Pemilik Perusahaan pengolahan limbah CV Laksana Jaya Abadi, Alan, saat menunjukkan proses penggolahan limbah plasti. [Foto: Akoy Khoerudin]

Pengusaha Sanggah Tudingan Soal Buang Limbah Langsung Ke Sungai Cimandiri, Ini Penjelasannya!

KOTA SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, KOTA SUKABUMI – Pemilik perusahaan pengelolaan limbah plastik di Jalan Proklamasi, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, menyanggah soal tudingan perihal pembuangan limbah secara langsung ke Sungai Cimandiri. Keterangan itu dilontarkan secara langsung oleh pemilik CV Laksana Jaya Abadi, Alan, pada Selasa 24 Agustus 2021di Kantornya di Jalan Proklamasi Kelurahan Jayamekar Kecamatan Baros Kota Sukabumi.

Menurut Alan, tudingan yang ditujukan terhadap perusahaan seolah bentuk provokasi terhadap keberadaan perusahaan. Jikapun ada beberapa kepingan limbah yang ikut terbawa aliran pembuangan melalui penyaringan itu bersifat wajar. Namun, perlu diketahui bahwa limbah tersebut tidak secara sengaja dibuang ke sungai Cimandiri seperti apa yang dituduhkan oleh sebagian warga masyarakat sekitar.

Kata Alan, limbah yang terdapat di Sungai Cimandiri merupakan bukan sekedar limbah yang disebabkan dari pengolahan limbah ditempat perusahaan miliknya saja. Bisa diteliti secara seksama bahwa banyak sampah rumah tangga juga limbah lainnya yang sengaja dibuang ke Sungai Cimandiri.

Baca juga:
Pengolahan Limbah Plastik Diduga Cemari Sungai Cimandiri, Warga Minta Dinas Terkait Bertindak

“Ya kita jujur bahwa ada beberapa sebagian limbah dari pengolahan yang bocor dan terbuang ke Sungai Cimandiri. Tapi, di sungai sendiri juga banyak sampah yang sengaja dibuang oleh masyarakat. Malah banyak kok, pihak perusahaan yang sengaja membuang limbah ke Sungai Cimandiri,” jelasnya.

Dari pembuktian yang dituduhkan atas pernyataan masyarakat yang secara sepihak itu tidak benar adanya. Jika saja limbah yang tidak sengaja ikut terbuang dan mencemari lingkungan sungai serta mengandung zat yang berbahaya kemungkinan sudah ada habitat sungai yang mati, juga masyarakat merasa gatal-gatal diakibatkan oleh limbah tersebut. Tapi selama ini tidak pernah terjadi sepanjang perusahaan ini berdiri.

“Kami mengklaim bahwa ada oknum dibalik pernyataan salah satu warga yang melontarkan kalimat bahwa perusahaan sudah membuang limbah ke sungai Cimandiri secara langsung. Dan itu saya katakan tidak benar. Seolah ada unsur dibalik persoalan pernyataan yang disangkakan oleh salah satu warga dan berdampak bagi keberlangsungan perusahaan juga pihak yang terlibat dengan perusahaan ini,” tegasnya.

Dijelaskannya, perihal kejadian yang disangkakan oleh masyarakat terkait limbah, itu ada sebagian pemulung yang mengorek di lokasi dekat penyaringan sehingga sampah yang ada di lokasi pembuangan menjadi tercecer dan terbawa air. Sehingga ada sebagian sampah diduga secara langsung dibuang oleh pegawai dari pengelola perusahaan.

Baca juga:
Limbah Kimia Diduga Cemari Sungai Cikaso, Warga Demo Perusahaan

“Secara legalitas perusahaan kami ini legal ada izinnya. Kita bermitra kok dengan dinas lingkungan hidup, dengan warga masyarakat sekitar. Malah berapa puluh mungkin ratus warga yang ikut terlibat di pengolahan limbah ini,” terang Alan.

Ditambahkannya, Alan mengajak masyarakat untuk bisa mencermati setiap permasalahan yang ditimbulkan oleh perusahaan jika itu ada. Pihaknya sangat welcome, bagi siapapun untuk memberikan masukan ataupun saran terkait aktivitas perusahaan selama berjalan. Baik saran dari masyarakat, perorangan maupun lembaga pemerintah setempat ia rasa itu lebih elegan ketimbang menebar isu-isu yang tidak jelas.

“Coba bayangkan, dalam satu hari saya kirim limbah 70 hingga 80 Ton ke Jakarta. Ini kan salah satu pekerjaan yang sudah membantu Pemerintah pada persoalan limbah Kota Sukabumi, walaupun memang ada nilai bisnisnya. Jika pun usaha saya mau ditutup, Pemerintah musti memikirkan nasib ratusan kepala yang selama ini mencari kehidupan bersama saya di Perusahaan ini. Bagi saya tidak masalah, Saya masih bisa cari makan, tapi mereka yang bekerja disini?,” pungkasnya.

 

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan