“Sewa ban tidak wajib. Yang ingin menyewa silakan, kalau membawa sendiri atau tidak memakai ban juga tidak masalah,” katanya.

Baca juga:  Long Weekend, Ribuan Wisatawan Padati Pantai Selatan Sukabumi

 

Ke depan, harapan besar disematkan pada pengembangan Leuwi Bunder seiring ditetapkannya Desa Buniwangi sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Sukabumi yang akan memperoleh dukungan dana stimulan dari pemerintah daerah. Dukungan tersebut diharapkan mampu melengkapi berbagai fasilitas penunjang, termasuk perbaikan akses jalan menuju lokasi.

 

Saat ini, sekitar 500 meter ruas jalan menuju objek wisata masih membutuhkan pengaspalan agar perjalanan wisatawan menjadi lebih nyaman.

 

Dengan perpaduan air yang jernih, lingkungan yang masih alami, serta keramahan masyarakat desa, Leuwi Bunder menyimpan potensi besar menjadi salah satu destinasi unggulan di wilayah selatan Sukabumi. Sebuah tempat sederhana yang membuktikan bahwa keindahan alam tak selalu harus dibayar mahal.

Pos terkait