<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nagrak Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/nagrak-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 14 Jun 2026 12:06:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Nagrak Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ribuan Warga Girijaya Terima Bantuan Pangan, Perangkat Desa Curhat Tak Tersentuh Program</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ribuan-warga-girijaya-terima-bantuan-pangan-perangkat-desa-curhat-tak-tersentuh-program/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ribuan-warga-girijaya-terima-bantuan-pangan-perangkat-desa-curhat-tak-tersentuh-program/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2026 11:52:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Bantuan Pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Penerima Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Ribuan Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66892</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ribuan-warga-girijaya-terima-bantuan-pangan-perangkat-desa-curhat-tak-tersentuh-program/" title="Ribuan Warga Girijaya Terima Bantuan Pangan, Perangkat Desa Curhat Tak Tersentuh Program" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebanyak 1.867 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, menerima bantuan pangan dari pemerintah yang disalurkan melalui Perum Bulog, Minggu (14/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bantuan yang diberikan berupa beras dan minyak goreng untuk membantu meringankan beban masyarakat di tengah tingginya harga kebutuhan pokok. Sejak pagi, warga berdatangan ke lokasi penyaluran dengan tertib sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pemerintah desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Seksi Kesejahteraan (Kesra) Desa Girijaya, Nendi, mengatakan bahwa program bantuan pangan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama bagi keluarga yang saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bantuan ini sangat berarti bagi warga. Dengan kondisi harga pangan yang masih cukup tinggi, beras dan minyak goreng menjadi kebutuhan utama yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Nendi, setiap penerima memperoleh dua karung beras dengan total berat 20 kilogram serta 4 liter minyak goreng. Seluruh proses distribusi berjalan lancar berkat keterlibatan perangkat desa yang turut membantu melayani masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah penyaluran berjalan tertib dan tidak terjadi antrean yang menumpuk. Semua perangkat desa ikut turun tangan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun di balik kelancaran distribusi bantuan tersebut, muncul cerita lain dari para perangkat desa yang bertugas di lapangan. Di sela-sela kesibukan melayani warga, sejumlah perangkat desa mengaku tidak pernah masuk dalam kategori penerima bantuan sosial meskipun kondisi ekonomi mereka tidak selalu lebih baik dibanding sebagian masyarakat penerima manfaat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang perangkat desa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa tingginya biaya hidup saat ini juga dirasakan oleh aparatur desa yang penghasilannya masih berada di bawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau melihat kondisi sekarang, kami juga merasakan beratnya kebutuhan hidup. Tidak semua perangkat desa hidup berkecukupan, bahkan ada yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai, sistem penilaian berdasarkan desil dan kepemilikan aset yang digunakan dalam pendataan bantuan sosial terkadang tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Banyak perangkat desa yang secara administrasi dianggap mampu karena masuk desil tinggi. Padahal kenyataannya tidak selalu seperti itu. Ada yang penghasilannya pas-pasan, tetapi tetap tidak bisa mengakses bantuan,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, para perangkat desa tetap berkomitmen menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Mereka berharap ke depan mekanisme pendataan penerima bantuan dapat lebih memperhatikan kondisi nyata masyarakat, termasuk kalangan aparatur desa yang memiliki keterbatasan ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketahanan pangan keluarga penerima manfaat sekaligus mengurangi beban pengeluaran rumah tangga di tengah situasi ekonomi yang masih menantang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ribuan-warga-girijaya-terima-bantuan-pangan-perangkat-desa-curhat-tak-tersentuh-program/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pekerja Bangunan Terjepit Reruntuhan Saat Renovasi Minimarket di Nagrak, Evakuasi Hampir Dua Jam</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pekerja-bangunan-terjepit-reruntuhan-saat-renovasi-minimarket-di-nagrak-evakuasi-hampir-dua-jam/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pekerja-bangunan-terjepit-reruntuhan-saat-renovasi-minimarket-di-nagrak-evakuasi-hampir-dua-jam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 22 May 2026 13:55:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Bangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Minimarket]]></category>
		<category><![CDATA[Tertimbun Teruntuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66042</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pekerja-bangunan-terjepit-reruntuhan-saat-renovasi-minimarket-di-nagrak-evakuasi-hampir-dua-jam/" title="Pekerja Bangunan Terjepit Reruntuhan Saat Renovasi Minimarket di Nagrak, Evakuasi Hampir Dua Jam" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kecelakaan kerja terjadi di lokasi proyek pelebaran sebuah minimarket di Kampung Sinagar, RT 001/003, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) petang. Seorang pekerja bangunan dilaporkan mengalami luka serius setelah tertimpa material tembok yang roboh saat aktivitas pembangunan berlangsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban diketahui bernama Syaripudin (42), warga Kampung Palasari, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda. Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban sedang bekerja di area proyek. Tiba-tiba, bagian tembok bangunan ambruk dan menjepit kedua kaki korban hingga sulit dievakuasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi di lokasi sempat membuat panik para pekerja lainnya dan warga sekitar. Upaya penyelamatan awal dilakukan secara manual, namun besarnya reruntuhan membuat korban belum dapat segera dikeluarkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak lama kemudian, sejumlah petugas gabungan tiba di lokasi, mulai dari BPBD/P2BK, Damkar, aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan Puskesmas, Tagana hingga perangkat desa. Proses penyelamatan berlangsung penuh kehati-hatian untuk menghindari cedera yang lebih parah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas pemadam kebakaran bersama tim BPBD harus membongkar bagian bawah tembok menggunakan alat pemotong dan peralatan manual agar posisi kaki korban bisa dibebaskan secara perlahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama proses evakuasi, tenaga medis memberikan pertolongan langsung di lokasi dengan pemasangan infus dan bantuan oksigen untuk menjaga kondisi korban tetap stabil.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah proses yang berlangsung hampir dua jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.45 WIB dalam keadaan sadar. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RS Sekarwangi guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Babinsa Koramil 0607 Nagrak, Serka Khisbuloh, mengatakan seluruh unsur bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk membantu proses penyelamatan korban yang tertimpa reruntuhan. Syukur alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dan segera dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap proyek pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pekerja-bangunan-terjepit-reruntuhan-saat-renovasi-minimarket-di-nagrak-evakuasi-hampir-dua-jam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Longsor Terjang Nagrak, Enam Rumah Terancam</title>
		<link>https://lingkarpena.id/longsor-terjang-nagrak-enam-rumah-terancam/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/longsor-terjang-nagrak-enam-rumah-terancam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 15:25:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Balekambang Nagrak]]></category>
		<category><![CDATA[Enam Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Guyuran Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=64612</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/longsor-terjang-nagrak-enam-rumah-terancam/" title="Longsor Terjang Nagrak, Enam Rumah Terancam" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Kamis (16/4/2026) sore, memicu terjadinya bencana longsor di Kampung Leuwi Peti, RT 03 RW 04, Desa Balekambang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB itu menyebabkan dua titik longsoran yang mengancam permukiman warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Derasnya hujan dengan intensitas tinggi membuat debit air drainase meningkat hingga meluap ke halaman rumah warga. Air yang terus meresap ke tanah tebing akhirnya memicu longsor di dua titik berbeda. Longsor pertama memiliki panjang sekitar 5 meter dengan tinggi 8 meter, sementara longsor kedua yang berada di bawahnya mencapai panjang 10 meter dan tinggi 6 meter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kondisi tersebut membuat enam rumah milik warga yang dihuni oleh 12 kepala keluarga berada dalam ancaman. Selain itu, akses jalan gang di sekitar lokasi juga terdampak. Meski demikian, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Kiky, mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan assessment ke lokasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Saat ini fokus kami adalah memastikan keselamatan warga dan percepatan penanganan material longsoran,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah kondisi tanah yang masih labil, warga bersama petugas mulai melakukan pembersihan material longsor secara bertahap. Aktivitas tersebut dilakukan dengan penuh kehati-hatian guna menghindari longsor susulan, mengingat cuaca masih berpotensi hujan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kiky menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi pembersihan material longsor serta penanganan darurat untuk menahan pergerakan tanah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami membutuhkan kawat bronjong, karung plastik, serta pipa PVC berdiameter 10 inci untuk normalisasi drainase agar aliran air tidak kembali menggerus tebing,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Warga diimbau tetap siaga, terutama yang tinggal di dekat tebing atau aliran air. Jika terjadi hujan dengan durasi lama, sebaiknya segera mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga saat ini, proses pembersihan material longsor masih terus dilakukan. Pemerintah desa bersama unsur terkait juga tengah menyiapkan laporan kejadian serta pengajuan bantuan ke BPBD Kabupaten Sukabumi guna percepatan penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di balik peristiwa ini, semangat gotong royong warga kembali terlihat. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu membersihkan material longsoran, menjaga harapan agar kampung mereka tetap aman dari ancaman bencana susulan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/longsor-terjang-nagrak-enam-rumah-terancam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Warga di Nagrak Ambruk Diguyur Hujan, BPBD Lakukan Assessment Cepat</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rumah-warga-di-nagrak-ambruk-diguyur-hujan-bpbd-lakukan-assessment-cepat/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rumah-warga-di-nagrak-ambruk-diguyur-hujan-bpbd-lakukan-assessment-cepat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Feb 2026 15:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kab Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Guyuran Hujan]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[P2BK Nagrak]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=62850</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rumah-warga-di-nagrak-ambruk-diguyur-hujan-bpbd-lakukan-assessment-cepat/" title="Rumah Warga di Nagrak Ambruk Diguyur Hujan, BPBD Lakukan Assessment Cepat" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah rumah warga di Kampung Cireundeu RT 02 RW 02, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan dengan intensitas sedang turun cukup lama dan mengakibatkan bagian atap rumah roboh.</p>
<p>Petugas P2BK Nagrak dari BPBD Kabupaten Sukabumi langsung melakukan assessment ke lokasi setelah menerima laporan dari Pemerintah Desa Girijaya.</p>
<p>Rumah milik Ibu Ipah yang dihuni dua kepala keluarga dengan empat jiwa itu mengalami rusak berat dan tidak dapat ditempati. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.</p>
<p>P2BK Nagrak, Miky, menjelaskan bahwa penyebab ambruknya rumah diduga karena kondisi kayu penyangga atap yang sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban air hujan yang turun cukup lama.</p>
<p>“Peristiwa terjadi saat hujan dengan durasi yang cukup panjang. Kondisi kayu atap rumah sudah lapuk, sehingga tidak kuat menopang beban dan akhirnya ambruk. Alhamdulillah tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujarnya kepada lingkarpena. id, Jumat ( 27/2/2026 )</p>
<p>Saat ini, pemilik rumah untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Berdasarkan hasil assessment, bangunan dinyatakan rusak berat dan membahayakan jika tetap dibiarkan berdiri.</p>
<p>“Kami telah melaporkan hasil assessment ke BPBD Kabupaten Sukabumi serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Girijaya. Kami juga merekomendasikan agar pihak keluarga segera mengajukan proposal bantuan ke Dinas Sosial, Baznas, maupun Perkim,” tambah Miky.</p>
<p>Rencananya, sisa bangunan yang masih berdiri akan dibongkar secara menyeluruh guna menghindari potensi bahaya susulan.</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat di lokasi antara lain Pemerintah Desa Girijaya, Babinsa Desa Girijaya, serta Satpol PP Kecamatan Nagrak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rumah-warga-di-nagrak-ambruk-diguyur-hujan-bpbd-lakukan-assessment-cepat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kasdim 0607 Sukabumi Hadiri Grand Opening Svarga by Samsara Hadirkan Cita Rasa Tradisional dalam Nuansa Modern</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kasdim-0607-sukabumi-hadiri-grand-opening-svarga-by-samsara-hadirkan-cita-rasa-tradisional-dalam-nuansa-modern/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kasdim-0607-sukabumi-hadiri-grand-opening-svarga-by-samsara-hadirkan-cita-rasa-tradisional-dalam-nuansa-modern/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2025 11:54:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KULINER]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Opening]]></category>
		<category><![CDATA[Kasdim 0607 Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Mantan Wapres KH. Ma'ruf Amin]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Svarga by Samsara]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Agama RI]]></category>
		<category><![CDATA[Wamen Perindustrian RI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=58321</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kasdim-0607-sukabumi-hadiri-grand-opening-svarga-by-samsara-hadirkan-cita-rasa-tradisional-dalam-nuansa-modern/" title="Kasdim 0607 Sukabumi Hadiri Grand Opening Svarga by Samsara Hadirkan Cita Rasa Tradisional dalam Nuansa Modern" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kepala Staf Kodim 0607 Kota Sukabumi Mayor Inf. Hendra Bagus Arioko, turut  menghadiri kegiatan Grand Opening Svarga by Samsara, sebuah destinasi kuliner baru yang mengusung konsep perpaduan antara cita rasa klasik Nusantara dengan sentuhan modern.</p>
<p>Acara peresmian tersebut berlangsung di Jalan Raya Nagrak–Cisarua, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu, 1 November 2025.</p>
<p>Menjadi istimewa, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (mantan Wakil Presiden RI ke-13). Hadir pula Faisol Riza (Wakil Menteri Perindustrian RI), Zainut Tauhid Ta’adi (mantan Wakil Menteri Agama RI sekaligus pemilik Svarga by Samsara), Zainul Mutasichin (Anggota DPR RI F-PKB), Rifki Faradi (Anggota DPD RI), Ir. Agus Samsul (Anggota DPRD Kota Sukabumi F-PKB), H. Andreas, S.E. (Wakil Bupati Sukabumi), serta unsur Forkopimcam Nagrak,</p>
<p>Dalam sambutannya Zainut Tauhid Ta’adi menyampaikan, bahwa Svarga by Samsara hadir dari tekad untuk menghidupkan kembali nilai tradisi kuliner nusantara di tengah modernisasi.</p>
<p>&#8220;Awalnya lokasi ini hanyalah semak belukar, kini kami tata menjadi tempat kuliner yang nyaman dan bernuansa budaya. Svarga yang berarti surga, kami harapkan dapat memberi kenikmatan bagi siapa pun yang datang,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, S.E. memberikan apresiasi atas berdirinya Svarga by Samsara yang dinilai dapat menumbuhkan sektor UMKM dan membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>“Kehadiran Svarga menjadi bukti bahwa potensi daerah Sukabumi sangat besar. Pemerintah daerah mengundang para investor untuk ikut serta memajukan perekonomian daerah,” tuturnya.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar keberadaan Svarga membawa keberkahan bagi masyarakat Sukabumi.</p>
<p>“Semoga orang-orang yang berkunjung ke Svarga merasakan ketenangan seperti berada di jannah. Tradisi pecah kendi yang dilakukan juga menjadi simbol keberkahan, ketangguhan dan rasa syukur atas perubahan yang baik,” ucap beliau.</p>
<p>Acara ditutup dengan tradisi pecah kendi sebagai simbol pembuka rezeki dan keberkahan bagi usaha yang baru berdiri.</p>
<p>Dengan berdirinya Svarga by Samsara, diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi para pelaku industri kreatif, pemerintah, dan masyarakat, serta memperkuat identitas kuliner tradisional Indonesia di tengah perkembangan zaman.**</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kasdim-0607-sukabumi-hadiri-grand-opening-svarga-by-samsara-hadirkan-cita-rasa-tradisional-dalam-nuansa-modern/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Warga Nagrak Sukabumi Ambruk, Ini Nasib Satu Keluarga?</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rumah-warga-nagrak-sukabumi-ambruk-ini-nasib-satu-keluarga/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rumah-warga-nagrak-sukabumi-ambruk-ini-nasib-satu-keluarga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2025 06:13:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Nagrak]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[P2BK Nagrak]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Satu Keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=57932</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rumah-warga-nagrak-sukabumi-ambruk-ini-nasib-satu-keluarga/" title="Rumah Warga Nagrak Sukabumi Ambruk, Ini Nasib Satu Keluarga?" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, pada Rabu malam (22/10/2025) sekitar pukul 23.00 WIB, menyebabkan satu rumah warga di Kampung Nyenang RT 03/01, Desa Kalaparea, ambruk. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa tersebut.</p>
<p>Rumah milik seorang warga bernama Jajan (1 kepala keluarga, 1 jiwa) roboh total di bagian atap. Saat kejadian, pemilik rumah tengah tertidur di dalam rumah dan sempat tertimpa reruntuhan bangunan. Namun berkat beberapa perabot yang menahan runtuhan, ia berhasil selamat tanpa mengalami luka berarti.</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Miky, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, faktor utama penyebab ambruknya rumah adalah curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama, serta kondisi bangunan yang sudah lapuk.</p>
<p>“Benar, rumah milik Pak Jajan ambruk akibat hujan deras semalam. Bangunan itu semi permanen, dan beberapa tiang penyangganya sudah rapuh. Untungnya saat kejadian warga cepat membantu evakuasi sehingga tidak ada korban jiwa,” ujar Miky saat dikonfirmasi, Kamis (23/10/2025).</p>
<p>Ia menjelaskan, pihaknya bersama unsur terkait seperti pemerintah desa, Unit Reaksi Cepat (URC) PB Desa Kalaparea, Bhabinkamtibmas, serta warga setempat langsung melakukan assessment ke lokasi. Saat ini, masyarakat bergotong-royong membersihkan reruntuhan rumah yang rusak.</p>
<p>“Korban untuk sementara mengungsi ke rumah anaknya yang masih satu kampung. Kami sudah koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sukabumi, BAZNAS, dan Dinas Sosial untuk pengajuan bantuan material bangunan serta kebutuhan dasar,” tambahnya.</p>
<p>Menurut data sementara, peristiwa ini tidak menimbulkan korban luka maupun korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material akibat rumah ambruk total. Rumah tersebut sebelumnya telah diusulkan dalam program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun belum mendapatkan giliran realisasi.</p>
<p>Pihak P2BK Nagrak juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya.</p>
<p>“Kami mengingatkan warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan disertai angin dan petir. Bila rumahnya sudah lapuk, sebaiknya segera diperkuat atau diantisipasi sejak dini,” tutup Miky.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rumah-warga-nagrak-sukabumi-ambruk-ini-nasib-satu-keluarga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Duel dengan Pencuri, Warga Nagrak Sukabumi Alami Luka</title>
		<link>https://lingkarpena.id/duel-dengan-pencuri-warga-nagrak-sukabumi-alami-luka/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/duel-dengan-pencuri-warga-nagrak-sukabumi-alami-luka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Dec 2024 14:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<category><![CDATA[Duel Pencuri]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelaku Curat]]></category>
		<category><![CDATA[Pencurian dengan Kekerasan]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Nagrak]]></category>
		<category><![CDATA[Senjata Tajam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=47518</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/duel-dengan-pencuri-warga-nagrak-sukabumi-alami-luka/" title="Duel dengan Pencuri, Warga Nagrak Sukabumi Alami Luka" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Aksi pencurian dengan kekerasan terjadi di Kampung Ciwarung RT 01/04, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, pada Kamis (26/12/2024) dini hari.</p>
<p>Kawanan pencuri bersenjata tajam itu menyatroni rumah milik Iwan (63) tahun. Iwan menjadi korban pembacokan usai dirinya melakukan perlawanan kepada para tamu tak diundang itu.</p>
<p>Kapolsek Nagrak, Iptu Asep Suhriat, S.H., membenarkan adanya aksi kejahatan tersebut. Menurutnya, kasus tersebut sedang dalam penanganan lebih lanjut. Dan keberadaan pelaku tengah dalam pengejaran aparat.</p>
<p>&#8220;Dalam peristiwa itu korban mengalami luka pada bagian kepala akibat senjata tajam pelaku. Kasus ini sedang kami dalami untuk ditindak lanjut,&#8221; ujar Iptu Asep kepada Lingkar Pena Jumat (27/12).</p>
<p>Kronologis kejadiannya, kata Iptu Asep, pada Jumat (27/12) sekira pukul 02.15 WIB, kawanan pencuri itu masuk rumah milik Iwan melalui jendela depan dengan cara dicongkel.</p>
<p>&#8220;Saat pelaku hendak mengambil handphone, dipergoki oleh anak korban bernama Intan. Lalu Intan berteriak dan terikannya di dengar ayahnya. Saat itu Iwan melakukan perlawanan dan terjadilah perkelahian,&#8221; terang Iptu Asep.</p>
<p>Saat perkelahian terjadi, diduga pelaku membawa senjata tajam, sehingga korban terkena sabetan dan mengalami luka pada bagian kepala.</p>
<p>&#8220;Usai melukai korban para pelaku melarikan diri dan masuk ke kebun yang ada di samping rumah korban. Sementara korban di bawa kerumah sakit Sekarwangi untuk mendapatkan penanganan medis,&#8221; tandas Iptu Asep.</p>
<p>Atas kejadian itu korban meporkan kejadian tersebut ke Polsek Nagrak, dan keberadaan para pelaku tengah dalam pengejaran aparat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/duel-dengan-pencuri-warga-nagrak-sukabumi-alami-luka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Calon Gubernur Jabar Nomor Urut 2 Bareng PDI-P Gelar Jalan Santai di Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/calon-gubernur-jabar-nomor-urut-2-bareng-pdi-p-gelar-jalan-santai-di-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/calon-gubernur-jabar-nomor-urut-2-bareng-pdi-p-gelar-jalan-santai-di-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 12:31:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Calon Gubernur Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Santai]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[PDI Perjuangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=44779</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/calon-gubernur-jabar-nomor-urut-2-bareng-pdi-p-gelar-jalan-santai-di-sukabumi/" title="Calon Gubernur Jabar Nomor Urut 2 Bareng PDI-P Gelar Jalan Santai di Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Calon Gubernur Jawa Barat pasangan nomor urut 2, Jeje Wiradinata-Ronal Surapradja, menggelar kegiatan jalan santai bersama Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Kecamatan Nagrak, tepatnya di Lapang Jelegong, Desa Balekambang, Kabupaten Sukabumi, Minggu (6/10/2024).</p>
<p>Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, di dampingi ketua DPC Kabupaten Sukabumi, Paoji Nurjaman serta Zainul menyampaikan bahwa mesin partai sudah dipanaskan jauh-jauh hari guna mendukung pasangan Jeje-Ronal dan Iyos-Zainul.</p>
<p>&#8220;Kami fokus untuk membawa pak Jeje-Ronal ke Jawa Barat Selatan. Hari ini dimulai di Kabupaten Sukabumi dengan tiga titik, lalu kami akan bergerak ke Cianjur, Garut, dan akhirnya ke Tasikmalaya pada Rabu mendatang. Selanjutnya, Pak Jeje akan langsung menuju Pangandaran,&#8221; kata Ono.</p>
<p>Ono juga mengatakan, dalam kampanye, isu-isu seputar peningkatan derajat kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat menjadi prioritas.</p>
<p>Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Jeje Wiradinata mengungkapkan bahwa kegiatan jalan santai di Nagrak ini sekaligus menjadi ajang untuk lebih dekat dengan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Kami ingin lebih mengenal warga Nagrak dan bersilaturahmi langsung. Dalam kesempatan ini, kami juga menyampaikan beberapa program yang berkaitan dengan pendidikan dan kesehatan,&#8221; ujar Jeje.</p>
<p>Sebagai calon gubernur, lanjut Jeje  pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama dalam menangani isu-isu fundamental seperti pendidikan dan kesehatan.</p>
<p>&#8220;Kami tidak ingin ada anak-anak pintar yang terkendala biaya sehingga tidak bisa melanjutkan pendidikan hingga jenjang yang lebih tinggi. Ini menjadi masalah yang harus kita atasi bersama,&#8221; ungkap Jeje.</p>
<p>Jeje juga menambahkan, bahwa kesehatan merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan yang produktif.</p>
<p>&#8220;Sehat itu penting, karena dengan tubuh yang sehat, kita bisa menjalani berbagai aktivitas dengan lebih optimal. Oleh karena itu, kami mendorong masyarakat untuk rutin berolahraga, seperti kegiatan jalan santai ini,&#8221; katanya.</p>
<p>Terkait target suara di Kabupaten Sukabumi, Jeje berharap mendapat dukungan sebanyak-banyaknya dari masyarakat. &#8220;Kami akan berjuang untuk meraih kemenangan di sini,&#8221; tegas Jeje.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/calon-gubernur-jabar-nomor-urut-2-bareng-pdi-p-gelar-jalan-santai-di-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tersamabar Petir, Satu Rumah di Sukabumi Hangus Terbakar</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tersamabar-petir-satu-rumah-di-sukabumi-hangus-terbakar/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/tersamabar-petir-satu-rumah-di-sukabumi-hangus-terbakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2024 16:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Sambaran Petir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=39804</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tersamabar-petir-satu-rumah-di-sukabumi-hangus-terbakar/" title="Tersamabar Petir, Satu Rumah di Sukabumi Hangus Terbakar" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Akhir akhir ini bencana alam sambaran Petir sering terjadi di Kabupaten Sukabumi bahkan sudah memakan korban jiwa lebih dari dua orang.</p>
<p>Sambaran petir kembali terjadi dan membakar rumah warga Cirendeu Peuntas RT 03/06 Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak. Rumah milik Ibu li, hangus terbakar api akibat sambaran petir.</p>
<p>Berdasarkan informasi dihimpun dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan P2BK Nagrak, Miky mengatakan, peristiwa sambaran petir terjadi sekitar pukul 21;00 wib Kamis malam Jumat barusan.</p>
<p>&#8220;Saat itu di lokasi hujan deras. Kemudian petir menyambar rumah Ibu Li (instalasi listrik) sehingga menimbulkan percikan api dan membesar sehingga terjadi kebakaran,&#8221; ujaar Miky kepada wartawan, Kamis (25/4/24) malam.</p>
<p>Dengan adanya kejadian tersebut Unit Reaksi Cepat dan P2BK segera melakukan koordinasi dengan unsur Forkopimcam berikut petugas PLN guna memutus aliran listrik di lokasi kejadian. Sebab dikhawatirkan api terus menjalar ke rumah-rumah lain.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini meski rumah Ibu Li habis terbakar,&#8221; sambung Miky.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut sedikitnya 17 KWH listrik di 17 rumah warga di Kampung Cirendeu Peuntas, Desa Girijaya dilakukan pemadaman sementara oleh pihak petugas PLN.</p>
<p>Api berhasil dipadamkan setelah petugas Pemadam Kebakaran tiba di lokasi dengan dibantu relawan bencana dari sejumlah unsur yang ada di lokasi kejadian.</p>
<figure id="attachment_39806" aria-describedby="caption-attachment-39806" style="width: 1057px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-39806 " src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-25-at-22.56.09-200x112.jpeg" alt="" width="1057" height="592" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-25-at-22.56.09-200x112.jpeg?v=1714060979 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/04/WhatsApp-Image-2024-04-25-at-22.56.09-640x358.jpeg?v=1714060979 640w" sizes="(max-width: 1057px) 100vw, 1057px" /><figcaption id="caption-attachment-39806" class="wp-caption-text">Petugas pemadam kebakaran saat melakukan pendinginan di lokasi rumah yang terbakar akibat sambaran petir.| ist</figcaption></figure>
<p>&#8220;Untuk kerugian materi atas bencana ini masih dalam taksiran pemdes setempat. Sementara Bu Li dan keluarga lainnya untuk sementara waktu diungsikan ke tempat lain,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Petugas di lokasi juga memberikan himbauan kepada warga lainnya agar meningkatkan kewaspadaan disaat terjadi hujan petir untuk selalu berhati hati.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/tersamabar-petir-satu-rumah-di-sukabumi-hangus-terbakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Telan Korban Jiwa Ambruknya TPT di Nagrak Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/telan-korban-jiwa-ambruknya-tpt-di-nagrak-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/telan-korban-jiwa-ambruknya-tpt-di-nagrak-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 17:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Korban Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[Nagrak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Timpa Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[TPT Ambruk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=36514</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/telan-korban-jiwa-ambruknya-tpt-di-nagrak-sukabumi/" title="Telan Korban Jiwa Ambruknya TPT di Nagrak Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Hujan deras yang mengguyur kawasan Nagrak Kabupaten Sukabumi pada Minggu, 3 Desember 2023 menyebabkan bangunan Tembok Penahan Tanah TPT ambruk dan menimpa rumah warga.</p>
<p>Dalam peristiwa itu dikabarkan pemilik rumah atas nama Mak Encop (51) warga Kampung Pamuruyan RT 02/01 Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, meninggal dunia akibat tertimpa material reruntuhan.</p>
<p>Berdasarkan keterangan Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nagrak, Micky menjelaskan, dalam laporannya, peristiwa itu terjadi sekira pukul 19:32 wib waktu setempat.</p>
<p>&#8220;Berawal hujan yang cukup tinggi kemudian TPT yang berada belakang rumah korban ambruk dan menimpa bagian belakang rumah korban,&#8221; ujar Micky seperti disampaikan Pusdalops -PB BPBD Kabupaten Sukabumi kepada wartawan.</p>
<p>Petugas P2BK bersama sejumlah unsur Muspika Kecamatan Nagrak dan relawan lainnya langsung melakukan evakuasi korban di lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Korban tertimbun reruntuhan saat berada di dapur. Korban langsung dievakuasi secara bersama-sama oleh petugas. Korban sudah meninggal dunia,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dengan adanya kejadian itu petugas juga menghimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terutama di daerah yang rawan bencana longsor. Itu dilakukan mengingat cuaca ekstrem.**</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/telan-korban-jiwa-ambruknya-tpt-di-nagrak-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
