LINGKARPENA.ID | Sekretaris Jenderal Pengurus Cabang PC Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia SEMMI Sukabumi Raya, M. Fathur Rochman Sandi, melontarkan kritik pedas bagi tubuh Badan Pemeriksa Keuangan BPK RI.
Kritik yang ia lontarkan itu bukan tanpa alasan. Hal tersebut berkaitan dengan prestasi Kota Sukabumi yang ke sekian kalinya meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).
Menurut Sekjen SEMMI Sukabumi Raya ini, Kota Sukabumi meraih opini WTP ( Wajar Tanpa Pengecualian ) dari BPK atas laporan keuangan bendahara umum negara (LKBUN) dan opini wajar dengan pengecualian (WDP).
Akan tetapi BPK sendiri kata Fathur, menemukan kerugian di Kota Sukabumi dan hal ini yang menimbulkan kejanggalan menurut SEMMI.
“Bagaimana mungkin BPK yang memberikan opini WTP, malah kembali menemukan temuan Kerugian. Ini sebuah kejanggalan terjadi dalam kasus seperti ini, sang pemberi opini WTP malah kembali menemukan temuan Kerugian,” jelas Sekejen SEMMI Sukabumi Raya kepada Lingkar Pena Kamis (25/7).
“Apakah mungkin hal seperti ini sering terjadi di beberapa daerah seperti yang pernah terjadi di kabupaten Bogor yang bupatinya di tangkap karena ingin mendapatkan WTP,” sambungnya.
Maka dari itu Semmi Sukabumi Raya mendesak BPK RI untuk membuat timsus audit di kota Sukabumi, terhadap team BPK yang di terjunkan di kota Sukabumi.
“Semmi Sukabumi Raya mempertanyakan dan akan terus mendesak BPK RI untuk membuat timsus audit di Kota Sukabumi,” tandasnya.






