LINGKARPENA.ID | Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sejumlah siswa di Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, terhenti selama lebih dari dua pekan. Kondisi tersebut dikeluhkan pihak sekolah lantaran para siswa tidak lagi mendapatkan makanan bergizi yang sebelumnya rutin disalurkan.
Terhentinya program tersebut membuat siswa mempertanyakan kelanjutan pembagian makanan, sementara tenaga pengajar berharap persoalan yang menghambat distribusi segera diselesaikan agar kegiatan penyaluran kembali normal.
Leli Hartati, salah seorang tenaga pengajar sekolah dasar di Kecamatan Nagrak, mengatakan para siswanya sudah tidak menerima MBG selama dua minggu lebih dua hari hingga Selasa (20/10/2026).
Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak sehingga keberlanjutan penyalurannya sangat dinantikan oleh pihak sekolah.
“Selama dua minggu lebih dua hari murid kami tidak mendapat MBG. Anak-anak selalu menanyakan. Kami berharap kendala ini cepat teratasi karena program ini sangat membantu sekaligus bermanfaat bagi anak-anak,” ujar Leli, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Balekambang II mengakui distribusi MBG kepada sejumlah sekolah belum berjalan sebagaimana mestinya dalam beberapa pekan terakhir.
Aslap SPPG Balekambang II, Ihwan Syaripudin, menjelaskan penghentian sementara penyaluran tersebut berkaitan dengan Surat Penetapan Sementara (SPS) II dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia menyebutkan sekolah yang belum tercantum dalam data SPGN (Sasaran Pemenuhan Gizi Nasional) BGN belum dapat menerima distribusi MBG hingga persoalan administrasi tersebut terselesaikan.
“Kurang lebih ada 1.300 penerima manfaat dari tujuh sekolah yang tidak kami distribusikan selama dua minggu ini. Saat ini, kami sedang mengupayakan penyelesaiannya,” kata Ihwan.
Ia menambahkan, tim SPPG Balekambang II tengah mencari jalan keluar agar layanan pemenuhan gizi bagi para siswa dapat kembali berjalan. Pihaknya juga meminta sekolah untuk bersabar sembari menunggu kepastian penyelesaian kendala tersebut.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mencari solusi terbaik agar penyaluran bisa segera kembali berjalan lancar bagi para siswa. Kami mohon doa dan kesabaran dari pihak sekolah,” ujarnya.
Sebagai langkah alternatif apabila persoalan tersebut belum segera teratasi, pihak SPPG Balekambang II berencana mengupayakan surat pernyataan dari sekolah yang selanjutnya ditembuskan kepada koordinator kecamatan (Korcam) dan koordinator wilayah (Korwil).
Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan agar penyaluran MBG kepada sekolah-sekolah yang terdampak bisa kembali dilakukan.
“Jika memang ini berlangsung lama, kami akan berupaya memilih solusi lain, yakni membuat surat pernyataan dari pihak sekolah, kemudian ditembuskan kepada Korcam dan Korwil. Harapannya, MBG bisa didistribusikan kembali,” ungkap Ihwan.
Ia menegaskan bahwa anak-anak yang terdampak tetap perlu mendapatkan perhatian agar tidak kehilangan manfaat dari program pemenuhan gizi tersebut.
“Karena mereka sama-sama anak bangsa, jadi berhak memiliki hak yang sama,” pungkasnya.
Pihak SPPG Balekambang II pun menyampaikan permohonan maaf atas terhentinya distribusi MBG dan berjanji menyampaikan perkembangan terbaru kepada pihak sekolah maupun wali murid setelah terdapat kepastian mengenai penyelesaian kendala tersebut.






