Bupati Dukung Pemekaran Sukabumi Utara dan Selatan, Asjap: Walikota Musti Hormati Perjuangan Presidium dan Hasil Prolegnas

FOTO: Bupati Sukabumi H. Asep Japar, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Pendopo Sukabumi, Rabu (20/8/25).| Istimewa

LINGKARPENA.ID Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar merespon upaya Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki yang baru-baru ini viral di media online maupun media soasil. Wali Kota Sukabumi berkehendak memperluas wilayah Pemerintahan Kota Sukabumi.

“Jadi keinginan Walikota Sukabumi menghendaki sembilan kecamatan menjadi gabung ke Pemerintahannya itu tentunya ini menjadi polemik dikalangan Presidium para pejuang Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Sukabumi,” ujar Bupati, disela-sela kegiatannya di Pendopo Sukabumi, Rabu (20/8) kepada wartawan.

Baca juga:  Launching P2RW di Cikole, Wali Kota: Dorong Pembangunan Berbasis Masyarakat

Lanjut Asjap (sapaan akrabnya) sejatinya kita harus saling menghormati hasil keputusan prolegnas dimana itu telah menjadi wacana yang terus bergulir.

“Pemekaran untuk Kabupaten Sukabumi Utara dan Jampang hari ini masih terkendala dengan adanya moratorium yang diberlakukan,” sambung Asep Japar di Jalan Jendral Ahmad Yani No 36 Warudoyong Kota Sukabumi.

Selain itu, Bupati menjelaskan apa yang diusulkan dan dimohon  Walikota Sukabumi ingin mengambil sembilan Kecamatan untuk gabung, tentunya harus menghormati perjuangan para tokoh masyarakat, aktivis dan para pihak  yang tergabung dalam Presidium pembentukan DOB.

Baca juga:  Tim Kementerian KLHK Tinjau TPA di Sukabumi

“Ya saya setuju pemekaran Kabupaten Sukabumi Utara dan Selatan yang sudah masuk agenda. Dan itu memang sudah sesuai dengan analisis, kajian akademisi sudah lama. Bahkan sudah masuk dimeja Presiden waktu itu. Karena ada moratorium kita tinggal tunggu saja dan hormati hasil Prolegnas,” pungkas Asjap.

Pos terkait