LINGKARPENA.ID | Peristiwa kebakaran hebat melanda kompleks Madrasah dan Pondok Pesantren Nurul Iman yang berlokasi di Kampung Cilame RT 22/RW 06, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (17/5/2026) sore.
Api mulai berkobar sekitar pukul 16.30 WIB dan dengan cepat membesar. Kobaran si jago merah melahap sejumlah bangunan utama, mulai dari kobong (asrama santri) putra di lantai dua, kobong putri, hingga ruang madrasah, serta rumah milik pimpinan pondok pesantren, Ustaz Engkus, turut terdampak.
Berdasarkan laporan sementara, dugaan penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik. Saat kejadian, para santri diketahui baru saja menyelesaikan kegiatan piket dan bersih-bersih di lingkungan pesantren.
“Awalnya warga melihat asap muncul dari bagian atap pesantren. Kemudian warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil meminta bantuan,” ujar Danpos Damkar Surade, Widi Sukardi.
Petugas pemadam kebakaran dari Pos Damkar Sektor XI Surade menerima laporan sekitar pukul 17.03 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 17.56 WIB. Satu unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api bersama warga setempat.
“Api cepat membesar karena material bangunan yang mudah terbakar serta kondisi angin di lokasi cukup kencang. Namun berkat kerja sama petugas dan masyarakat, api berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet lebih luas,” kata Widi.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Sejumlah bangunan utama mengalami kerusakan cukup parah.
Beruntung, sebagian bangunan lain di lingkungan pesantren masih dapat diselamatkan, sehingga aktivitas pendidikan diharapkan dapat segera dipulihkan secara bertahap.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan lanjutan serta mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya yang disebabkan oleh instalasi listrik.(adv)






