LINGKARPENA.ID | Berita tercemarnya air laut di objek wisata Pantai Karang Panganten, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dilansir lingkarpena.id 22 Juli 2024 mendapat tanggapan gerak cepat dari Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Kabupaten Sukabumi.
Bahkan kurang dari 24 jam, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Limbah DLH Kabupaten Sukabumi, Wiwin, bersama unsur terkait dan forkopimcam Ciracap langsung menyambangi pesisir Pantai Karang Panganten.
Kedatangan Kabid DLH Kabupaten Sukabumi itu turut didampingi oleh Forkopimcam Ciracap, Danpos Angkatan Laut, Danpos Ramil, aparatur desa Cikangkung, BPBD dan pemerhati lingkungan.
Camat Ciracap Drs. Iwan Muhdiawan, M.M, yang hadir dilokasi membenarkan kondisi air laut di Pantai Karang Panganten yang berubah warna menjadi coklat pekat. Kata dia, dugaan kuat penyebabnya karena tumpahan bahan bakar solar.
“Tadi kami bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup meninjau langsung ke lokasi. Dan dugaan sementara air tercemar bahan bakar solar. Tapi untuk lebih jelas harus dilakukan uji laboratorium,” kata Iwan.
“Kedatangan Kabid Pengendalian Limbah itu untuk mengambil sampel air laut yang tercemar. Kita akan periksa di Labkesda. Memang air bau bahan bakar solar,” sambung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, kepada Lingkar Pena Selasa (23/7/24).

Diketahui, sehari sebelumnya kondisi air di Objek wisata Karang Panganten, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, itu berwarna coklat pekat. Dan poto potonya tersebar serta menjadi bahasan di grup Whatshapp Pajampangan.
Pantai Karang Panganten, tepatnya berada di Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi merupakan objek wisata yang mulai dikenal pengunjung. Posisinya satu hamparan dengan objek wisata Pantai Baru Panganten dan Pantai Taman Pandan dan ebih ke arah selatan, Pantai Ujunggenteng dan Pantai Cibuaya. Kondisi air laut yang berubah warna itu sejauh ini masih aman untuk pengunjung.






