LINGKARPENA.ID | Keberadaan drainase yang berfungsi optimal menjadi faktor krusial dalam menjaga usia dan kekuatan konstruksi jalan. Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menegaskan bahwa air permukaan yang tidak tertangani dengan baik dapat berdampak serius terhadap struktur jalan, mulai dari munculnya retakan hingga terjadinya penurunan badan jalan.
Menurut Asep, pengelolaan aliran air harus dilakukan secara tepat dengan mengarahkan air ke saluran pembuang yang sesuai dengan kondisi lapangan. Saluran tersebut dapat berupa drainase tanah, pasangan batu kali, tembok, maupun beton, yang seluruhnya ditentukan berdasarkan perhitungan teknis agar mampu menampung dan mengalirkan air secara efektif.
Ia menjelaskan, kegiatan penataan dan normalisasi drainase yang saat ini dilakukan di wilayah Cidahu merupakan bagian dari upaya pemeliharaan jalan secara menyeluruh. Langkah ini bertujuan mempertahankan stabilitas tanah di bawah badan jalan agar tetap kuat dan memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.
“Dengan drainase yang berfungsi baik, kekuatan badan jalan dapat dipertahankan sehingga tidak mudah rusak. Hal ini penting untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi warga,” ujar Asep.
Melalui penanganan drainase yang tepat, diharapkan kondisi jalan di wilayah Cidahu dapat lebih awet, aman, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.






