LINGKARPENA.ID | Festival Pencak Silat Bupati Sukabumi Cup III Tahun 2025 dijadwalkan berlangsung pada 17–19 Desember 2025 di Gedung Olahraga (GOR) Venue Tinju Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Ajang bergengsi ini kembali digelar sebagai wadah pengembangan atlet serta pelestarian budaya pencak silat di Kabupaten Sukabumi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat empat kategori yang dipertandingkan. Kategori Usia Dini (6–12 tahun) mencakup nomor perorangan putra-putri serta kategori campuran berisi lima pesilat. Kategori Pra Remaja (12–15 tahun) meliputi perorangan putra-putri, berpasangan putra-putri, dan campuran lima pesilat.
Sementara kategori Remaja (16–22 tahun) juga mempertandingkan nomor perorangan, pasangan, dan campuran lima pesilat. Selain itu, terdapat kategori Pembina Utama (50–60 tahun) yang diikuti peserta perorangan putra-putri.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Sukabumi, Drs. Yudi Mulyadi, M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya menyambut antusias gelaran Festival Pencak Silat Bupati Sukabumi Cup III. Menurutnya, kegiatan ini bukan semata ajang kompetisi, tetapi juga bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam pelestarian budaya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kami di Disbudpora Kabupaten Sukabumi menyambut dengan penuh kebanggaan dan antusiasme digelarnya Festival Pencak Silat Bupati Sukabumi Cup III. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi bagi pesilat muda dan senior, tetapi juga wujud komitmen kami dalam melestarikan budaya daerah sekaligus mengimplementasikan visi dan misi Bupati Sukabumi, Mubarakah: Maju, Unggul, Berbudaya, dan Berkah. Terutama misi ketiga, yakni membangun SDM yang unggul, berbudaya, berbasis Iptek dan Imtaq,” ujarnya kepada lingkarpena. id, Minggu ( 30/11/2025 ).
Yudi menegaskan bahwa pencak silat memiliki nilai penting sejak ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO. Penetapan tersebut, kata dia, menandai pengakuan dunia atas nilai filosofi, seni, dan tradisi luhur bela diri warisan Nusantara.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi identitas budaya yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui festival ini, Yudi berharap lahir generasi pesilat berprestasi sekaligus meningkatnya kecintaan generasi muda terhadap tradisi lokal yang mengandung nilai spiritual, moral, dan sosial. Disbudpora, lanjutnya, berkomitmen mendukung kegiatan pelestarian budaya dan penguatan karakter masyarakat melalui olahraga daerah.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk hadir, mendukung, dan merayakan festival ini sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan budaya bangsa. Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan menjadi inspirasi bagi pengembangan pencak silat hingga tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.






