LINGKARPENA.ID | Sebuah rumah warga di Kampung Cireundeu RT 02 RW 02, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, ambruk pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan dengan intensitas sedang turun cukup lama dan mengakibatkan bagian atap rumah roboh.
Petugas P2BK Nagrak dari BPBD Kabupaten Sukabumi langsung melakukan assessment ke lokasi setelah menerima laporan dari Pemerintah Desa Girijaya.
Rumah milik Ibu Ipah yang dihuni dua kepala keluarga dengan empat jiwa itu mengalami rusak berat dan tidak dapat ditempati. Beruntung, tidak ada korban luka maupun jiwa dalam kejadian tersebut.
P2BK Nagrak, Miky, menjelaskan bahwa penyebab ambruknya rumah diduga karena kondisi kayu penyangga atap yang sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan beban air hujan yang turun cukup lama.
“Peristiwa terjadi saat hujan dengan durasi yang cukup panjang. Kondisi kayu atap rumah sudah lapuk, sehingga tidak kuat menopang beban dan akhirnya ambruk. Alhamdulillah tidak ada korban dalam kejadian ini,” ujarnya kepada lingkarpena. id, Jumat ( 27/2/2026 )
Saat ini, pemilik rumah untuk sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Berdasarkan hasil assessment, bangunan dinyatakan rusak berat dan membahayakan jika tetap dibiarkan berdiri.
“Kami telah melaporkan hasil assessment ke BPBD Kabupaten Sukabumi serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Girijaya. Kami juga merekomendasikan agar pihak keluarga segera mengajukan proposal bantuan ke Dinas Sosial, Baznas, maupun Perkim,” tambah Miky.
Rencananya, sisa bangunan yang masih berdiri akan dibongkar secara menyeluruh guna menghindari potensi bahaya susulan.
Dalam penanganan kejadian tersebut, unsur yang terlibat di lokasi antara lain Pemerintah Desa Girijaya, Babinsa Desa Girijaya, serta Satpol PP Kecamatan Nagrak.






