Jalan Rusak di Nyalindung Viral, Warga Luapkan Kekesalan: “Harus Koprol Dulu Baru Diperbaiki”

FOTO: Salah satu kondisi jalan di wilayah Kecamatan Nyalindung yang membuat warga kesal dan sindir pemerintah.[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Hujan yang turun beberapa waktu terakhir seolah mempertegas luka lama di ruas jalan penghubung empat desa di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Lumpur menggenang, batu-batu tajam mencuat dari permukaan, dan sisa-sisa aspal yang terkelupas menjadi saksi bisu betapa jalan itu telah lama terabaikan.

 

Kondisi tersebut mendadak menjadi sorotan publik setelah sebuah video berdurasi 1 menit 22 detik viral di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang perempuan yang tengah mengendarai sepeda motor tak mampu lagi menahan kekesalannya. Ia berhenti di tengah jalan rusak, lalu meluapkan unek-unek yang selama ini dipendam.

 

Dengan nada kesal bercampur lelah, ia menyampaikan bahwa upaya untuk menyuarakan kondisi jalan tersebut sudah dilakukan berkali-kali, namun tak kunjung mendapat perhatian luas.

Baca juga:  Sinergi KPH Sukabumi dan DPRD Kunjungan Administratur ke Bayu Permana Bahas Isu Lingkungan

 

“Aneh, sudah beberapa kali diviralkan tapi tidak pernah viral. Masa harus sewa artis dulu?” ujarnya dalam video.

 

Jalan yang dikeluhkan itu bukan sekadar akses biasa. Ia menjadi penghubung penting bagi empat desa sekaligus, yakni Desa Cijangkar, Bojongkalong, Bojongsari, dan Sukamaju. Namun alih-alih menjadi jalur mobilitas yang layak, jalan tersebut justru berubah menjadi lintasan yang menyulitkan, terutama saat musim hujan.

 

Perempuan itu bahkan menyindir kondisi yang dianggap tak masuk akal. Dengan bahasa yang lugas dan penuh emosi, ia mempertanyakan sampai kapan warga harus bertahan dalam kondisi seperti itu.

 

“Kami harus bagaimana? Jalan ini dari zaman Marwan Hamami belum juga diperbaiki. Apa harus merangkak? Harus telanjang sambil koprol? Kami sudah lelah,” katanya.

Baca juga:  JTM Soroti Jalan Rusak dan Truk Overload, Pemprov Jabar Diminta Segera Bertindak

 

Keluhan itu tak berhenti di situ. Ia juga menyinggung kewajiban warga yang tetap berjalan, termasuk dalam hal pembayaran pajak. Baginya, ada ketimpangan antara kewajiban yang dipenuhi masyarakat dengan hak yang belum dirasakan.

 

“Padahal warga aktif bayar pajak, kenapa jalannya seperti ini?” keluhnya.

 

Suara dalam video tersebut rupanya mewakili keresahan banyak warga lainnya. A. Ahmad, salah seorang warga setempat, membenarkan bahwa kondisi jalan di wilayah itu memang sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, menurutnya, kerusakan terjadi hampir di sepanjang ruas jalan.

 

Ia mengaku kesulitan mengidentifikasi titik lokasi yang muncul dalam video viral tersebut, karena hampir seluruh bagian jalan memiliki kondisi yang serupa.

 

” Saya kurang hafal titik pastinya, karena hampir semuanya rusak. Jalannya seperti sungai yang tidak ada airnya,” ujarnya.

Baca juga:  Maling Motor di Sukabumi Ditabrak Warga

 

Bagi warga, jalan bukan hanya soal infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan. Dari jalan itulah aktivitas ekonomi bergerak, anak-anak pergi ke sekolah, hingga akses menuju layanan kesehatan bergantung. Ketika jalan rusak, maka seluruh sendi kehidupan ikut tersendat.

 

Kini, video tersebut telah menyebar luas dan menuai beragam tanggapan dari warganet. Sebagian besar menyuarakan keprihatinan sekaligus mendesak adanya perhatian serius dari pihak berwenang.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, suara warga dari pelosok Nyalindung akhirnya menemukan jalannya. Namun pertanyaannya, apakah kali ini keluhan itu benar-benar akan sampai dan berujung pada perubahan nyata, atau kembali tenggelam seperti sebelumnya

Pos terkait