Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Pemdes Wanasari Rutin Salurkan Air Bersih ke Titik Terdampak

LINGKARPENA.ID | Di tengah kemarau berkepanjangan yang membuat sumber air semakin sulit diandalkan, bantuan air bersih menjadi harapan bagi warga Kampung Sindanghayu, Desa Wanasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Di tengah keterbatasan pasokan, Pemerintah Desa (Pemdes) Wanasari berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, Senin (12/10/2026).

 

Sejak 23 September 2026, Pemdes Wanasari secara rutin menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang mengalami krisis air. Distribusi dilakukan setiap dua hari sekali atau berselang satu hari, dengan menyasar sejumlah titik yang mengalami dampak kekeringan cukup parah.

 

Menggunakan kendaraan truk dan mobil Koperasi Desa (Kopdes), petugas mendatangi lokasi-lokasi terdampak untuk mendistribusikan air bersih. Bantuan tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Baca juga:  Pemprov Jabar Peringatkan Warga Waspada Dua Puncak Musim Hujan, Risiko Bencana Meningkat

 

Kepala Desa Wanasari, Irwan Sudarmi, menuturkan bahwa kemarau berkepanjangan telah menyebabkan sejumlah wilayah di desanya mengalami kesulitan air. Namun, Kampung Sindanghayu menjadi salah satu kawasan dengan dampak kekeringan yang cukup ekstrem.

 

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat agar masyarakat tidak terus-menerus kesulitan mendapatkan air bersih.

 

“Dampak kemarau yang berkepanjangan membuat warga mengalami krisis air. Kampung Sindanghayu menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Karena itu, kami berupaya hadir membantu masyarakat dengan menyalurkan air bersih secara rutin,” tuturnya.

 

Sebelum melakukan distribusi secara mandiri, Pemdes Wanasari telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta sejumlah pihak terkait untuk mengupayakan bantuan bagi warga terdampak.

 

Namun, kuota air yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut mendorong pemerintah desa mengambil langkah tambahan dengan mengerahkan kendaraan yang tersedia, termasuk mobil Kopdes, guna menjangkau titik-titik yang masih membutuhkan pasokan air.

Baca juga:  BPBD Sukabumi Salurkan Puluhan Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

 

“Bantuan yang ada memang sangat membantu, tetapi jumlahnya belum optimal untuk memenuhi kebutuhan seluruh warga terdampak. Karena itu, kami berinisiatif melakukan penyaluran secara mandiri agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih,” ungkapnya.

 

Bagi warga yang terdampak kekeringan, setiap pasokan air memiliki arti penting. Di saat sumber air mulai menyusut dan kebutuhan rumah tangga terus berjalan, kedatangan kendaraan pengangkut air menjadi salah satu upaya untuk meringankan beban masyarakat.

 

Meski demikian, penyaluran bantuan secara berkala dinilai belum menjadi solusi jangka panjang. Ketergantungan terhadap distribusi air berpotensi kembali terjadi apabila musim kemarau berlangsung lebih lama atau kekeringan kembali melanda pada tahun-tahun mendatang.

Baca juga:  Musdes Pilkades PAW Desa Mangunjaya Berlangsung Lancar, Irman Firmansyah Terpilih

 

Atas kondisi tersebut, Pemdes Wanasari bersama masyarakat berharap adanya dukungan sarana dan prasarana air bersih, terutama di titik-titik yang selama ini menjadi kawasan rawan kekeringan.

 

“Kami berharap ke depan ada bantuan pembangunan sarana air bersih di wilayah terdampak, khususnya Kampung Sindanghayu. Dengan adanya fasilitas yang memadai, masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan distribusi air setiap kali musim kemarau tiba,” pungkas Irwan.

 

Upaya Pemdes Wanasari ini menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang tengah menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Di tengah keterbatasan, penyaluran air bersih diharapkan dapat terus membantu masyarakat bertahan menghadapi kemarau, sembari menunggu solusi permanen agar krisis air serupa tidak kembali terulang.

Pos terkait