LINGKARPENA.ID | Kecelakaan kerja terjadi di lokasi proyek pelebaran sebuah minimarket di Kampung Sinagar, RT 001/003, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (22/5/2026) petang. Seorang pekerja bangunan dilaporkan mengalami luka serius setelah tertimpa material tembok yang roboh saat aktivitas pembangunan berlangsung.
Korban diketahui bernama Syaripudin (42), warga Kampung Palasari, Desa Palasari Hilir, Kecamatan Parungkuda. Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban sedang bekerja di area proyek. Tiba-tiba, bagian tembok bangunan ambruk dan menjepit kedua kaki korban hingga sulit dievakuasi.
Kondisi di lokasi sempat membuat panik para pekerja lainnya dan warga sekitar. Upaya penyelamatan awal dilakukan secara manual, namun besarnya reruntuhan membuat korban belum dapat segera dikeluarkan.
Tak lama kemudian, sejumlah petugas gabungan tiba di lokasi, mulai dari BPBD/P2BK, Damkar, aparat TNI-Polri, tenaga kesehatan Puskesmas, Tagana hingga perangkat desa. Proses penyelamatan berlangsung penuh kehati-hatian untuk menghindari cedera yang lebih parah.
Petugas pemadam kebakaran bersama tim BPBD harus membongkar bagian bawah tembok menggunakan alat pemotong dan peralatan manual agar posisi kaki korban bisa dibebaskan secara perlahan.
Selama proses evakuasi, tenaga medis memberikan pertolongan langsung di lokasi dengan pemasangan infus dan bantuan oksigen untuk menjaga kondisi korban tetap stabil.
Setelah proses yang berlangsung hampir dua jam, korban akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 18.45 WIB dalam keadaan sadar. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RS Sekarwangi guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Babinsa Koramil 0607 Nagrak, Serka Khisbuloh, mengatakan seluruh unsur bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian.
“Kami langsung menuju lokasi bersama unsur terkait untuk membantu proses penyelamatan korban yang tertimpa reruntuhan. Syukur alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dan segera dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja dalam setiap proyek pembangunan.
“Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” tegasnya.






