<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>jalan rusak &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/jalan-rusak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 Sep 2026 02:32:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>jalan rusak &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prihatin Jalan Rusak, Alie Simaung Turun Tangan Bangun Akses Warga di Cisaat Simpenan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/prihatin-jalan-rusak-alie-simaung-turun-tangan-bangun-akses-warga-di-cisaat-simpenan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/prihatin-jalan-rusak-alie-simaung-turun-tangan-bangun-akses-warga-di-cisaat-simpenan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2026 01:06:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Penting]]></category>
		<category><![CDATA[Alie Simaung]]></category>
		<category><![CDATA[Bangun Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Gotong Royong]]></category>
		<category><![CDATA[jalan desa]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=69886</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/prihatin-jalan-rusak-alie-simaung-turun-tangan-bangun-akses-warga-di-cisaat-simpenan/" title="Prihatin Jalan Rusak, Alie Simaung Turun Tangan Bangun Akses Warga di Cisaat Simpenan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kepedulian terhadap kondisi infrastruktur kembali ditunjukkan tokoh masyarakat Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, Alie Simaung. Ia memilih turun langsung membantu memperbaiki ruas jalan desa yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ruas jalan tetsebut adalah jalan yang menghubungkan Sangrawayang, Kedunanan, Cisaat hingga Ciporekat dan mengarah ke jalur Cigaru. Jalan ini diketahui mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kondisinya semakin sulit dilalui ketika mudim hujan. Karena permukaan jalan menjadi licin dan beberapa bagian sebelumnya juga terdampak longsor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, Alie bersama sejumlah warga melakukan pembangunan dan perbaikan secara swadaya. Langkah itu dilakukan meski hingga saat ini belum ada bantuan dari pemerintah yang diterima untuk menangani kerusakan jalan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Alie, kondisi jalan tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut karena masyarakat menggunakan akses tersebut setiap hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya melihat masyarakat memang sangat membutuhkan jalan yang layak. Kalau menunggu terlalu lama, sementara kondisinya semakin rusak, tentu aktivitas warga ikut terganggu. Jadi saya berinisiatif membantu sebisa mungkin,” ujar Alie Simaung, Senin (31/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengatakan, pengerjaan dilakukan bersama masyarakat dengan memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Baginya, keterbatasan anggaran bukan alasan untuk tidak berbuat ketika ada kebutuhan masyarakat yang mendesak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami kerjakan secara bersama-sama dan semampunya. Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi setidaknya ada upaya agar masyarakat bisa lebih nyaman dan aman ketika melewati jalan ini,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alie menilai keberadaan jalan tersebut cukup vital lantaran menjadi penghubung antarkampung sekaligus menunjang mobilitas warga dalam menjalankan berbagai kegiatan sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerusakan yang terjadi, lanjut dia, berpotensi semakin parah apabila tidak segera mendapatkan penanganan, terutama saat intensitas hujan meningkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap pemerintah desa maupun pemerintah daerah bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Masyarakat tentu siap bergotong royong, tetapi untuk perbaikan yang lebih permanen tentu membutuhkan dukungan pemerintah,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Alie menegaskan bahwa keterlibatannya dalam memperbaiki jalan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi. Ia mengaku hanya ingin ikut memberikan solusi terhadap persoalan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tidak ada kepentingan lain. Saya hanya ingin membantu masyarakat. Kalau jalan ini bisa sedikit lebih baik dan warga lebih mudah beraktivitas, itu sudah menjadi kepuasan bagi saya,” pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perbaikan secara swadaya yang dilakukan Alie bersama masyarakat diharapkan menjadi perhatian bagi pemerintah agar penanganan jalan dapat dilanjutkan secara menyeluruh. Warga berharap akses tersebut nantinya dapat diperbaiki secara permanen sehingga aman digunakan, khususnya ketika musim penghujan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/prihatin-jalan-rusak-alie-simaung-turun-tangan-bangun-akses-warga-di-cisaat-simpenan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Cicantayan-Hegarmanah Rusak Parah, Mobilitas Armada Tambang dan Ternak Ayam Diduga jadi Penyebab, Warga Minta Bupati Sidak</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalan-cicantayan-hegarmanah-rusak-parah-mobilitas-armada-tambang-dan-ternak-ayam-diduga-jadi-penyebab-warga-minta-bupati-sidak/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalan-cicantayan-hegarmanah-rusak-parah-mobilitas-armada-tambang-dan-ternak-ayam-diduga-jadi-penyebab-warga-minta-bupati-sidak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2026 12:56:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Cicantayan-Hegarmanah]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas PU Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Mobilitas Armada Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Proyek Ayam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=69670</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalan-cicantayan-hegarmanah-rusak-parah-mobilitas-armada-tambang-dan-ternak-ayam-diduga-jadi-penyebab-warga-minta-bupati-sidak/" title="Jalan Cicantayan-Hegarmanah Rusak Parah, Mobilitas Armada Tambang dan Ternak Ayam Diduga jadi Penyebab, Warga Minta Bupati Sidak" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Puluhan kilometer kondisi jalan Kabupaten di wilayah Desa Cicantayan-Hegarmanah Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, rusak parah. Kondisi itu menuai keluhan warga. Kerusakan jalan disebabkan oleh beberapa faktor. Hal tersebut dinilai sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga sehari-hari. Masyarakat meminta pemerintah daerah segera turun tangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga mengaku kondisi jalan yang rusak sudah cukup lama dirasakan. Bahkan sejak tahun 1999 belum mendapatkan perbaikan secara maksimal. Saat ini permukaan jalan semakin berlubang membuat kontur jalan tidak rata. Hal tersebut tentunya sangat membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi tersebut semakin dikeluhkan ketika sudah memasuki musim hujan. Lubang-lubang di badan jalan kerap tergenang sehingga sulit terlihat oleh pengendara. Sementara saat cuaca panas, debu dari jalan yang rusak juga mengganggu warga yang tinggal di sekitar lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kerusakan jalan bukan cuma tidak adanya perbaikan. Tapi diduga kuat karena adanya aktivitas mobilitas tambang galian C, pasir kuarsa dan armada peternakan proyek ayam sehingga membuat jalan semakin cepat mengalami kerusakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kekecewaan warga bukan hanya soal kerusakan jalan, tetapi juga berkaitan dengan janji perbaikan infrastruktur yang selama ini mereka nantikan. Warga berharap komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kualitas infrastruktur benar-benar direalisasikan hingga ke tingkat wilayah atau pelosok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat. Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat kondisi jalan di pusat kota, tetapi juga memperhatikan jalan yang setiap hari digunakan warga,” keluh salah seorang warga Cicantayan, kepada Lingkarpena.id yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (25/8).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut warga, perbaikan jalan sangat dibutuhkan karena jalur tersebut menjadi akses masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, bersekolah hingga mengangkut hasil usaha dan kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Masyarakat Desa Cicantayan dan Hegarmanah meminta Bupati Sukabumi H. Asep Japar beserta jajaran terkait segera mengecek kondisi jalan. Warga berharap adanya kepastian mengenai kapan perbaikan jalan akan dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga menegaskan, perbaikan jalan bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami juga meminta pak Bupati untuk melakukan sidak aktivitas tambang. Kami menduga aktivitas pertambangan itu tidak sesuai izin dan realisasi di lapangan. Jangan sampai warga bertindak bodoh. Yang jelas kami ingin ada kepastian kapan jalan ini diperbaiki,” ujar warga lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan tersebut menjadi pengingat bagi pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur dilakukan secara merata. Masyarakat Hegarmanah dan Cicantayan berharap janji peningkatan kualitas jalan tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui perbaikan nyata di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga kini menunggu langkah konkret pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum DPU untuk menjawab keluhan sekaligus memenuhi harapan masyarakat terhadap akses jalan yang layak dan aman digunakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalan-cicantayan-hegarmanah-rusak-parah-mobilitas-armada-tambang-dan-ternak-ayam-diduga-jadi-penyebab-warga-minta-bupati-sidak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Cilampahan Tandu Pasien Sejauh 6 Kilometer, Demi Bertahan Hidup di Tengah Jalan Rusak dan Gelap</title>
		<link>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2026 15:38:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[6 Kilometer]]></category>
		<category><![CDATA[Bertahan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kondisi Gelap]]></category>
		<category><![CDATA[Tandu Warga Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Cilampahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66259</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/" title="Warga Cilampahan Tandu Pasien Sejauh 6 Kilometer, Demi Bertahan Hidup di Tengah Jalan Rusak dan Gelap" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Malam belum benar-benar larut ketika sekelompok warga Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, berjalan beriringan menembus gelap. Cahaya lampu senter seadanya menjadi penerang di tengah jalan tanah yang rusak, Rabu (27/5).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di pundak mereka, seorang pasien terbaring di atas tandu sederhana. Langkah demi langkah dilakukan dengan hati-hati. Sesekali mereka berhenti untuk mengatur napas sebelum kembali melanjutkan perjalanan menuju titik tempat ambulans menunggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemandangan memilukan itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Facebook milik Tumang Wijaya Kusumah dan ramai diperbincangkan warganet. Video berdurasi singkat tersebut memperlihatkan bagaimana warga harus bergotong royong membawa pasien menuju rumah sakit karena kendaraan tidak bisa masuk ke kampung akibat kondisi jalan yang rusak parah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut keterangan dalam video, warga Kampung Cilampahan yang hendak mendapatkan penanganan medis, baik siang maupun malam, harus ditandu sejauh kurang lebih enam kilometer untuk mencapai jalan yang bisa dilalui kendaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ambulans maupun kendaraan lainnya biasanya hanya dapat menunggu di jalan utama. Sementara pasien harus melewati jalur rusak dengan bantuan warga secara manual.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Masih tentang proses membawa pasien yang akan menuju ke rumah sakit dari Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jabar Istimewa. Di Jawa Barat, lain di Kalimantan, lain di Papua, di Jawa Barat, sangat mengkhawatirkan,” ujar Tumang dalam unggahannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi warga setempat, kondisi tersebut bukan lagi kejadian luar biasa. Situasi itu disebut sudah menjadi kenyataan yang kerap mereka hadapi ketika ada warga sakit dan membutuhkan pertolongan medis darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gotong royong menjadi satu-satunya harapan. Di tengah keterbatasan akses, warga bahu membahu memastikan pasien bisa sampai ke ambulans dan memperoleh penanganan di rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video itu pun memunculkan keprihatinan publik. Warga berharap pemerintah daerah, baik pemerintah kabupaten maupun provinsi, segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka mendambakan akses jalan yang layak agar masyarakat tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/warga-cilampahan-tandu-pasien-sejauh-6-kilometer-demi-bertahan-hidup-di-tengah-jalan-rusak-dan-gelap/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ditandu Sarung, Warga Cidahu Berjuang Lewati Jalan Rusak Demi Berobat</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ditandu-sarung-warga-cidahu-berjuang-lewati-jalan-rusak-demi-berobat/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ditandu-sarung-warga-cidahu-berjuang-lewati-jalan-rusak-demi-berobat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 10:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Tanjungsari]]></category>
		<category><![CDATA[Ditandu Sarung]]></category>
		<category><![CDATA[Hendak Berobat]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Jampangtengah Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Jampangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Sakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65008</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ditandu-sarung-warga-cidahu-berjuang-lewati-jalan-rusak-demi-berobat/" title="Ditandu Sarung, Warga Cidahu Berjuang Lewati Jalan Rusak Demi Berobat" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah video yang viral di media sosial memperlihatkan potret perjuangan warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, saat membawa seorang pasien menuju rumah sakit dengan cara ditandu menggunakan kain sarung. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) dan langsung memantik perhatian publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video berdurasi singkat itu, tampak beberapa warga berjalan perlahan menyusuri jalan yang rusak. Mereka bergantian memikul tandu sederhana dari sarung, berusaha menjaga keseimbangan. Di ujung jalan sudah menanti ambulan desa yang terpaksa harus menungguinya. Ambulan tersebut tertahan karena rusaknya kondisi jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suara dalam video tersebut juga menyampaikan harapan dan keluhan warga kepada pemerintah.</p>
<p>“Saya selaku warga Desa Tanjungsari bade nyuhunkan perhatian kanggo Gubernur Jawa Barat, Bapak KDM atau Bapak Aing, juga kepada Bapak Bupati Sukabumi, Bapak Asep Jafar. Ini ruas jalan kabupaten, penghubung Desa Tanjungsari dengan Desa Bojongtipar,” ujar perekam video.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi jalan yang rusak tersebut digambarkan bukan sekadar retak atau berlubang biasa. Di beberapa titik, badan jalan tampak tergerus, menyisakan jalur sempit yang sulit dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat. Saat hujan turun, permukaan jalan berubah menjadi lumpur tebal yang licin, membuat aktivitas warga menjadi terhambat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi masyarakat setempat, jalan itu bukan hanya penghubung antar desa, tetapi juga menjadi jalur vital menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, hingga pusat ekonomi. Ketika akses tersebut terganggu, dampaknya terasa langsung, terutama dalam situasi darurat seperti yang terekam dalam video.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini menjadi gambaran nyata bahwa di tengah perkembangan pembangunan, masih ada wilayah yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Harapan warga pun sederhana—akses jalan yang layak, agar perjalanan menuju layanan kesehatan tidak lagi menjadi perjuangan yang penuh risiko.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ditandu-sarung-warga-cidahu-berjuang-lewati-jalan-rusak-demi-berobat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Rusak di Nyalindung Viral, Warga Luapkan Kekesalan: “Harus Koprol Dulu Baru Diperbaiki”</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-di-nyalindung-viral-warga-luapkan-kekesalan-harus-koprol-dulu-baru-diperbaiki/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-di-nyalindung-viral-warga-luapkan-kekesalan-harus-koprol-dulu-baru-diperbaiki/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 03:23:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Nyalindung]]></category>
		<category><![CDATA[Luapan Kekesalan]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Kesal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=64618</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalan-rusak-di-nyalindung-viral-warga-luapkan-kekesalan-harus-koprol-dulu-baru-diperbaiki/" title="Jalan Rusak di Nyalindung Viral, Warga Luapkan Kekesalan: “Harus Koprol Dulu Baru Diperbaiki”" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan yang turun beberapa waktu terakhir seolah mempertegas luka lama di ruas jalan penghubung empat desa di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Lumpur menggenang, batu-batu tajam mencuat dari permukaan, dan sisa-sisa aspal yang terkelupas menjadi saksi bisu betapa jalan itu telah lama terabaikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 1 menit 22 detik viral di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang perempuan yang tengah mengendarai sepeda motor tak mampu lagi menahan kekesalannya. Ia berhenti di tengah jalan rusak, lalu meluapkan unek-unek yang selama ini dipendam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan nada kesal bercampur lelah, ia menyampaikan bahwa upaya untuk menyuarakan kondisi jalan tersebut sudah dilakukan berkali-kali, namun tak kunjung mendapat perhatian luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aneh, sudah beberapa kali diviralkan tapi tidak pernah viral. Masa harus sewa artis dulu?” ujarnya dalam video.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jalan yang dikeluhkan itu bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi penghubung penting bagi empat desa sekaligus, yakni Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, dan Sukamaju. Namun alih-alih menjadi jalur mobilitas yang layak, jalan tersebut justru berubah menjadi lintasan yang menyulitkan, terutama saat musim hujan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perempuan itu bahkan menyindir kondisi yang dianggap tak masuk akal. Dengan bahasa yang lugas dan penuh emosi, ia mempertanyakan sampai kapan warga harus bertahan dalam kondisi seperti itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami harus bagaimana? Jalan ini dari zaman Marwan Hamami belum juga diperbaiki. Apa harus merangkak? Harus telanjang sambil koprol? Kami sudah lelah,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan itu tak berhenti di situ. Ia juga menyinggung kewajiban warga yang tetap berjalan, termasuk dalam hal pembayaran pajak. Baginya, ada ketimpangan antara kewajiban yang dipenuhi masyarakat dengan hak yang belum dirasakan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Padahal warga aktif bayar pajak, kenapa jalannya seperti ini?” keluhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suara dalam video tersebut rupanya mewakili keresahan banyak warga lainnya. A. Ahmad, salah seorang warga setempat, membenarkan bahwa kondisi jalan di wilayah itu memang sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, menurutnya, kerusakan terjadi hampir di sepanjang ruas jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengaku kesulitan mengidentifikasi titik lokasi yang muncul dalam video viral tersebut, karena hampir seluruh bagian jalan memiliki kondisi yang serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Saya kurang hafal titik pastinya, karena hampir semuanya rusak. Jalannya seperti sungai yang tidak ada airnya,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi warga, jalan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. Dari jalan itulah aktivitas ekonomi bergerak, anak-anak pergi ke sekolah, hingga akses menuju layanan kesehatan bergantung. Ketika jalan rusak, maka seluruh sendi kehidupan ikut tersendat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini, video tersebut telah menyebar luas dan menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar menyuarakan keprihatinan sekaligus mendesak adanya perhatian serius dari pihak berwenang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah derasnya arus informasi digital, suara warga dari pelosok Nyalindung akhirnya menemukan jalannya. Namun pertanyaannya, apakah kali ini keluhan itu benar-benar akan sampai dan berujung pada perubahan nyata, atau kembali tenggelam seperti sebelumnya</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-di-nyalindung-viral-warga-luapkan-kekesalan-harus-koprol-dulu-baru-diperbaiki/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cikujang Blokir Akses Tambang</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-tak-kunjung-diperbaiki-warga-cikujang-blokir-akses-tambang/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-tak-kunjung-diperbaiki-warga-cikujang-blokir-akses-tambang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2026 10:35:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Ativitas Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Blokir Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cikujang]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gunungguruh Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=64161</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalan-rusak-tak-kunjung-diperbaiki-warga-cikujang-blokir-akses-tambang/" title="Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Cikujang Blokir Akses Tambang" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPEN.ID</span> |</strong> Warga Kampung Legok Nyenang, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, meluapkan kekecewaannya dengan melakukan aksi penutupan jalan pada Sabtu (4/4/2026). Mereka membentangkan ban bekas di tengah jalan utama sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang yang dinilai merugikan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi tersebut berdampak langsung pada operasional kendaraan pengangkut material tambang. Sejumlah truk terpaksa berhenti di tepi jalan, sementara warga berjaga untuk memastikan tidak ada kendaraan yang melintas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemicu aksi ini disebut berawal dari janji pihak perusahaan tambang yang akan melakukan pengaspalan jalan sebelum Lebaran. Namun hingga waktu yang dijanjikan terlewati, perbaikan jalan tak kunjung terealisasi. Kondisi jalan yang rusak parah bahkan disebut telah menyebabkan sejumlah kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami hanya menagih janji. Katanya sebelum Lebaran jalan akan diaspal, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ujar salah seorang warga dalam video yang beredar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Saat hujan turun, air bercampur lumpur kerap meluap ke permukiman, yang diduga berasal dari aktivitas tambang di sekitar wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Camat Gunungguruh, Kusyana, membenarkan adanya aksi dan keluhan warga tersebut. Ia menyebut pemerintah setempat telah menerima laporan dari Penjabat Kepala Desa Cikujang terkait tuntutan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Warga meminta kejelasan terkait janji pengaspalan jalan yang belum dipenuhi. Ini akan kami bahas bersama pihak terkait,” kata Kusyana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, pihaknya juga telah menyampaikan keluhan masyarakat terkait dampak lingkungan kepada perusahaan agar segera ditindaklanjuti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Kusyana, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah tersebut diketahui telah memiliki izin resmi. Namun, urusan perizinan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap ada solusi cepat agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan tidak merugikan masyarakat,” pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-tak-kunjung-diperbaiki-warga-cikujang-blokir-akses-tambang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyak Pengusaha Kayu Abaikan Aturan, Jalan Desa Cidolog-Cilutung- Cibodas Rusak</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banyak-pengusaha-kayu-abaikan-aturan-jalan-desa-cidolog-cilutung-cibodas-rusak/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banyak-pengusaha-kayu-abaikan-aturan-jalan-desa-cidolog-cilutung-cibodas-rusak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 14:54:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Abaikan Aturan]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cidolog]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kendaraan Roda Enam]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Kayu]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha Nakal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=62533</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banyak-pengusaha-kayu-abaikan-aturan-jalan-desa-cidolog-cilutung-cibodas-rusak/" title="Banyak Pengusaha Kayu Abaikan Aturan, Jalan Desa Cidolog-Cilutung- Cibodas Rusak" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Warga Desa Cidolog, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kondisi jalan desa lintas Cilutung Kadubengkung. Terutama pada titik terparah yaitu pertigaan Cimahi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi tersebut sering dijadikan terminal penyimpanan kayu gelondongan. Dampaknya jalan rusak akibat sering dilewati oleh kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga menuju pusat pemerintahan desa. Kondisinya saat ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Dengan permukaan jalan yang tidak rata, bergelombang dan berlubang membuat banyak pengguna mengeluh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut salah satu warga AM (70) yang tidak mau disebutkan jati dirinya kepada Lingkarpena.id mengatakan, kerusakan jalan akibat bebasnya kendaraan roda enam (truk dobel) masuk lokasi. Truk ODOL yang bebannya melebihi batas jelas menimbulkan tekanan berlebih pada permukaan jalan, sehingga mudah terjadi kereretakan dan jalan gampang berlubang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya, apalagi jika musim hujan datang, menyebabkan sumbatan, air mengalir tidak lancar sehingga air berubah jalur ketengah jalan, akibat saluran air tertutup gelondongan kayu,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut juga berdampak pada deformasi struktur perkerasan jalan, sehingga berbahaya bagi pengguna kendaraan kecil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu kemudian, kerusakan jalan akibat ODOL dapat memperpendek umur layanan jalan hingga 50%. Jelas kondisi ini memakan biaya perawatan meningkat. Kerusakan jalan memerlukan biaya perawatan yang lebih besar, sehingga membebani anggaran Dana Desa (DD).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti diketahui bersama dengan adanya epesiensi anggaran untuk pembagunan jalan tahun ini hanya dicanangkan kurang lebih 90 juta. &#8220;Sangat jelas, akibat aktivitas para pelaku usaha memberikan dampak pada pembagunan jalan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Coba lihat kondisi jalan saat ini, siapa yang akan menanggung?. Cobalah hargai warga masyarakat peguna jalan lainnya. Lewat jalan ini kan, setiap hari para orang tua antar jemput sekolah anak-anaknya. Jika terjadi kecelakaan akibat  jalan rusak siapa yang menjamin?&#8221; tutur AM.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya minta kepada pemerintah, agar ada upaya penegakan hukum yang lebih tegas. Pemdes perlu memberlakukan sanksi tegas bagi pelanggar ODOL apalagi jika Perdesnya sudah ada,&#8221; tandasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu Kepala Desa Cidolog, Dasep, saat dihubungi lewat sambungan telepon  mengatakan, dengan adanya reaksi dari warga masyarakat terkait jalan Desa lintas Cilutung, Cibodas, Kadubengkung, memang semestinya para pelaku usaha dan pemilik mobil roda enam harus taat aturan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dalam Peraturan Desa (Perdes), kendaraan roda enam hanya sampai pertigaan SMP Cidolog berbatasan dengan Jalan Provinsi,&#8221; jelas Dasep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pesan saya pada warga masyarakat, tetap jaga stabilitas dan kondusifitas agar jalan tetap terpelihara dengan baik taati peraturan yang sudah dibuat sebagai pegangan,&#8221; singkatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banyak-pengusaha-kayu-abaikan-aturan-jalan-desa-cidolog-cilutung-cibodas-rusak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Rusak Jadi Keluhan, Akses Menuju Wisata Karang Gantung Surade Perlu Perhatian Serius</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-jadi-keluhan-akses-menuju-wisata-karang-gantung-surade-perlu-perhatian-serius/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-jadi-keluhan-akses-menuju-wisata-karang-gantung-surade-perlu-perhatian-serius/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2026 13:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Karang Gantung]]></category>
		<category><![CDATA[Perlu Perbaikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=62408</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalan-rusak-jadi-keluhan-akses-menuju-wisata-karang-gantung-surade-perlu-perhatian-serius/" title="Jalan Rusak Jadi Keluhan, Akses Menuju Wisata Karang Gantung Surade Perlu Perhatian Serius" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Karang Gantung, salah satu objek wisata alam yang berada di Desa Pasiripis, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dikenal memiliki panorama menawan yang memikat banyak pengunjung. Lokasinya yang berada satu hamparan dengan Pangkalan Satuan Radar (Satrad) 402 Cibalimbing membuat kawasan ini semakin unik dan memiliki daya tarik tersendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keindahan alam Karang Gantung bahkan kerap disebut-sebut sebagai “Tanah Lot”-nya Sukabumi, karena menyuguhkan pemandangan tebing karang yang eksotis berpadu dengan hamparan laut selatan yang memanjakan mata. Karang Gantung sendiri berada di wilayah perbatasan Kecamatan Ciracap dan Kecamatan Surade.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun sayangnya, pesona alam yang luar biasa itu tidak didukung dengan akses jalan yang memadai. Kondisi jalan menuju lokasi wisata dinilai rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat pengunjung merasa “tersiksa” saat hendak menuju kawasan wisata tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejumlah pengunjung yang datang mengaku harus ekstra hati-hati saat melewati jalur menuju Karang Gantung. Bahkan kendaraan roda empat tidak dapat mencapai titik lokasi wisata. Pengunjung yang ingin menikmati keindahan Karang Gantung harus melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek yang tersedia di sekitar kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pemandangannya luar biasa indah, tapi jalannya parah sekali. Kalau musim hujan begini licin dan banyak yang rusak. Kita jadi deg-degan sepanjang jalan,” ujar Rian (29), salah seorang pengunjung asal Surade, saat ditemui di lokasi, Minggu (15/2/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan serupa juga disampaikan oleh pengunjung lainnya, Siti (34) asal Kecamatan Ciracap. Ia mengaku perjalanan menuju Karang Gantung cukup melelahkan karena kondisi jalan yang bergelombang dan berlumpur,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau sudah sampai memang terbayar, cantik banget. Tapi aksesnya bikin kapok. Harusnya jalan diperbaiki supaya wisata ini bisa lebih ramai,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak sedikit pula pengunjung yang menyebut Karang Gantung sebagai destinasi yang membuat rindu, namun sekaligus menyimpan tantangan berat karena buruknya akses jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau jalannya bagus, saya yakin Karang Gantung bisa jadi wisata unggulan Sukabumi selatan. Sayang sekali potensinya besar tapi belum digarap maksimal,” ungkap Dedi (41), wisatawan lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain persoalan infrastruktur jalan, status kawasan wisata Karang Gantung juga menjadi perhatian. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa kawasan tersebut masih berada dalam kepemilikan perusahaan. Hal itu membuat pengelolaan wisata memerlukan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemilik kawasan dan stakeholder terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengembangan wisata Karang Gantung dinilai membutuhkan terobosan dan keberanian dari pemangku kebijakan, terutama dalam membangun kerja sama agar akses jalan dan fasilitas pendukung bisa ditingkatkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika infrastruktur menuju lokasi dapat diperbaiki, Karang Gantung diyakini mampu menjadi destinasi unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, sekaligus meningkatkan daya tarik wisata Sukabumi bagian selatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kondisi saat ini, Karang Gantung tetap menjadi “surga tersembunyi” yang indah, namun masih menyimpan pekerjaan rumah besar dalam hal aksesibilitas yang layak bagi wisatawan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-jadi-keluhan-akses-menuju-wisata-karang-gantung-surade-perlu-perhatian-serius/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral di Facebook, Kondisi Pasar Surade Dikeluhkan Warga: Jalan Rusak, Becek dan Sampah Berserakan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/viral-di-facebook-kondisi-pasar-surade-dikeluhkan-warga-jalan-rusak-becek-dan-sampah-berserakan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/viral-di-facebook-kondisi-pasar-surade-dikeluhkan-warga-jalan-rusak-becek-dan-sampah-berserakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2026 13:26:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Keluhan Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Sampah Berserakan]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Facebook]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=62071</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/viral-di-facebook-kondisi-pasar-surade-dikeluhkan-warga-jalan-rusak-becek-dan-sampah-berserakan/" title="Viral di Facebook, Kondisi Pasar Surade Dikeluhkan Warga: Jalan Rusak, Becek dan Sampah Berserakan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kondisi Pasar Surade, Kabupaten Sukabumi, menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi singkat viral di media sosial Facebook. Video tersebut diunggah oleh akun Rina Cahya Pratama, yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi infrastruktur dan kebersihan pasar terbesar di wilayah Pajampangan itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video yang beredar, Rina menyoroti kondisi pasar yang dinilai kumuh, jorok, serta jalanan yang rusak dan becek. Ia juga menyinggung adanya pungutan kepada para pedagang namun tidak diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jalannya tawihwel, belok, becrek. Inilah pasar kita punya. Yang setiap paginya dipungutin Rp2.000 sampai sok diudag-udag parkirnya,” ucap Rina dalam video tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan pasar dan berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sok atuh viralin, sok atuh bareng-bareng. Jangan sampai barala, sampah bersarakan di mana-mana,” lanjutnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Kepala UPTD Pasar Surade, Nandang, saat dihubungi lingkarpena.id membenarkan bahwa kondisi kebersihan pasar saat ini memang belum maksimal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Terima kasih, terkait masalah kebersihan pasar memang kami akui belum terbilang baik. Kami dari pasar juga selalu menghimbau ke pengelola kebersihan,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nandang juga menjelaskan bahwa persoalan jalan dan drainase di kawasan pasar sudah diajukan untuk diperbaiki. Ia menyebut perbaikan tersebut akan segera direalisasikan oleh Dinas Perdagangan dan Industri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Masalah jalan dan drainase sudah kami ajukan. Insya Allah dalam waktu dekat ini akan segera direalisasikan oleh Dinas Perdagangan dan Industri,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Ketua Persatuan Warga Pasar (Perwapas) Surade, Rudiana Marvel, mengungkapkan bahwa kondisi infrastruktur pasar terutama jalan lingkungan memang perlu penanganan segera. Ia berharap pemerintah daerah dapat menjadikan perbaikan tersebut sebagai prioritas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami berharap ke depannya ada perbaikan di semua bidang,” singkat Rudiana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Viralnya video tersebut menjadi perhatian masyarakat luas dan diharapkan dapat mendorong percepatan pembenahan infrastruktur serta peningkatan kebersihan Pasar Surade demi kenyamanan pedagang maupun pengunjung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/viral-di-facebook-kondisi-pasar-surade-dikeluhkan-warga-jalan-rusak-becek-dan-sampah-berserakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jalan Rusak Berat di Kabupaten Sukabumi Capai 507 Kilometer, Butuh Rp1,3 Triliun untuk Capai Kemantapan 80 Persen</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-berat-di-kabupaten-sukabumi-capai-507-kilometer-butuh-rp13-triliun-untuk-capai-kemantapan-80-persen/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-berat-di-kabupaten-sukabumi-capai-507-kilometer-butuh-rp13-triliun-untuk-capai-kemantapan-80-persen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 11:46:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PEMERINTAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pekerjaan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=59553</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jalan-rusak-berat-di-kabupaten-sukabumi-capai-507-kilometer-butuh-rp13-triliun-untuk-capai-kemantapan-80-persen/" title="Jalan Rusak Berat di Kabupaten Sukabumi Capai 507 Kilometer, Butuh Rp1,3 Triliun untuk Capai Kemantapan 80 Persen" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi memaparkan kondisi terkini infrastruktur jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Dari total panjang 1.424,36 kilometer jalan kabupaten, tercatat 507,6 kilometer atau 35,63 persen berada dalam kondisi rusak berat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menyebutkan bahwa anggaran pembangunan dan pemeliharaan jalan pada tahun 2025 telah dialokasikan sebesar Rp149,89 miliar. Namun jumlah tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal jika pemerintah daerah ingin mencapai kondisi kemantapan jalan hingga 80 persen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Untuk mencapai kemantapan minimal 80 persen, kebutuhan anggaran kita mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Sementara kemampuan fiskal daerah saat ini masih sangat terbatas,” ujar Uus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepanjang tahun 2025, perbaikan jalan di Kabupaten Sukabumi akan didominasi oleh metode hotmix. Menurut Uus, metode tersebut dipilih karena lebih efisien dalam menjangkau banyak titik perbaikan dibandingkan dengan metode pengecoran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Didominasi oleh hotmix, karena pengecoran itu biayanya tinggi, bisa dua kali lipat dari pengaspalan. Kecuali pada ruas-ruas yang memang banyak dilalui angkutan berat, baru kita gunakan metode pengecoran,” jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, Uus mengakui bahwa pengecoran memiliki keunggulan dari sisi durabilitas. Struktur jalan menjadi lebih kuat dan usia layanan lebih panjang, hanya saja pembiayaannya jauh lebih besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jadi dari sisi efisiensi, hotmix memungkinkan kita menjangkau lebih banyak ruas jalan dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data terbaru Dinas PU, kondisi kemantapan jalan di Kabupaten Sukabumi masih cukup rendah. Jalan dengan kategori baik baru mencapai 40,70 persen. Sementara itu, 290,87 kilometer atau 20,41 persen masuk kategori rusak sedang, dan 54,06 kilometer atau 3,79 persen tercatat sebagai rusak ringan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jalan-rusak-berat-di-kabupaten-sukabumi-capai-507-kilometer-butuh-rp13-triliun-untuk-capai-kemantapan-80-persen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
