Tragedi Kebakaran di Nyalindung, 3 Anak Meninggal Terjebak Api Saat Tertidur

Kapolsek Nyalindung IPTU Muhamad Yanuar Fajar, SH, saat berada di lokasi rumah yang terbakar di Desa Wangunreja, Kamis (33/7) malam.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Duka menyelimuti Kampung Babakan Bandung, RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Tiga anak dilaporkan meninggal dunia setelah rumah panggung yang mereka tempati dilalap si jago merah pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

 

Korban meninggal dunia masing-masing Alzenar Malik Seputro (10), Sakha Asadel Seputro (5), dan Shakila Almahira Quenza (4). Ketiganya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia akibat luka bakar berat setelah tidak sempat menyelamatkan diri dari dalam rumah.

 

Dalam keterangan yang diterima lingkarpena. id, Kapolsek Nyalindung IPTU Muhamad Yanuar Fajar, SH mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran diduga bermula saat listrik di wilayah tersebut padam. Untuk penerangan, keluarga menyalakan sebuah lilin yang diletakkan di atas televisi dengan alas piring plastik.

Baca juga:  Longsor TPT di Cikidang, Ancam Dua Rumah Warga

 

“Setelah menyalakan lilin, seluruh penghuni rumah beristirahat. Sekitar pukul 19.30 WIB, salah seorang saksi terbangun karena merasakan hawa panas dan melihat api sudah membakar ruang tamu. Saat itu api berkembang sangat cepat,” kata IPTU Muhamad Yanuar Fajar.

 

Menurutnya, nenek korban sempat berusaha memadamkan api menggunakan air yang diambil dari kamar mandi. Namun upaya tersebut tidak berhasil lantaran kobaran api semakin membesar dan dengan cepat menghanguskan rumah yang sebagian besar berbahan bilik bambu.

 

“Nenek korban sempat berusaha kembali masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan cucu-cucunya. Namun warga melarang karena kondisi api sudah sangat besar dan membahayakan. Warga kemudian bergotong royong memadamkan api sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi,” ujarnya.

Baca juga:  Tiga Anak Tewas Terpanggang Api Kebakaran Rumah di Wangunreja Sukabumi

 

Petugas Damkar yang datang ke lokasi kemudian melakukan proses pendinginan agar api tidak merembet ke bagian bangunan permanen di sekitar rumah. Sementara ketiga korban dievakuasi dalam kondisi telah meninggal dunia.

 

Berdasarkan pemeriksaan tenaga kesehatan dari Puskesmas Cijangkar, seluruh korban mengalami luka bakar derajat tiga hingga 100 persen. Selain korban jiwa, nenek korban mengalami luka bakar ringan di telapak kaki kiri, sedangkan kakak korban mengalami luka bakar ringan pada lengan kiri.

 

Kapolsek menambahkan, setelah menerima laporan, jajaran Polsek Nyalindung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan unsur Forkopimcam, P2BK, Damkar, dan tenaga kesehatan.

Baca juga:  SDN Buniwangi Dua Kali Digugat Ahli Waris, Ini Penjelasan Kepsek

 

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Dugaan sementara kebakaran dipicu api lilin saat terjadi pemadaman listrik. Kami mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati menggunakan lilin sebagai penerangan darurat dan tidak meninggalkannya tanpa pengawasan, karena risikonya sangat tinggi memicu kebakaran,” tutur IPTU Muhamad Yanuar Fajar.

 

Akibat peristiwa tersebut, rumah panggung berukuran 6 x 9 meter habis terbakar dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta. Pihak keluarga korban juga telah menyatakan penolakan autopsi melalui surat pernyataan yang disampaikan kepada kepolisian.

Pos terkait