LINGKARPENA.ID | Masyarakat yang merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) kini dapat mengajukan pembaruan data secara daring.
Data desil menjadi salah satu bagian penting dalam proses pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Pemerintah menggunakan data tersebut untuk membantu menentukan kelompok masyarakat yang menjadi sasaran berbagai program perlindungan sosial dan bantuan pemerintah.
Dalam praktiknya, kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah. Pendapatan bisa menurun, jumlah tanggungan bertambah, kehilangan pekerjaan, maupun perubahan kondisi tempat tinggal dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan. Karena itu, masyarakat perlu memastikan data yang tercatat benar-benar menggambarkan kondisi terkini.
Bagi warga yang menilai status desilnya tidak lagi sesuai dengan keadaan sebenarnya, pengajuan pembaruan dapat dilakukan melalui aplikasi Cek Bansos.
Langkah Mengajukan Pembaruan Data
Proses pengajuan perubahan data dapat dilakukan menggunakan telepon seluler. Masyarakat terlebih dahulu perlu memasang aplikasi Cek Bansos yang tersedia di toko aplikasi resmi.
Setelah aplikasi terpasang, pengguna dapat masuk menggunakan akun yang sudah dimiliki. Bagi yang belum mempunyai akun, proses pendaftaran harus dilakukan terlebih dahulu dengan melengkapi data yang diminta.
Selanjutnya, pengguna dapat mengikuti tahapan berikut:
1. Buka aplikasi Cek Bansos dan masuk ke akun.
2. Pilih menu Profil pada halaman utama.
3. Periksa informasi desil yang tercantum dalam profil.
4. Pilih opsi Request Pembaruan Data.
5. Ikuti petunjuk konfirmasi yang muncul pada layar.
6. Pastikan pernyataan mengenai kebenaran data disetujui sesuai kondisi sebenarnya.
7. Jawab seluruh pertanyaan mengenai kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga dengan sebenar-benarnya.
8. Kirim permohonan pembaruan data.
Pengajuan tersebut tidak serta-merta membuat status desil berubah. Data yang diajukan akan melalui proses pemeriksaan dan verifikasi oleh petugas pendamping sosial.
Verifikasi lapangan atau ground checking dapat dilakukan untuk memastikan informasi yang disampaikan masyarakat sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.
Desil Bukan Hanya Berdasarkan Penghasilan
Masih banyak masyarakat yang menganggap penentuan desil hanya ditentukan berdasarkan jumlah penghasilan. Padahal, pemetaan kesejahteraan mempertimbangkan sejumlah kondisi sosial ekonomi rumah tangga.
Di antaranya kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan, jumlah anggota keluarga, serta faktor lain yang menggambarkan tingkat kesejahteraan.
Karena itu, masyarakat yang mengajukan pembaruan data sebaiknya memberikan informasi secara jujur dan sesuai keadaan. Data yang akurat dibutuhkan agar proses penyaluran program pemerintah dapat lebih tepat sasaran.
Desil Mana yang Menjadi Sasaran Bansos?
Secara umum, kelompok masyarakat yang berada pada Desil 1 hingga Desil 4 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah yang menjadi sasaran utama berbagai bantuan sosial.
Sementara masyarakat yang masuk Desil 5 masih dapat berpeluang memperoleh bantuan tertentu, bergantung pada jenis program, persyaratan, serta hasil verifikasi yang dilakukan.
Adapun kelompok Desil 6 sampai Desil 10 berada pada kelompok tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi sehingga pada sejumlah program tidak menjadi prioritas utama penerima bantuan.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa status desil bukan jaminan otomatis seseorang menerima atau tidak menerima seluruh jenis bantuan sosial. Setiap program memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing.
Karena itu, apabila merasa data yang tercatat tidak menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya, masyarakat dapat memanfaatkan mekanisme pembaruan data yang tersedia.
Dengan data sosial ekonomi yang terus diperbarui, diharapkan penyaluran bantuan pemerintah dapat semakin tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan.






