Petugas kepolisian dan Penanggulangan Bencana Kota Sukabumi saat berada di lokasi pemandian 3D Cipanas Kelurahan Cikundul, Rabu (13/10/2021). [Foto: Herdi Gustaman]

Pengunjung Pemandian 3D Cikundul Meninggal Dunia Akibat Tenggelam, Cek Faktanya!

PERISTIWA
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI KOTA – Tersiar kabar melalui pesan berantai Whatsapp bahwa dikabarkan salah satu pengunjung pemandian wisata 3D di Cipanas Kelurahan Cikundul meninggal dunia karena tenggelam di kolam saat berenang.

Diketahui, kabar yang tersebar peristiwa adanya pengunjung yang tenggelam dan menjadi korban tersiar sekira pukul 12:00 WIB siang. Berdasarkan informasi yang dihimpun redaksi lingkarpena.id di lapangan kabar tersebut merupakan informasi hoax atau bohong.

Dari informasi yang tersiar cepat tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana BPBD daerah Kota Sukabumi juga Kapolsek dan jajaran Polsek Lembursitu dengan cepat mendatangi lokasi. Namun, sesampainya di lokasi pemandian 3D Cikundul, bahwa tidak terdapat kejadian yang diisukan melalui informasi yang tersebar cepat tersebut.

Baca juga:
Mayat Laki-laki Ditemukan Mengambang di Sungai Sukawayana Cikakak, Sempat Hebohkan Warga

“Setelah mendapatkan informasi kami langsung mendatangi TKP. Sudah dilakukan pengecekan dan menghimpun informasi dari penjaga parkir, penjaga kolam termasuk pengunjung tidak ada dan didapati informasi seperti yang tersiar pada kabar yang beredar,” ujar Kapolsek Lembursitu AKP Hedi Suryadi kepada lingkarpena.id, di lokasi pemandian 3D Cipanas Cikundul, Kecamatan Lembursitu Rabu sore.

Sementara itu, menurut Ketua Regu Tanggap Darurat BPBD Kota Sukabumi TB Suheeman, membenarkan adanya kejadian seperti yang tersiar pada pagi tadi. Hanya saja korban dapat tertolong oleh tim dan dapat terselamatkan.

“Kejadiannya ada tadi pagi. Anak usia 5 tahun ikut bersama ibunya. Karena ibunya lagi halangan jadi tidak berendam cuma merendam kaki. Kejadiannya itu di kolam dewasa, anaknya mengikuti dan langsung nyemplung ke kolam. Ya ini sebuah kelalaian karena tidak adanya papan informasi atau himbauan,” ujar TB Suherman saat ditemui di lokasi pemandian 3D menjelaskan.

Baca juga:
Korban Tenggelam Situ Batu Karut Ditemukan, Setelah 5 Jam Penyelaman

Dikatakan Suherman, kejadian tenggelamnya anak di kolam dewasa itu ia benarkan ada dan memang terjadi. Namun, kejadiannya tidak fatal karena anak sempat tertolong dan selamat. Kejadian itu sebuah kelalaian dari orang tua maupun pengelola karena tidak adanya himbau pada kolam tersebut.

“Ya, tidak adanya rambu-rambu keselamatan bagi pengunjung.Juga larangan terhadap anak-anak pada kedalaman kolam dewasa. Ini seharusnya ada dan dipasang pihak pengelola. Karena terkadang pengunjung tidak memperhatikan sampai sejauh itu. Jika ada rambu-rambu mereka pasti bisa membaca dan memperhatikan keselamatan terutama pada anak-anak balitanya,” jelasnya.

 

Reporter: Herdi Gustaman
Redakrur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan