RS Primaya Dapat Pelatihan Taktis Damkar Sukabumi, Fokus Gunakan APAR dan Hydrant

LINGKARPENA.ID | Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi terus menggencarkan edukasi kebencanaan ke dunia usaha. Kali ini, pelatihan difokuskan di Rumah Sakit Primaya Sukabumi, Rabu (25/6/2025), dengan menitikberatkan pada pemanfaatan sarana proteksi kebakaran seperti APAR, sprinkler, detektor asap, hingga sistem hydrant.

Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Dunia Usaha Damkar Kabupaten Sukabumi, Vikry, mengatakan pelatihan untuk dunia usaha berbeda dengan masyarakat umum.

Baca juga:  Simulasi Seru di MPLS! Damkar Sukabumi Ajarkan Siswa Evakuasi Kebakaran

“Kalau di masyarakat, biasanya kita hanya beri materi dasar. Tapi di dunia usaha, mereka sudah punya alat, tinggal diajari cara pakainya secara efektif,” ujar Vikry.

RS Primaya menjadi salah satu contoh lokasi dengan fasilitas lengkap seperti sprinkler, detektor asap dan panas, alarm, dan hydrant. Dalam pelatihan itu, pegawai rumah sakit diajarkan teknik mengenali kelas kebakaran, formasi regu pemadam, penggunaan kode komunikasi saat evakuasi, hingga cara membuka dan menutup hydrant saat kondisi darurat.

Baca juga:  Tedi Setiadi Apresiasi Kinerja Wartawan dan Ucapkan HPN Ke 76

“Kalau kebakaran kecil, idealnya bisa ditangani internal. Damkar itu opsi terakhir. Makanya kami latih taktis dan terstruktur, termasuk penggunaan kode karena situasi kebakaran biasanya bising,” jelasnya.

Menurutnya, masih banyak pelaku usaha yang hanya membeli alat sebagai formalitas tanpa memahami fungsi dan cara penggunaannya. Bahkan tak sedikit pegawai yang belum pernah dilatih.

Baca juga:  Foto Kebakaran di Pertigaan Waluran Viral, Aparat Pastikan Hoaks: Kebakaran Terjadi di Kampung Giriasih  

“Pelatihan kebakaran itu investasi. Alat seperti APAR dan hydrant saja tidak cukup, yang penting SDM-nya siap dan terlatih. Keselamatan mereka ada di tangan mereka sendiri,” tegasnya.

Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Damkar untuk mendorong dunia usaha menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana kebakaran.

Reporter : Rijal
Editor : Redaksi

Pos terkait