Hidup Sebatang Kara di Rumah Nyaris Roboh, Mak Rosiah Dapat Perhatian Forkopimcam Purabaya

Forkopimcam Purabaya saat menyambangi kediaman Mak Rosah di Desa Pagelaran.[Foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Di usia senja, ketika sebagian orang menikmati hari-hari dengan tenang bersama keluarga, Rosiah (66) justru harus bertahan hidup seorang diri di sebuah rumah tua yang kondisinya memprihatinkan. Atap bocor, plafon rapuh, hingga bagian dapur yang jauh dari kata layak menjadi bagian dari keseharian perempuan lanjut usia yang akrab disapa Mak Rosiah itu.

Di tengah keterbatasan tersebut, Mak Rosiah tetap berusaha bertahan di rumahnya yang berada di Kampung Cimanggu RT 019/003, Desa Pagelaran, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.

Kondisi rumah yang nyaris roboh membuatnya harus menghadapi kekhawatiran, terutama ketika hujan turun. Bahkan, demi mengatasi kebocoran, ia mengaku terpaksa berusaha memperbaiki bagian atas rumahnya sendiri.

Kisah pilu Mak Rosiah yang hidup sebatang kara itu pun menyita perhatian masyarakat setelah pemberitaannya viral. Kondisi tersebut mendorong unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Purabaya turun langsung mengunjungi kediamannya pada Minggu (11/10/2026).

Baca juga:  Derita Buhori, Warga Surade Hidup Sebatangkara dengan Keterbatasan Penglihatan

Kedatangan mereka bukan sekadar untuk memastikan kondisi yang sebenarnya, tetapi juga membawa bantuan kebutuhan pokok sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang membutuhkan.

Danposramil Purabaya, Peltu Kosasih, mengatakan kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemberitaan yang ramai diperbincangkan masyarakat.

“Kita menindaklanjuti pemberitaan yang viral ini. Kita terjun ke lapangan untuk memastikan kebenarannya dengan membawa sembako,” ujar Kosasih.

Ia menjelaskan, Mak Rosiah merupakan seorang janda yang tidak memiliki anak kandung. Saat ini, ia hidup seorang diri, sementara anak angkatnya tinggal di wilayah Kecamatan Nyalindung.

Baca juga:  Borong Gelar hingga Juara Umum, Tim PMR MTs Nurul Hidayah Waluran Harumkan Nama Sukabumi di Ajang P3K Se-Jawa Barat

Kondisi tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi Forkopimcam Purabaya, terlebih rumah yang ditempati Mak Rosiah membutuhkan penanganan agar lebih aman dan layak untuk dihuni.

Menurut Kosasih, Forkopimcam Purabaya saat ini tengah mencari solusi untuk membantu perbaikan rumah tersebut.

“Forkopimcam Purabaya saat ini sedang mencari solusi untuk penanganan perbaikan rumah Rosiah,” katanya.

Bantuan sembako yang diserahkan diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan Mak Rosiah. Namun, di balik bantuan tersebut, masih ada harapan yang lebih besar, yakni terwujudnya tempat tinggal yang layak dan aman bagi perempuan lansia tersebut.

Bagi Mak Rosiah, rumah bukan sekadar bangunan tempat bernaung. Di sanalah ia menjalani hari-hari dalam kesunyian, menghadapi cuaca yang tak menentu, sekaligus berjuang mempertahankan kehidupannya di usia senja.

Baca juga:  Akses Jalan Cikuda Tegalbuleud Bak Kubangan Kerbau, Masyarakat Minta Diperhatikan

Karena itu, kepedulian berbagai pihak menjadi sangat berarti. Warga berharap pemerintah, para dermawan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial dapat bersama-sama membantu memperbaiki rumah Mak Rosiah agar ia tidak lagi dihantui kekhawatiran saat hujan turun.

Kisah Mak Rosiah menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama tidak cukup berhenti pada rasa iba. Lebih dari itu, diperlukan langkah nyata agar masyarakat yang hidup dalam keterbatasan, khususnya para lansia yang sebatang kara, dapat menjalani hari tua dengan lebih aman dan bermartabat.

Sebab, setiap orang berhak memiliki tempat tinggal yang layak. Dan bagi Mak Rosiah, sebuah rumah yang kokoh bukanlah kemewahan, melainkan harapan sederhana agar masa tuanya dapat dilalui dengan rasa aman dan ketenangan.

Pos terkait