LINGKARPENA.ID – Alinsi Badan Eksektutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) Jawa Barat, menyatakan sikap. Pihaknya tidak akan terlibat dalam politik praktis pada pemilihan umum Pemilu Tahun 2024 mendatang.
Seperti dikatakan Ketua terpilih Koordinator Bem Nusantara Jawa Barat Aris Gunawan dalam konsolidasi temu daerah yang bertempat di Kampus IAIS Sukabumi, Jumat (20/5/2022) kemarin.
“Hari ini konsen kita di temu Nasional Banten. Nantin akan menyatukan kembali BEMNUS. Karena terdapat dualisme usai temu nasional di Subarabaya tahun lalu,” kata Aris kepada Lingkarpena.id.
Lanju dia, dalam temu nasional yang akan dibahas di Banten, BEMNUS membawa catatan rekomendasi yang hari ini belum maksimal.
“Pertama kita rekomendasikan kepada koordontor pusat (korpus). Kami membawa narasi persatuan untuk menyatukan BEMNUS Eko dan Dimas. Ya sehingga tidak terpercah belah dan kembali bersatu,” jelasnya.
Kedua, sambung Aris, dalam pemilihan korpus Bemnus nanti, harus menyatakan sikap soal Partai Mahasiswa Indonesia (PMI) dan itu bukan bagian dari BEMNUS.
“Meskipun hari ini kita dicederai, yang tak lain ketua partainya itu sebagai korpus BEMNUS. Korpus terpilih nanti harus bersikap bahwa PMI bukan bagian dari kita,” ucapnya.
Ketiga, dalam fokus hari ini, tambah Aris yakni kondisi pembangunan ekonomi nasional soal mahalnya minyak goreng, BBM dan bahan pokok lainya.
“Maka hasil temu nasional nanti, Bemnus bisa kembali masif melakukan gerakan gerakan nasional,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Eko Pratama merupakan ketua BEM Nusantara yang saat ini menjabat sebagai Ketua Partai Mahasiswa Indonesia.
Hal tersebut pun tertuang dalam keputusan Menteri Hukum dan HAM RI itu bernomor M.HH-5.AH.11.01 Tahun 2022 tentang Pengesahan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai Kristen Indonesia 1945 menjadi Partai Mahasiswa Indonesia.






