LINGKARPENA.ID | Pengurus dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sukabumi Raya menggelar diskusi bersama di Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (23/05/2026). Kegiatan tersebut membahas penguatan peran media siber dalam mendukung program pembangunan daerah, khususnya di bidang ketahanan pangan, literasi publik, dan iklim investasi.
Diskusi dihadiri sejumlah pimpinan perusahaan media siber dan tokoh pers di Sukabumi Raya. Ketua SMSI Sukabumi Raya, Sulaeman, mengatakan media siber memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, dan mendukung kepentingan masyarakat.
“SMSI harus mampu menjadi bagian dari penguatan literasi publik serta mendukung program strategis pemerintah daerah maupun pusat melalui pemberitaan yang konstruktif,” ujar Sulaeman.
Dalam forum tersebut, Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Syamsi Zein, menekankan pentingnya menjaga integritas pers di tengah perkembangan arus informasi digital yang semakin cepat.
“Media harus tetap menjaga profesionalisme dan independensi, sehingga mampu menjadi sumber informasi yang dipercaya masyarakat,” katanya.
Pembahasan juga menyoroti tantangan media siber di era digital. Sekretaris SMSI Sukabumi Raya, Ariswanto, menilai media perlu terus beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan pola konsumsi informasi masyarakat.
Hal senada disampaikan CEO Sukabumizone, Asep, yang menilai penguatan kualitas konten lokal menjadi salah satu langkah penting untuk mempertahankan kepercayaan publik terhadap media daerah.
Sementara itu, Bendahara SMSI Sukabumi Raya, Siti Ratna Maymunah, menegaskan pentingnya pengelolaan media yang adaptif dan profesional agar mampu bertahan di tengah persaingan industri media digital.
Diskusi turut menghadirkan pandangan dari kalangan pegiat literasi. Dede Heri dari Rumah Literasi Merah Putih menilai media memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi daerah.
“Konten lokal harus diperkuat agar masyarakat semakin mengenal potensi daerahnya sendiri, baik sektor pertanian, pariwisata, maupun sumber daya alam lainnya,” ujarnya.
Penasehat SMSI Sukabumi Raya, Aam Abdul Salam, menyampaikan bahwa media siber diharapkan dapat berkontribusi dalam mendukung program prioritas pemerintah, termasuk program ketahanan pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, penyebaran informasi yang akurat dan edukatif dapat membantu menciptakan suasana kondusif bagi pembangunan daerah serta menjaga stabilitas investasi di Kabupaten Sukabumi.
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi media siber dalam mendukung literasi digital, pembangunan daerah, dan penyebaran informasi yang bertanggung jawab di Sukabumi Raya.






