Objek wisata yang dibatasi peraturan setelah masuknya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kadispar: Jika Masih Ada Objek Wisata yang Buka, Gugus Tugas Covid-19 Harus Bertindak

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Objek wisata di Kecamatan Cicurug Kabupaten Sukabumi tetap buka saat yang lain tutup. Diduga objek wisata tersebut ada yang orang kuat di belakangnya sehingga tidak menggubris surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi pada (17/05/2021) lalu.

Hal tersebut menjadi tanda tanya beberapa pengelola wisata lainnya di Kabupaten Sukabumi, khususnya yang di wilayah utara. Beroperasinya objek wisata, seolah-olah mendapat dukungan dari Muspika setempat.

Baca juga:   Inilah Destinasi Wisata di Jampangtengah Sukabumi yang Ditutup Sementara! 

“Disaat objek wisata lain ditutup sementara, sesuai surat edaran Dispar, ini ko masih buka. Apakah ada yang bekingi? Kenapa Muspika setempat tidak menutupnya?” kata salah satu pengelola wisata di wilayah utara, yang tidak mau disebutkan namanya, saat dikonfirmasi lingkarpena.id, Kamis (20/5/2021) lewat sambungan telepon.

Dikatakannya, pemerintah tidak tegas dalam membuat kebijakan. Nyatanya, objek wisata masih ada yang dibiarkan terbuka. Seharusnya, jika mau ditutup sementara semua harus ditutup tanpa terkecuali. Milik swasta maupun Perumda harus patuh aturan pemerintah.

“Ya, jika seperti ini kami pikir pemerintah tidak tegas. Pemerintah terkesan tebang pilih. Jika alasan ditutupnya wisata lantaran kerumunan, khawatir terjadi peningkatan klaster Covid-19, lah itu yang buka jelas melanggar,” cetusnya.

Baca juga:   Pengusaha Menilai Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi Tebang Pilih dalam Membuat Kebijakan

Saat dikonfirmasi Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Sukabumi Usman Jaelani mengatakan, seharusnya pengelola wisata patuhi aturan. Karena pada surat edaran Nomor. 556/660/Ind tertanggal 17 Mei, bahwa penutupan sementara berlaku mulai tanggal 18 mei hingga 23 Mei 2021.

“Ya, pada surat edaran kami kan cukup jelas tertuang tanggalnya. Jika masih ada objek wisata yang buka, maka gugus tugas Covid-19 Kecamatan harus bertindak,” tegasnya.

 

 

Reporter: Akoy/Jack

Redaktur: Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan