Kak Didi Nurcahyadi, penggiat Literasi Pajampangan saat berbaur dengan anak-anak Sekolah Warga Mandalawangi, Surade, Rabu (29/9/2021). [Foto: Gaha]

Geliat Pendidikan di Sekolah Warga Mandalawangi Surade Makin Tumbuh

PENDIDIKAN
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Geliat pendidikan anak usia dini di Sekolah Warga Mandalawangi Pasiripis Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi, semakin terlihat tumbuh. Dengan asuhan para tutor profesional, Sekolah Warga Mandalawangi ini tidak pernah surut kegiatan.

Kegiatan belajar mengajar serta bermain di Sekolah Warga Mandalawangi Surade kini terus meningkat setiap harinya.

Pada hari ini, Rabu (29/9) Anak-anak di Sekolah Warga Mandalawangi didampingi oleh Kak Didi Nurcahyadi. Ia merupakan salah satu penggiat juga penggerak Literasi di Pajampangan.

Baca juga:
Sekolah Warga Mandalawangi Surade Prioritaskan Pendidikan Anak Usia Dini

“Untuk kali pertama beliau benar-benar merasakan bagaimana keindahan dan kemesraan menemani anak-anak belajar. Itu terlihat dari pancaran kebahagiaan dari wajah beliau saat mencoba menuntun anak-anak belajar membaca,” kata Gaha Nugraha Jati Sidiq, yang juga sebagai penggerak Sekolah Warga Mandalawangi, Rabu (29/9/2021) kepada lingkarpena.id.

Gaha menambahkan, meskipun agenda beliau untuk menemani di Sekolah Warga terbatas waktu, namun ia memang sudah cukup lama berkiprah. Menurut Gaha, karena ruang Literasi yang beliau giatkan pun juga masih berbasis Sekolah Warga.

“Alhamdulillah hari ini saya lihat anak-anak juga Kak Didi Nurcahyadi terlihat gembira saat bersama anak-anak. Literasi kita terus tingkatkan, sebagai dasar pengenalan terhadap anak-anak di Sekolah Warga Mandalawangi ini,” terang Gaha.

Baca juga:
KSWN Kunjungi SW Baleriung Mandalawangi Sukabumi, Ini yang Dibahas!

Sementara itu, Ketua Yayasan Sri Manggala Sekolah Warga Mandalawangi Muhamad Solehudin yang akrab disapa Aa Soleh menuturkan, Sekolah ini didirikan dan dibangun untuk warga masyarakat Surade. Meski fasilitas seadanya namun semangat anak-anak dan para tutor terus tumbuh dalam mengembangkan ilmunya.

“Semangat para tutor perlu kita apresiasi. Mereka tidak membicarakan soal upah kerja, Namun dengan mengaplikasikan ilmu melalui anak-anak disini sudah cukup puas. Ya saat saat ini toleransi peduli pendidikan kita tau bersama sudah semakin minim. Semoga semangat mereka para tutor dapat menjadikan amal kebaikan dan keberkahan ilmunya kelak, saya yakini itu,” pungkas Aa Soleh.

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan