Perluas Akses Kerja dan Promosikan Budaya Daerah, Ayep Zaki Lepas 30 CPMI dan Kontingen Festival Seni Jabar 2026

LINGKARPENA.ID | Pemerintah Kota Sukabumi terus mendorong perluasan kesempatan kerja sekaligus memperkuat eksistensi seni dan budaya daerah. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, sekaligus melepas 30 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) dan Kontingen Festival Seni Jawa Barat Tahun 2026.

 

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapang Apel Sekretariat Daerah (Setda) Kota Sukabumi, Senin (02/11/2026). Sebanyak 30 CPMI yang diberangkatkan melalui LPK Rich Institute dijadwalkan bekerja di sejumlah negara tujuan, yakni Dubai, Malaysia, dan Thailand.

 

Momentum pelepasan tersebut tidak sekadar menjadi seremoni pemberangkatan tenaga kerja, tetapi juga mencerminkan upaya pemerintah daerah dalam membuka akses terhadap peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Di sisi lain, keberangkatan kontingen Festival Seni Jawa Barat menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi seni dan budaya Kota Sukabumi.

Baca juga:  PC IMM: Rangkap Jabatan Rekayasa Kekuasaan "Potret Bobroknya BKPSDM dan Kebohongan Walikota Sukabumi

 

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Sukabumi selama masa kepemimpinannya. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi LPK Rich Institute yang telah membantu membuka akses kesempatan kerja bagi masyarakat Kota Sukabumi.

 

Kepada para calon pekerja migran yang akan bekerja di negara tujuan, Wali Kota berpesan agar senantiasa menjaga profesionalitas dan integritas selama menjalankan pekerjaan.

Baca juga:  HMI Kritik Pedas Walikota Sukabumi dan Disporapar Tak Hadir di Agenda Hearing DPRD

 

“Berpesan agar bekerja secara profesional, disiplin, jujur, mematuhi kontrak kerja, serta menjaga nama baik Kota Sukabumi dan Indonesia di negara tujuan,” ujarnya.

 

Pesan tersebut menjadi penting mengingat pekerja migran tidak hanya membawa harapan bagi peningkatan kesejahteraan keluarga, tetapi juga merepresentasikan identitas dan martabat bangsa di lingkungan kerja internasional.

 

Sementara itu, kepada Kontingen Festival Seni Jawa Barat Tahun 2026, Ayep Zaki berharap seluruh peserta mampu menampilkan kemampuan terbaik serta membawa nama baik Kota Sukabumi di tingkat provinsi.

 

Keikutsertaan kontingen tersebut diharapkan menjadi ruang aktualisasi bagi para pelaku seni dan budaya daerah untuk menunjukkan kreativitas, kemampuan, serta kekayaan identitas budaya yang dimiliki Kota Sukabumi.

Baca juga:  Wabup, Buka Rembug Paripurna KTNA Kabupaten Sukabumi, Ini Harapannya

 

Melalui dua agenda tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berupaya mengintegrasikan pembangunan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan kesempatan kerja dengan penguatan sektor seni dan budaya. Sebab, pembangunan daerah tidak hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan keberlanjutan identitas kebudayaan.

 

Dengan demikian, pelepasan 30 CPMI dan Kontingen Festival Seni Jawa Barat 2026 menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Kota Sukabumi dalam membuka peluang masa depan masyarakat sekaligus membawa nama daerah ke ruang yang lebih luas.

Pos terkait