LINGKARPENA.ID | Kebakaran melanda lahan milik Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi di Kampung Datarnangka, RT 003/RW 002, Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Kamis (15/10/2026). Sebanyak 2,3 hektare lahan dilaporkan hangus terbakar, sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah Ade Yono (45), Ketua RT 007/RW 002 Kampung Cekdam, melihat kepulan asap disertai kobaran api dari area lahan yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Lokasi kebakaran juga berdekatan dengan kantor UPTD Wilayah 7 Dinas Pertanian.
Melihat kondisi tersebut, Ade segera mendatangi lokasi dan melaporkan kejadian kepada petugas Pemadam Kebakaran Pos Sagaranten serta pemerintah desa setempat.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.35 WIB. Sebelas menit kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran bersama personel gabungan tiba di lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Penanganan melibatkan Pemadam Kebakaran Pos Sagaranten, Satpol PP Kecamatan Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Polsek Sagaranten, P2BK, Tagana, serta Pemerintah Desa Datarnangka.
Petugas langsung berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area sekitar, terutama bangunan perkantoran UPTD Wilayah 7 Dinas Pertanian yang berada di dekat titik kebakaran.
Salah seorang petugas Pemadam Kebakaran Pos Sagaranten, Supiyadin, menjelaskan bahwa api dengan cepat merambat akibat tiupan angin dan kondisi cuaca yang panas terik.
Menurutnya, kobaran api sempat mendekati bagian belakang gedung perkantoran. Namun, berkat penanganan bersama, api berhasil dikendalikan sebelum menjangkau bangunan tersebut.
“Api cepat menyebar karena tertiup angin dan cuaca panas. Kobaran sempat mendekati area belakang perkantoran, tetapi berhasil ditangani hingga padam,” ujar Supiyadin seusai penanganan.
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 11.30 WIB. Petugas berhasil mengendalikan api dengan jarak kobaran terakhir sekitar 10 meter dari area gedung perkantoran.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan bangunan, kebakaran mengakibatkan sejumlah tanaman dan pepohonan di lahan tersebut hangus terbakar.
Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran maupun nilai kerugian materiil masih belum dapat dipastikan.
Menyikapi kejadian tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya selama cuaca panas dan musim kemarau. Warga juga diingatkan untuk tidak melakukan pembakaran sembarangan yang berisiko memicu api meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.






