Duka di Leuwi Kopo, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Wisata Bersama Keluarga

Warga saat evakuasi bocah lima tahun yang tenggelam di Leuwi Kopo Desa Cidahu Kecamatan Cibitung, Minggu (17/5) sore.[dok.warga smi]

LINGKARPENA.ID | Suasana duka menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kampung Cimanggu Babakan, Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Minggu (17/5/2026) malam. Tangis keluarga pecah setelah seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Andika Fratama, meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Leuwi Kopo, Desa Cidahu, Kecamatan Cibitung.

 

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat korban tengah berwisata bersama keluarganya. Menurut keterangan, saat hendak pulang, korban yang sebelumnya berada di dekat ibunya tiba-tiba menghilang dari pengawasan.

 

Kepanikan pun terjadi. Sang ibu, Pina Sawaliya, bersama warga sekitar segera melakukan pencarian di lokasi sungai yang dikenal memiliki aliran cukup deras dan kedalaman yang bervariasi. Upaya penyelaman dilakukan secara spontan oleh warga.

Baca juga:  Tim SAR Temukan Nelayan Hilang Asal Tegalbuleud, Kondisinya Meninggal Dunia

 

Tak berselang lama, tubuh kecil Andika ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia kemudian dibawa ke tenaga kesehatan setempat, namun nyawanya tidak tertolong.

 

Kapolsek Surade, IPTU Ade Hendra S.Pd., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat setelah menerima laporan.

 

“Begitu mendapatkan informasi, anggota kami langsung mendatangi lokasi dan rumah duka untuk memastikan kejadian serta mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi,” ujar IPTU Ade Hendra.

Baca juga:  Pria Tanpa Busana dengan Anus Menganga Gegerkan Warga Sagaranten, Petugas Gerak Cepat

 

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian tersebut murni kecelakaan.

 

“Tidak ditemukan adanya unsur kekerasan maupun hal mencurigakan. Pihak keluarga juga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak mengajukan autopsi ataupun proses hukum lebih lanjut,” jelasnya.

 

Jenazah korban dimakamkan pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB oleh keluarga dibantu warga setempat. Prosesi berlangsung sederhana namun penuh haru.

Baca juga:  Tim Macan Bintana Amankan Golok dan Clurit dan Empat Remaja, Diduga Hendak Tawuran

 

Di balik gemericik air sungai yang biasanya menghadirkan ketenangan, peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di area berisiko seperti sungai.

 

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di tempat wisata alam,” tambah Kapolsek.

 

Kini, rumah duka masih dipenuhi pelayat. Isak tangis perlahan berganti doa, mengiringi kepergian Andika yang begitu cepat—meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Pos terkait