Foto Kebakaran di Pertigaan Waluran Viral, Aparat Pastikan Hoaks: Kebakaran Terjadi di Kampung Giriasih  

Sumber foto : tangkapan layar dari akun facebook Ahmad Sawili

LINGKARPENA.ID |Warganet, khususnya di wilayah Pajampangan, sempat dihebohkan dengan beredarnya sebuah foto kebakaran bangunan yang disebut-sebut terjadi di pertigaan Waluran arah Sukabumi, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Foto tersebut viral setelah diunggah oleh akun Facebook Ahmad Sawili dan langsung menyedot perhatian publik di media sosial.

Dalam unggahannya, akun tersebut menuliskan keterangan, “Innalillahi tos terjadi kebakaran di Waluran pertigaan arah Sukabumi,” yang kemudian memicu kekhawatiran masyarakat. Akibat unggahan tersebut, kolom komentar akun Facebook itu pun dibanjiri ratusan tanggapan dari warganet yang mempertanyakan kebenaran lokasi kejadian dan kondisi di lapangan.

Namun, pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran memastikan bahwa informasi mengenai kebakaran di pertigaan Waluran tersebut tidak benar alias hoaks. Anggota Pospol Waluran, Bripka Candra, menegaskan bahwa lokasi kebakaran yang ramai diperbincangkan di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Baca juga:  Wisata Goa Buniayu Nyalindung Perlu Perawatan Intensif Puluhan Wisatawan Roda Empat Putar Balik  

“Memang benar hari ini ada kejadian kebakaran di wilayah Waluran, tetapi lokasinya bukan seperti yang diunggah di Facebook. Informasi kebakaran di pertigaan Waluran itu tidak benar, hoaks,” ungkap Bripka Candra saat dikonfirmasi.

Hal senada disampaikan Komandan Damkar Pos X Jampangkulon, Lelan. Ia menjelaskan bahwa peristiwa kebakaran yang sebenarnya terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026, berlokasi di Kampung Giriasih, Desa Waluran Mandiri, bukan di pertigaan Waluran arah Sukabumi sebagaimana yang beredar di media sosial.

Baca juga:  Peduli Bencana: Ratusan Polisi Bantu Penanganan Pasca Banjir Bandang di Sukabumi

“Kejadian kebakaran di pertigaan Waluran itu tidak benar. Memang ada peristiwa kebakaran, tetapi lokasinya di Kampung Giriasih, Desa Waluran Mandiri,” ujar Lelan kepada Lingkarpena.id.

Lelan menambahkan, objek yang terbakar dalam peristiwa tersebut adalah sebuah rumah tinggal milik warga. Lokasi rumah berada cukup jauh dari jalan nasional, dengan jarak sekitar tujuh kilometer. Ketika petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, kondisi rumah sudah habis terbakar dan api telah padam.

“Jaraknya cukup jauh dari jalan utama. Saat mobil pemadam sampai di lokasi, rumah sudah habis terbakar dan api dalam kondisi padam,” jelasnya.

Selain itu, proses menuju lokasi kejadian pun diakui mengalami kendala cukup serius. Kondisi jalan yang berbatu dan sulit dilalui kendaraan berat membuat mobil pemadam kebakaran kesulitan mencapai titik kebakaran dengan beban penuh.

Baca juga:  SMSI Sukabumi Raya Dorong Literasi Publik untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Investasi Daerah

“Untuk sampai ke lokasi kami mengalami kesulitan karena kondisi jalan berbatu. Bahkan, agar mobil bisa melaju, kami terpaksa membuang sebagian air yang kami bawa karena kendaraan sulit bergerak dengan beban penuh,” tambah Lelan.

Dengan adanya klarifikasi dari aparat kepolisian dan petugas pemadam kebakaran, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang bersumber dari media sosial. Warga juga diminta memastikan kebenaran informasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

 

 

 

Pos terkait