Tragis! Pria Ditemukan “Gandir” di Cibadak Sukabumi

LINGKARPENA.ID | Suasana tenang di Kampung Lingkungsari, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak berubah duka pada Rabu malam (15/4/2026). Seorang pria bernama A (32) ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, diduga akibat gantung diri.

 

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh ibu korban, Halimah, sekitar pukul 22.00 WIB. Malam yang semula berjalan seperti biasa, berubah menjadi kepanikan ketika ia keluar dari kamar dan mendapati anaknya sudah tergantung menggunakan tali tambang berwarna oranye yang terikat pada tiang atap rumah.

 

Di bawah tubuh korban, terdapat sebuah kursi yang diduga digunakan sebagai pijakan sebelum kejadian tragis tersebut terjadi. Korban diketahui mengenakan baju lengan panjang berwarna biru dan celana ungu.

Baca juga:  Lansia Tertabrak Kereta Api di Sukabumi, Ini Lokasinya

 

Kabar tersebut dengan cepat menyebar. Keluarga dan warga sekitar berdatangan, lalu menurunkan korban dan membaringkannya di dalam rumah sambil menunggu pihak kepolisian tiba di lokasi.

 

Petugas piket Regu I Polsek Cibadak yang menerima laporan segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan awal.

 

Kapolsek Cibadak, Kompol I. Djubaedi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

“Dari hasil pemeriksaan awal oleh tenaga medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun luka akibat benda tumpul. Ditemukan bekas jeratan tali di leher korban yang menguatkan dugaan meninggal karena gantung diri,” ujar Kompol Djubaedi.

Baca juga:  Banjir dan Longsor Akibat Meluapnya Kali Gunung Butak di Palabuhanratu Sukabumi 

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian juga telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk keluarga korban. Dari keterangan tersebut, diketahui bahwa korban sempat mengalami tekanan batin.

 

“Menurut keterangan keluarga, korban sebelumnya memiliki masalah pribadi, termasuk persoalan hubungan asmara. Korban juga disebut kerap terlihat murung dan perubahan perilaku dalam beberapa waktu terakhir,” tambahnya.

 

Salah seorang saksi, yang juga kakak kandung korban, mengungkapkan bahwa korban pernah bercerita tentang kegagalan dalam hubungan percintaan setelah pulang dari pekerjaannya di luar daerah. Sejak saat itu, kondisi emosional korban disebut semakin menurun.

Baca juga:  Modus Tipu Kendaraan di Sukabumi Dibekuk Polisi

 

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kejadian. Namun, keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah.

 

Di balik sunyinya malam di Cibadak, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa beban batin yang tak terlihat sering kali luput dari perhatian. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi hal penting agar tidak ada lagi cerita duka yang terulang dalam diam.

Pos terkait