Di Tengah Duka Kebakaran Nyalindung, Ketua TP PKK Sukabumi Peluk Keluarga Korban dan Serukan Pendampingan Menyeluruh  

Caption : Ketua TP PKK, Ny. Rina Rosmaniar Japar, saat berada di tengah keluarga yang berduka
Caption : Ketua TP PKK, Ny. Rina Rosmaniar Japar, saat berada di tengah keluarga yang berduka

LINGKARPENA.ID |  Suasana duka masih menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kampung Babakan Bandung, RT 02/RW 06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Tangis keluarga belum benar-benar reda setelah musibah kebakaran yang merenggut nyawa tiga anak kakak beradik pada Kamis malam (23/7/2026).

Di tengah kesedihan itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sukabumi, Rina Rosmaniar Japar, datang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban, Jumat (24/7/2026). Kehadirannya bukan sekadar membawa santunan, tetapi juga menjadi bentuk empati dan dukungan moral bagi keluarga yang sedang menghadapi cobaan berat.

Rina menyerahkan bantuan kepada ibu kandung ketiga anak yang menjadi korban kebakaran. Dengan penuh haru, ia menyampaikan doa agar keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menjalani hari-hari setelah kehilangan orang-orang tercinta.

Baca juga:  Buang Puntung Rokok Sembarangan, Rumah di Cidadap Ludes Terbakar

“Kami hadir untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Tidak ada kata yang mampu menggantikan kehilangan ini. Semoga Allah SWT memberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan kepada keluarga dalam menghadapi ujian yang sangat berat ini,” ujar Rina Rosmaniar Japar.

Musibah tersebut menyisakan kisah pilu. Ketiga korban diketahui merupakan bagian dari lima bersaudara yang selama ini tinggal bersama nenek mereka. Sang ibu bekerja sebagai buruh pabrik di kawasan Karangtengah, Kecamatan Cibadak, sementara ayah mereka telah lama berpisah dan tidak lagi tinggal bersama keluarga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu lilin yang digunakan sebagai penerangan saat terjadi pemadaman listrik pada Kamis malam. Setelah anak-anak tertidur, api diduga menyambar dinding rumah panggung yang terbuat dari bilik bambu. Dalam hitungan menit, kobaran api membesar dan melahap seluruh bangunan.

Baca juga:  Heboh! Bule Mendadak Pingsan di Kawasan Wisata Palabuhanratu

Anak sulung sempat berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga. Namun kepanikan dan cepatnya api menjalar membuat tiga adiknya tidak sempat diselamatkan. Seorang balita perempuan serta dua anak laki-laki yang masih berusia sekolah akhirnya meninggal dunia di dalam rumah. Sementara sang nenek dan anak sulung berhasil dievakuasi oleh warga.

Melihat kondisi keluarga yang kehilangan tiga anak sekaligus, Rina berharap perhatian pemerintah tidak berhenti pada pemberian bantuan darurat. Menurutnya, keluarga yang selamat juga membutuhkan pendampingan jangka panjang agar mampu bangkit dari trauma yang mendalam.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memberikan perhatian kepada keluarga ini, mulai dari pendampingan psikologis atau trauma healing, penanganan bagi korban yang mengalami luka, hingga penyediaan tempat tinggal sementara. Mereka membutuhkan dukungan yang berkelanjutan agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ungkapnya.

Baca juga:  Truk Pengangkut Tanah Hantam Mobil Box di Simpang Cibadak

Kunjungan tersebut turut didampingi jajaran TP PKK Kecamatan Nyalindung, TP PKK Desa Wangunreja, serta Kepala Desa Wangunreja. Kehadiran mereka menjadi simbol kepedulian dan solidaritas kepada keluarga yang tengah berjuang melewati salah satu ujian paling berat dalam hidup mereka.

Musibah di Wangunreja menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan sumber penerangan alternatif saat terjadi pemadaman listrik. Di balik peristiwa tragis itu, kepedulian berbagai pihak diharapkan mampu menjadi penguat bagi keluarga korban untuk perlahan bangkit dari duka yang mendalam.

Pos terkait