<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tegalbuleud Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/tegalbuleud-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2026 17:15:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Tegalbuleud Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Miris, Pemuda di Tegalbuleud Meninggal Saat Hendak Berobat, Jenazah Ditandu Pulang Karena Ambulans Tak Bisa Masuk</title>
		<link>https://lingkarpena.id/miris-pemuda-di-tegalbuleud-meninggal-saat-hendak-berobat-jenazah-ditandu-pulang-karena-ambulans-tak-bisa-masuk/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/miris-pemuda-di-tegalbuleud-meninggal-saat-hendak-berobat-jenazah-ditandu-pulang-karena-ambulans-tak-bisa-masuk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 17:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Akses Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Gunakan Tandu]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Nahas]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=67706</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/miris-pemuda-di-tegalbuleud-meninggal-saat-hendak-berobat-jenazah-ditandu-pulang-karena-ambulans-tak-bisa-masuk/" title="Miris, Pemuda di Tegalbuleud Meninggal Saat Hendak Berobat, Jenazah Ditandu Pulang Karena Ambulans Tak Bisa Masuk" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kampung Cilampahan, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi. Di tengah kemajuan zaman dan perkembangan infrastruktur di berbagai daerah, seorang pemuda harus menghembuskan napas terakhir di perjalanan saat hendak dibawa berobat ke puskesmas karena keterbatasan akses jalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban diketahui bernama Dede Trisno (27), seorang pemuda lajang yang selama ini menderita penyakit paru-paru. Pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB, atas inisiatif para tetangganya, Dede berusaha dibawa menuju Puskesmas Tegalbuleud menggunakan sepeda motor karena kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau kampung tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun takdir berkata lain. Sebelum tiba di puskesmas, Dede mengembuskan napas terakhir di tengah perjalanan. Suasana duka pun menyelimuti warga yang sejak awal berupaya menyelamatkan nyawanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena akses jalan yang rusak tidak memungkinkan kendaraan masuk, warga akhirnya menggotong jenazah Dede menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari kain sarung untuk dibawa kembali ke rumah duka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tetangga almarhum, Tumang Wijaya Kusuma, mengaku tidak kuasa menahan kesedihan melihat kondisi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Waktu berangkat almarhum dibawa pakai sepeda motor karena memang tidak ada kendaraan lain yang bisa masuk. Tapi belum sampai ke puskesmas beliau meninggal dunia. Saat pulang, kami terpaksa menandu jenazah dengan kain sarung sampai ke rumah,&#8221; ujar Tumang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Tumang, peristiwa itu bukan semata-mata musibah, tetapi juga menjadi gambaran nyata sulitnya akses pelayanan kesehatan yang dialami warga di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, sedikitnya ada tiga kedusunan yang hingga kini masih mengalami keterisolasian akibat buruknya kondisi jalan, yakni Kedusunan Cilampahan, Kiaralawang, dan Kiarasapi. Ketiga wilayah itu belum dapat dilalui kendaraan roda empat sehingga setiap ada warga yang sakit, ibu hamil, maupun keadaan darurat lainnya, warga harus bergotong royong menandu pasien menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami sangat berharap pemerintah memberikan perhatian serius. Jalan ke kampung kami harus bisa dilalui kendaraan roda empat. Selama ini kalau ada warga sakit selalu ditandu. Kalaupun ada kendaraan yang bisa masuk, paling hanya truk pada kondisi tertentu,&#8221; kata Tumang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, akses jalan menuju Kampung Cilampahan sepanjang sekitar enam kilometer masih dalam kondisi rusak berat. Beberapa waktu lalu memang sempat dilakukan pengaspalan, namun panjangnya hanya sekitar 500 meter sehingga belum memberikan dampak signifikan bagi mobilitas masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan setelah kejadian ini ada perhatian khusus dari pemerintah. Kami berharap pembangunan jalan benar-benar menjadi prioritas agar tidak ada lagi warga yang mengalami nasib seperti almarhum. Harapan kami juga kepada Bapa Aing agar bisa melihat langsung kondisi masyarakat di sini,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa masih ada wilayah di Kabupaten Sukabumi yang menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Di saat layanan kesehatan terus berkembang dan ambulans telah menjadi fasilitas umum di berbagai daerah, masih ada masyarakat yang harus mempertaruhkan keselamatan karena kendaraan medis tidak mampu mencapai permukiman mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah meninggalnya Dede Trisno bukan hanya menyisakan duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi pengingat bahwa akses jalan bukan sekadar sarana transportasi, melainkan jalur penyelamat nyawa. Ketika infrastruktur belum memadai, waktu emas penanganan pasien bisa terbuang di perjalanan, bahkan berujung pada hilangnya kesempatan untuk mendapatkan pertolongan medis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga berharap tragedi ini menjadi perhatian serius seluruh pemangku kebijakan. Sebab, pembangunan jalan di wilayah terpencil bukan hanya soal membuka keterisolasian, tetapi juga memastikan setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan kesehatan dengan cepat, aman, dan layak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/miris-pemuda-di-tegalbuleud-meninggal-saat-hendak-berobat-jenazah-ditandu-pulang-karena-ambulans-tak-bisa-masuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kades PAW Sumberjaya Resmi Dilantik, Camat Tekankan Amanah Pelayanan dan Sinergi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kades-paw-sumberjaya-resmi-dilantik-camat-tekankan-amanah-pelayanan-dan-sinergi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kades-paw-sumberjaya-resmi-dilantik-camat-tekankan-amanah-pelayanan-dan-sinergi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 04:53:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PEMERINTAHAN]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sumberjaya Tegalbuleud]]></category>
		<category><![CDATA[Kades PAW]]></category>
		<category><![CDATA[Pelantikan Kades]]></category>
		<category><![CDATA[Pergantian Anyar Waktu]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65373</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kades-paw-sumberjaya-resmi-dilantik-camat-tekankan-amanah-pelayanan-dan-sinergi/" title="Kades PAW Sumberjaya Resmi Dilantik, Camat Tekankan Amanah Pelayanan dan Sinergi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Sumberjaya Pengganti Antar Waktu (PAW) periode 2019–2027, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Sumberjaya ini sekaligus dirangkai dengan serah terima jabatan kepala desa, dan berjalan aman serta lancar hingga selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelantikan dilakukan langsung oleh Camat Tegalbuleud, Encep Iskandar, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sukabumi Nomor 400.10.2/Kep.415-DPMD tertanggal 4 Mei 2026 tentang pengesahan dan pengangkatan Kepala Desa PAW terpilih. Dalam prosesi tersebut, Tri Pudi Indrayanto resmi dilantik sebagai Kepala Desa Sumberjaya menggantikan pejabat sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimcam, di antaranya Danramil 2212/Tegalbuleud Kapten Arm Herawan, Kapolsek Tegalbuleud AKP Iqsan, perwakilan DPMD Kabupaten Sukabumi, para kepala UPTD, kepala desa se-Kecamatan Tegalbuleud, serta tokoh masyarakat, agama, dan pemuda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Camat Tegalbuleud Encep Iskandar menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami mengucapkan selamat kepada kepala desa PAW yang baru dilantik. Ini adalah amanah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Bangun komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan seluruh perangkat desa dan elemen masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Sumberjaya yang telah menjalankan tugas dengan baik selama masa transisi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi menilai pelantikan kepala desa PAW merupakan langkah penting dalam menjaga keberlangsungan pemerintahan desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pelantikan ini krusial untuk memastikan tidak adanya kekosongan kepemimpinan yang dapat menghambat pembangunan desa. Selain itu, keterbukaan informasi publik harus menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan pemerintahan desa,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mendorong kepala desa yang baru agar segera membangun koordinasi dan harmonisasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta seluruh elemen masyarakat sebagai mitra strategis pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelantikan Kepala Desa PAW Sumberjaya sendiri merupakan bagian dari tahapan pemilihan kepala desa antar waktu tahun 2026. Tri Pudi Indrayanto terpilih melalui mekanisme Musyawarah Desa yang berlangsung secara demokratis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama kegiatan berlangsung, pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Tegalbuleud, Koramil 2212/Tegalbuleud, Satpol PP Kecamatan Tegalbuleud, serta Linmas Desa Sumberjaya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rangkaian acara selesai pada pukul 11.00 WIB dengan situasi yang tetap kondusif. Pelantikan ini diharapkan menjadi awal baru bagi peningkatan pelayanan dan pembangunan di Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kades-paw-sumberjaya-resmi-dilantik-camat-tekankan-amanah-pelayanan-dan-sinergi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Temu Mayat di Aliran Sungai Ciparanje Tegalbuleud Sukabumi Gegerkan Warga</title>
		<link>https://lingkarpena.id/temu-mayat-di-aliran-sungai-ciparanje-tegalbuleud-sukabumi-gegerkan-warga/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/temu-mayat-di-aliran-sungai-ciparanje-tegalbuleud-sukabumi-gegerkan-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 13:09:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Aliran Sungai Ciparanje]]></category>
		<category><![CDATA[Mayat Pria]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Temu Mayat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=58873</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/temu-mayat-di-aliran-sungai-ciparanje-tegalbuleud-sukabumi-gegerkan-warga/" title="Temu Mayat di Aliran Sungai Ciparanje Tegalbuleud Sukabumi Gegerkan Warga" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang warga Kampung Puncak Bungur, Desa/Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria di aliran Sungai Ciparanje pada Jumat (14/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban diketahui bernama Halimi (59), warga Kampung Rawauncal, Tegalbuleud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Tegalbuleud, Noris, membenarkan temuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan pertama datang dari warga yang melihat adanya tubuh manusia tersangkut di antara tumpukan sampah dan potongan kayu di sungai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Informasi dari warga langsung kami tindaklanjuti. Bersama perangkat desa dan Polsek Tegalbuleud, kami melakukan proses evakuasi,” ujar Noris kepada wartawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa itu bermula ketika Embod (50), warga setempat, sedang menghanyutkan kayu bakar di sungai sekitar pukul 16.45 WIB. Saat itu ia melihat sesuatu yang mencurigakan di antara material kayu yang tersangkut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah diperiksa lebih dekat, ternyata itu adalah jasad manusia. Embod kemudian segera memberi tahu warga lain dan aparat desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim gabungan segera bergerak mengevakuasi jenazah ke tepi sungai sebelum akhirnya dibawa ke rumah duka menggunakan kendaraan patroli Polsek Tegalbuleud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari keterangan keluarga, Halimi telah meninggalkan rumah sekitar 23 hari sebelumnya. Ia disebut mengalami depresi yang berkaitan dengan penyakit yang dideritanya. Pihak keluarga juga telah melaporkan kehilangan tersebut kepada aparatur desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Tegalbuleud, AKP HM Ikhsan, menyampaikan bahwa kondisi tubuh korban yang sudah membusuk mengindikasikan ia meninggal sekitar satu minggu sebelum ditemukan. Dugaan awal menyebut korban kemungkinan terjatuh ke sungai dan terbawa arus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah dimakamkan pada Jumat malam di TPU Rawauncal, Tegalbuleud.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Proses pemulasaraan dilakukan sepenuhnya oleh keluarga. Kami turut menyampaikan belasungkawa dan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika beraktivitas di dekat aliran sungai,” kata Kapolsek.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/temu-mayat-di-aliran-sungai-ciparanje-tegalbuleud-sukabumi-gegerkan-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mayat Pria Ditemukan Terdampar di Muara Sungai Cibuni Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/mayat-pria-ditemukan-terdampar-di-muara-sungai-cibuni-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/mayat-pria-ditemukan-terdampar-di-muara-sungai-cibuni-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2025 12:22:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Jasad Terdampar]]></category>
		<category><![CDATA[Muara Cibuni]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Agrabinta]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Tegalbuleud]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Temu Mayat]]></category>
		<category><![CDATA[Warga Cianjur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=58364</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/mayat-pria-ditemukan-terdampar-di-muara-sungai-cibuni-sukabumi/" title="Mayat Pria Ditemukan Terdampar di Muara Sungai Cibuni Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Penemuan jasad seorang pria di Muara Sungai Cibuni, Kampung Citamiang, Desa Tegalbuleud, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (2/11/2025) siang, menghebohkan warga setempat.</p>
<p>Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan dalam posisi terlentang di antara tumpukan sampah kayu yang terbawa arus sungai.</p>
<p>Hasil identifikasi menyebutkan, korban bernama Muhammad Dian Setiawan (35), warga Kampung Pasir Bedil, Desa Padasi, Kecamatan Cijati, Kabupaten Cianjur, yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat kecelakaan laut di perairan Cianjur pada Rabu (2/9/2025).</p>
<p>Salah satu warga yang pertama kali menemukan jasad mengatakan, ia tengah mencari kayu bakar di sekitar muara sungai ketika melihat tubuh manusia mengapung di antara tumpukan kayu.</p>
<p>&#8220;Awalnya saya kira boneka, ternyata mayat. Saya langsung panggil warga untuk bantu evakuasi,” ujarnya.</p>
<p>Proses evakuasi berlangsung dramatis selama hampir dua jam karena posisi korban sempat timbul tenggelam akibat gelombang laut. Sekitar pukul 15.30 WIB, korban berhasil dievakuasi menggunakan tali tambang.</p>
<p>Kapolsek Tegalbuleud, AKP HM. Iqsan, membenarkan kejadian tersebut. “Korban laka lautnya di wilayah Cianjur, hanya terdampar di wilayah Tegalbuleud,” jelasnya kepada lingkarpena.id Minggu ( 2/11/2025 ).</p>
<p>Jasad korban kini telah diamankan pihak kepolisian sambil menunggu kedatangan keluarga dan Polsek Agrabinta untuk proses serah terima.**</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/mayat-pria-ditemukan-terdampar-di-muara-sungai-cibuni-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pengakuan Korban Terjebak di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ini-pengakuan-korban-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ini-pengakuan-korban-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Oct 2024 06:00:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Evakuasi Korban]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Pesawat Helikopter]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=45120</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ini-pengakuan-korban-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi/" title="Ini Pengakuan Korban Terjebak di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Tujuh Puluh Dua (72) korban yang terjebak di dermaga SBP Kecamatan Tegalbuleud Sukabumi Jawa Barat, hingga pukul 12:00 wib Kamis 17 Oktober 2024 baru terevakuasi 8 orang.</p>
<p>Jumlah itu dijelaskan salah satu korban terjebak di Dermaga Tegalbuleud yang berhasil dihubungi Lingkarpena.id melalui sambungan teleponnya pada Kamis siang sekitar pukul 11:40 WIB.</p>
<p>Fauzi (24) merupakan warga Kampung Cilegok RT 03/03  Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud. Ia merupakan salah satu Nelayan setempat yang turut terjebak dalam insiden terputusnya jembatan dermaga.</p>
<p>&#8220;Iya, semuanya yang terjebak disini ada 72 orang. Mereka yang terjebak ada Nelayan, sebagian Pemancing ikan,&#8221; jelas Fauzi, dalam keterangannya melalui sambungan telepon, Kamis (17/10) siang.</p>
<p>Dijelaskan Fauzi mereka bertahan di dermaga satu hari satu malam sejak jembatan terputus diterjang gelombang besar pada Rabu kemarin.</p>
<p>&#8220;Bantuan air minum dan makan sudah kami terima dari BASARNAS melalui Helikoter. Iya, tadi datangnya sekira pukul 07:30 WIB. Alhamdulillah kami bisa minum dan makan,&#8221; kata Fauzi.</p>
<p>Ditanya soal evakuasi korban terjebak di dermaga, kata dia, baru Delapan (8) orang yang berhasil dievakuasi Helikopter Basarnas hingga pukul 12:00 WIB siang ini. Evakuasi dilakukan secara bergiliran.</p>
<p>&#8220;Yang diangkut kapal helikopter <em>teh nembe</em> 8 orang. Iya baru delapan orang. Itu Empat kali angkut. Jadi evakuasinya dua orang -dua orang, tidak banyak,&#8221; jelas Fauzi.</p>
<p>Dia sendiri masih menunggu giliran evakuasi dengan korban lainnya menunggu kapal helikopter BASARNAS di dermaga Tegalbuleud.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ini-pengakuan-korban-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fauzi Ikut Terjebak di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi, Belum Bisa Dievakuasi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/fauzi-ikut-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi-belum-bisa-dievakuasi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/fauzi-ikut-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi-belum-bisa-dievakuasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Oct 2024 14:18:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[72 Orang]]></category>
		<category><![CDATA[Dermaga Tegalbuleud]]></category>
		<category><![CDATA[Gelombang Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=45087</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/fauzi-ikut-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi-belum-bisa-dievakuasi/" title="Fauzi Ikut Terjebak di Dermaga Tegalbuleud Sukabumi, Belum Bisa Dievakuasi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebanyak 72 orang warga Nelayan Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi terjebak di dermaga PT SBP Tegalbuleud akibat jembatan terputus. Peristiwa terputusnya jembatan dermaga akibat dihantam gelombang besar pada Rabu (26/10/2024) pagi.</p>
<p>Hingga saat ini ke 72 orang warga nelayan masyarakat Kecamatan Tegalbuleud masih bertahan di dermaga dan belum bisa dievakuasi. Evakuasi terhambat karena gelombang masih besar dan peralatan perahu tidak memadai.</p>
<p>Menurut Eban (50) warga asal Desa Sumberjaya Kecamatan Tegalbuleud menuturkan, anaknya pun turut terjebak di lokasi dermaga. Dikatakan Eban, warga yang terjebak antara lain 7 orang warga Cilegok Desa Sumberjaya dan 11 orang warga Cibereum Desa Buniasih Kecamatan Tegalbuleud. Selebihnya dia belum mengetahui.</p>
<p>&#8220;Iya, anak saya turut terjebak di sana. Masih di dermaga. Semuanya yang terjebak itu ada 72 orang termasuk anak saya Fauzi,&#8221; ujar Eban kepada Lingkarpena.id Rabu malam (16/10) melalui sambungan telepon.</p>
<p>Menurut Eban, ke 72 orang hingga saat ini masih bertahan di dermaga. Dilokasi petugas dari TNI, Polri dan Tim SAR. Dan dikabarkan Basarnas akan tiba pada esok hari. Dari bibir pantai ke lokasi dermaga jaraknya cukup jauh.</p>
<p>&#8220;Ada sekitar 700 meter dari pantai aman ke dermaga itu. Warga masih bertahan, namun kasian tidak bisa makan dan minum karena akses terputus,&#8221; jelasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/fauzi-ikut-terjebak-di-dermaga-tegalbuleud-sukabumi-belum-bisa-dievakuasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah Guru Ngaji di Tegalbuleud Sukabumi Ambruk</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rumah-guru-ngaji-di-tegalbuleud-sukabumi-ambruk/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rumah-guru-ngaji-di-tegalbuleud-sukabumi-ambruk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Oct 2024 14:53:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Sumberjaya]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Ngaji]]></category>
		<category><![CDATA[Pergerakan tanah]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ambruk]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=44782</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rumah-guru-ngaji-di-tegalbuleud-sukabumi-ambruk/" title="Rumah Guru Ngaji di Tegalbuleud Sukabumi Ambruk" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Rumah milik Nasrudin (46), seorang guru ngaji di Kampung Sukarata RT 001/004, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.Aambruk rumah Nasrudin diketahui terjadi pada Sabtu, (5/10/2024 ) kemarin.</p>
<p>Rumah dengan berukuran 6 x 12 meter tersebut diduga akibat adanya pergerakan tanah. Disamping itu kondisi atap bangunan yang sudah lapuk karena termakan usia.</p>
<p>&#8220;Penyebab kuat ambruknya rumah Pa Nasrudin akibat adanya pergerakan tanah disekitar rumah. Pasalnya halaman belakang rumah tersebut tebing, disamping memang material bangunan sudah lapuk,&#8221; kata Kepala Desa Sumberjaya, A. Dudu, kepada lingkar pena.id Minggu (6/10/2024).</p>
<p>Informasi didapat, pada Sabtu (5/10), sekira pukul 16.15 WIB berawal warga mendengar suara gemuruh. Dan diketahui suara itu bersumber dari ambruknya bagian atap rumah milik Nasrudin.</p>
<p>Pada saat kejadian, Kata Dudu, rumah tersebut dalam keadaan kosong ditinggal pemiliknya saat menghadiri acara hajatan kerabatnya. Jaraknya tidak jauh dengan rumah korban.</p>
<p>Selanjutnya dilakukan upaya evakuasi material runtuhan dengan bergotong royong bersama oleh warga setempat.</p>
<p>Kemudian menurut Dudu, saat kejadian empat orang Santri tengah berada di dalam bangunan tersebut. Namun bersyukurnya keempat santri itu bergegas keluar rumah karena mendengan ada suara akan ada acara Sawer dari pengeras suara di lokasi hajatan.</p>
<p>&#8220;Jadi keempat santri itu keluar berniat mengikuti acara saweran. Namun beberapa menit kemudian rumah itu ambruk. Untung saja saat ambruk keempat anak Santri itu sudah keluar, ya sudah kehendak Allah. Mungkin lain cerita kalau para anak santri itu ada di dalam bangunan yang runtuh itu,&#8221; ujar Dudu.</p>
<p>Babinsa bersama Bhabinkamtibmas segera melakukan assesment dan membantu gotong royong bersama warga setempat. Akibat kejadian itu kerugian materi ditaksir sekitar Rp 30 jutaan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rumah-guru-ngaji-di-tegalbuleud-sukabumi-ambruk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Upacara 17 Agustus Tingkat Desa Rambay Tegalbuleud Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/upacara-17-agustus-tingkat-desa-rambay-tegalbuleud-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/upacara-17-agustus-tingkat-desa-rambay-tegalbuleud-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Aug 2024 15:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Rambay]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI Ke 79]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara HUT kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=43215</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/upacara-17-agustus-tingkat-desa-rambay-tegalbuleud-sukabumi/" title="Upacara 17 Agustus Tingkat Desa Rambay Tegalbuleud Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kolaborasi antara Babinsa Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Kopka Dedit Wahyu Hidayat dengan Ari Jayadi dan Muhamad Adhari, keduanya anggota yang sudah purna, namun dalam melatih Paskibra di MTs Darul Ulum Tegalbuleud, membuahkan hasil. Ini nampak dari sempurnanya Paskibra tersebut saat menjalankan tugasnya di Upacara 17 Agustus 2024 tingkat Desa Rambay, Sabtu (17/8/2024).</p>
<p>Peran Paskibra dalam upacara Pengibaran bendera, khususnya pada upacara memperingati HUT Republik Indonesia, sangatlah penting. Untuk itu memerlukan pelatih yang mampu melatih<br />
baik fisik maupun mental serta keahlian baris berbaris.</p>
<p>Paskibra yang dilatih Kopka Dedit Wahyu Hidayat, anggota Koramil Tegalbuleud, mampu menjalankan dengan sukses pada momen syakral, pengibaran bendera merah putih pada Upacara HUT RI Ke-79 17 Agustus 2024 di Desa Rambay, Kecamatan Tegalbuleud. Peserta Paskibra adalah pelajar MTs Darul Ulum Tegalbuleud.</p>
<figure id="attachment_43220" aria-describedby="caption-attachment-43220" style="width: 782px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-43220" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-23.18.17-200x112.jpeg" alt="" width="782" height="438" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-23.18.17-200x112.jpeg 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-23.18.17-640x358.jpeg 640w" sizes="(max-width: 782px) 100vw, 782px" /><figcaption id="caption-attachment-43220" class="wp-caption-text">FOTO: Momen fotobersama Kepala Desa Rambay, Wakil Ketua JTM Kecamatan Tegalbuleud beserta tokoh dan paskibra Desa Rambay.| ist</figcaption></figure>
<p>Menurut Kopka Dedit Wahyu Hidayat, kesuksesan pengibaran tersebut adalah hasil dari para peserta Paskibra yang bekerja keras dan sungguh – sungguh serta semangat dalam berlatih sehingga menampilkan yang terbaik.</p>
<p>Upacara pengibaran bendera HUT RI Ke-79 tingkat Desa Rambay digelar di Lapang Desa Rambay. Hadir dalam acara penuh khidmat tersebut, antara lain Tokoh masyarakat, tokoh ulama, tokoh pemuda, ketua dan anggota lembaga desa, ketua kader posyandu, PKK, MUI desa, Karang Taruna, RT/RW, Satlimas, Ormas AMS, Paguyuban JTM, Dewan guru serta siswa siswi mulai TK PAUD, SD/MI, MTs dan MA, para pimpinan Ponpes, santri dan guru ngaji se wilayah Desa Rambay dan undangan lainnya.</p>
<figure id="attachment_43217" aria-describedby="caption-attachment-43217" style="width: 745px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class=" wp-image-43217" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-22.13.29-200x112.jpeg" alt="" width="745" height="417" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-22.13.29-200x112.jpeg?v=1723909591 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-17-at-22.13.29-640x358.jpeg?v=1723909591 640w" sizes="(max-width: 745px) 100vw, 745px" /><figcaption id="caption-attachment-43217" class="wp-caption-text">FOTO: Momen foto bersama usai kegiatan upacara pengibaran bendera HUT RI ke 79 Desa Rambay Tegalbuleud Sukabumi.| ist</figcaption></figure>
<p>Kepala Desa Rambay, Yanto, Spd bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam arahannya ia menekankan pentingnya untuk mengingat dan mengenang jasa jasa para pahlawan, serta sebagai generasi penerus dapat mengisi kemerdekaan dengan hal hal positif dan membangun.</p>
<p>Dalam pelaksanaan upacara tersebut, pembacaan UUD dibawakan oleh perwakilan dewan guru. Sementara Karang Taruna di daulat membacakan teks Proklamasi, serta teks Pancasila dibacakan oleh Bahrul Ulum, ketua BPD.</p>
<p>Tokoh pemuda Tegalbuleud yang juga Wakil ketua Paguyuban Jampang Tandang Makalangan DPC Tegalbuleud, Dodo Jalaludin, mengapresiasi pelaksanaan upacara tersebut. Menurutnya meskipun dilaksanakan di tingkat desa namun tidak kalah khidmat dan meriahnya acara tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/upacara-17-agustus-tingkat-desa-rambay-tegalbuleud-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yayasan Jampang Peduli, Motori Pembangunan Ponpes Addawam Tegalbuleud Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/yayasan-jampang-peduli-motori-pembangunan-ponpes-addawam-tegalbuleud-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/yayasan-jampang-peduli-motori-pembangunan-ponpes-addawam-tegalbuleud-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Mar 2024 20:39:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Jampang Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Ponpes]]></category>
		<category><![CDATA[Ponpes Addawam]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan Jampe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=39008</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/yayasan-jampang-peduli-motori-pembangunan-ponpes-addawam-tegalbuleud-sukabumi/" title="Yayasan Jampang Peduli, Motori Pembangunan Ponpes Addawam Tegalbuleud Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Yayasan Jampang Peduli atau (Jampe) menjadi motor pembanguan Pondok Pesantren Addawam, di Kampung Sinarmukti RT 10/03, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Diketahui, Pondok Pesantren (Ponpes) Addawam pada Nopember 2023 lalu sekira pukul 03.00 WIB mengalami kebakaran hebat. Saat kejadian itu ketika para santri berjumlah 65 orang sedang tertidur lelap.</p>
<p>Dalam peristiwa tersebut beruntung seluruh santri dapat di evakuasi. Kendati begitu bangunan pontren ludes dilalap si jago merah.</p>
<p>Peristiwa kebakaran pontren di Buniasih, kata H. Eka Ketua Yayasan Jampang Peduli (Jampe), masuk menjadi program yang digarap Jampe bersama warga sekitar.</p>
<p>&#8220;Kami mengajak warga masyarakat untuk bersama sama membangun kembali ponpes tersebut agar bisa berjalan dengan baik. Serta yang paling penting adalah bagaimana tumbuh kemandirian dalam kelanjutan kegiatan pesantren tersebut,&#8221; ungkapnya kepada Lingkarpena.id.</p>
<p>Sementara Suherlan, selaku pelaksana lapangan Yayasan Jampe menuturkan, pembangunan pondok pesantren Addawam sudah dimulai sejak Ahir bulan Februari 2024.</p>
<p>Namun karena terkendala oleh cuaca hujan dan angin kencang, pengerjaan baru dilanjutkan pada Senin ( 17/03/2024) kemarin.</p>
<p>Lebih lanjut kata Suherlan, pembangunan ponpes Addawam, luas 6 x 10 meter persegi, akan dibangun dua lantai secara permanen.</p>
<p>Meskipun anggaran yang sudah terkumpul dari berbagai sumber belum ada sesuai target, akan tetapi terus sambil jalan, diharapkan ada dana masuk dari para donatur.</p>
<p>&#8220;Alhamdulilah berkat gotong royong para dermawan sekarang pembangunannya sedang berjalan, meskipun anggaran yang ada belum sesuai harapan, tapi Insya Allah dengan niat tulus dan baik, pasti selalu ada jalan,&#8221; jelas Suherlan.</p>
<p>Di Kecamatan Tegalbuleud sendiri Yayasan Jampang Peduli (Jampe) sudah dua kali memotori pembangunan sarana umum. Pada akhir tahun 2023 sebuah jembatan gantung rampung di bangun dan pembangunan pontren Addawam.</p>
<p>&#8220;Insyaallah jika ada rejekinya kami ingin terus berbagi sesama, apalagi di momen bulan suci. Ya jika ada rejekinya insyaallah dalam waktu dekat kami akan mendistribusikan bantuan ke beberapa tempat di Pajampangan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/yayasan-jampang-peduli-motori-pembangunan-ponpes-addawam-tegalbuleud-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>APH Sigap Bertindak soal Pengangkutan Pasir Besi di Tegalbuleud</title>
		<link>https://lingkarpena.id/aph-sigap-bertindak-soal-pengangkutan-pasir-besi-di-tegalbuleud/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/aph-sigap-bertindak-soal-pengangkutan-pasir-besi-di-tegalbuleud/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2023 00:38:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Kasatpol PP]]></category>
		<category><![CDATA[Pasir Besi]]></category>
		<category><![CDATA[Tegalbuleud Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=36869</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/aph-sigap-bertindak-soal-pengangkutan-pasir-besi-di-tegalbuleud/" title="APH Sigap Bertindak soal Pengangkutan Pasir Besi di Tegalbuleud" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (KasatPol-PP) Kabupaten Sukabumi, Akhmad Riyadi saat dikonfirmasi awak media prihal adanya penarikan pasir besi ilegal di wilayah desa /kecamatan tegalbuleud oleh oknum perusahaan, hingga kini belum ada laporan.</p>
<p>&#8220;Yang jelas kalau memang itu terjadi akan kita tindak sesuai aturan. Jika kami bekerja sesuai standar operasional (SOP) aturannya seperti apa,&#8221; kata Akhmad di Pendopo Sukabumi blum lama ini.</p>
<p>Disinggung berdasarkan informasi pemerintah Desa Tegalbuleud, bahwa aktivitas penarikan pasir besi yang sudah dilakukan beberapa hari lalu, Akhmad menguungkapkan, soal perizinan yang sudah dikantong mereka itu sejauhmana.</p>
<p>&#8220;Makanya, kita cek bersama-sama nanti, itu ada izin nya ngak? Kalau mereka mempunyai izin berarti boleh diteruskan. Jika tidak salah dulu itu ada izin penggalian atau ekploitasi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Disisi lain Akhmad juga menghimbau terhadap unsur kecamatan tegalbuleud, agar melakukan pengecekan lapangan, sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh pihak perizinan.</p>
<p>&#8220;Kalau memang aktivitas itu sudah mempunyai izin ya mangga silahkan. Jadi pada intinya kami ini bekerja sesuai SOP,&#8221; tandasnya.</p>
<p>&#8220;Tapi jika memang terjadi pelanggaran, kami akan lakukan peneguran terlebih dahulu. Ya karena sampai saat ini kasi trantib kecamatan tegalbuleud belum memberikan laporan, maka saya belum bisa komentar lebih jauh,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Keterangan diberikan Kasatpol PP ini selepas mengikuti rakor persiapan Natal dan tahun baru 2024 bersama Forkompimda Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Sementara itu di tempat yang sama, Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, saat ditanya mengenai adanya aktivitas pengangkutan pasir besi di Kecamatan Tegalbuleud mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu.</p>
<p>&#8220;Sebelum bertindak kami Polres Sukabumi akan melakukan penyelidikan dulu terkait informasi ini. Ya, kami harus pastikan dulu betul tidak ada aktivitas pengangkutan pasir besi yang ramai diberitakan media,&#8221; singkatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/aph-sigap-bertindak-soal-pengangkutan-pasir-besi-di-tegalbuleud/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
