Dispar Provinsi Jabar Gelar Bimtek Pelaku dan Pengelola DTW di Ujunggenteng Sukabumi

Peserta bimtek antusias saat mengikuti kegiatan yang digelar Dispar Provinsi Jawa Barat.| Foto: Jajang S

LINGKARPENA.ID | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menggelar Bimbingan Teknik (Bimtek) yang diikuti oleh enam pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang ada di Pajampangan. Acara yang digelar di Pondok Hexa, Ujunggenteng Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi berlangsung sejak Rabu – Kamis, (15 – 16/5/24).

Kegiatan yang mengusung tema; “Pelatihan Berbasis Kompetensi Peningkatan Sumberdaya Alam Tatakelola Dan Pengembangan Destinasi Pariwisata Berbasis Grosite di Kawasan CUGGp” tersebut diselenggarakan atas permintaan dari para pengelola DTW di Pajampangan.

Pengelola Daerah Tujuan Wisata ( DTW ) yang mendapat kesempatan mengikuti Bimtek tersebut, antara lain Pokdarwis Minajaya Beach, Pokdarwis Megalodon, Pokdarwis Taman Pandan, Pengelola Karang Panganten, pengelola Batu Panganten, dan pengelola Karang Gantungan, Desa Pasiripis, Surade.

Baca juga:  Kadispar Secara Resmi Buka Syukuran Hari Nelayan Ujunggenteng Ke 58 Tahun 2024

Bimtek dilaksanakan selama dua hari, Rabu – Kamis, 15 – 16 Mei 2024. Dan diikuti oleh 30 peserta Pokdarwis dan pengelola Daerah Tempat Wisata (DTW) yang ada di Wilayah Pajampangan.

Pemateri diacara Bimtek antara lain, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaeni, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, Pengelola Desa Hanjeli Kecamatan Waluran Asep Hidayat, Ketua Pokdarwis Kabupaten Sukabumi M. Teguh  dan Kabid. Destinasi Propinsi Jawa Barat, Ani Widiani, serta dari Badan Pengelola CUGGp, Risda.

Momentum foto bersama para peserta bimtek.| Jajang S

Tujuan Bimtek, kata Kepala Bidang Destinasi Provinsi Jawa Barat, Ani Widiani, kepada lingkarpena menuturkan, untuk memberi pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat terkait dengan tatakelola objek wisata. Karena katanya, selama ini masyarakat belum sadar dan memahaminya.

Baca juga:  Terletak di Kaki Gunung Burangrang, Taman Batu Purwakarta Cocok Jadi Tempat Healing Nuansa Alam

Harapan kedepannya, kata Ani, para pengelola destinasi wisata tahu bagaimana cara mengelola objek yang baik. Artinya bisa memberikan pelayanan kepada pengunjung, juga di objek wisata yang dikelolanya bisa tertata dengan baik, misalnya bebas sampah, dengan harapan pengunjung merasa ingin kembali berkunjung ke objek wisata tersebut.

Sementara, Kepala Dinas DLH Kabupaten Sukabumi Prasetyo, dalam paparannya menyampaikan, para pengelola objek wisata wajib melakukan terobosan dalam menangani sampah. Dan, diharapkan bisa memanfaatkan sampah menjadi bahan bernilai guna.

Baca juga:  Curug Cimarinjung, Destinasi Unggulan CPUGGp: Antara Legenda dan Panorama

Asep Hidayat salah seorang pengelola obkek wisata yang telah berhasil dan “mendunia” dengan Desa Hanjeli Waluran Mandiri, menjadi pemateri di acara Bimtek tersebut. Menurut Asep, Bimtek yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi Jabar tersebut cukup menarik.

“Bimtek ini cukup menarik, dan ini lebih fokus kepada geowisata, ini perlu pemahaman para pengelola objek wisata, bukan hanya paham lokasi saja, tetapi harus faham tentang pemanasan dari geowisata tersebut, itu akan menambah pengetahuan para pengelola objek wisata tersebut, kita kan ada di cakupan CUGGp,” papar Asep kepada lingkar pena.

Pos terkait