Kemensos RI yang diwakili Balai Handayani saat mengunjungi korban asusila dan para orang tua di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Minggu (15/8/2021).[Foto: Lap]

Kemensos Sambangi Korban Asusila di Kabupaten Sukabumi

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, Kabupaten Sukabumi – Kementrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, melalui Balai Handayani atau Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Jakarta, melakukan kunjungan korban asusila di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (15/8/2021).

Kunjungan tersebut, merupakan tindak lanjut dari Kemensos terkait kasus korban asusila yang terjadi terhadap para anak dibawah umur beberapa hari lalu. Kemensos, melalui Balai Handayani, langsung menemui para korban dan keluarganya di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut dilakukan Kemensos guna untuk memastikan anak dalam kondisi terlindungi sesuai Undang-undang nomor 35 tahun 2014.

Baca juga:
Politisi PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi, Santuni Yatim dan Jompo

“Pemerintah dari Kemensos hadir di sini agar anak-anak merasa terlindungi, orang tua juga mengaku pemerintah hadir guna mencoba untuk memberikan solusi-solusi kepada orangtua korban,” kata Peksos Balai Handayani Kemensos, Sri Musfiah, kepada lingkarpena.id Minggu (15/8/2021) disela-sela kegiatannya di Sukabumi.

Dikatakan Sri Musnifah, dengan memberikan penguatan serta penyampaian bahwa anak merupakan masa depan para orangtua dan semua.

Dalam pertemuan itu beberapa keluhan yang telah disampaikan oleh orangtua korban, diantaranya terkait masih adanya trauma terhadap anak-anak. Selanjutnya dari beberapa masyarakat yang masih belum memahami tentang kondisi anak yang menjadi korban pada saat ini diberikan pemahaman.

Baca juga:
BST Kemensos Cair, Petugas Datangi Warga Desa Hegarmanah Door to Door

Sri menambahkan, Kemensos mengharapkan pemerintah daerah agar segera melakukan adanya edukasi terhadap masyarakat yang lainnya supaya tidak memberikan statement yang kurang baik, serta adanya penilaian terhadap anak-anak maupun orangtua korban.

“Ya secara global yang menjadi faktor utama dari kekerasan terhadap anak adalah masyarakat belum paham dan peduli dengan lingkungannya,” ucapnya.

Sri berharap, kedepan tidak ada lagi kasus serupa yang menimpa wilayah Kabupaten Sukabumi, dengan harapan masyarakat bisa lebih sadar dan lebih peduli dengan kondisi perkembangan anak pada saat ini.

 

Reporter: Lap
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan