LINGKARPENA.ID | Pasca terputusnya jalur menuju wilayah Selatan Kabupaten Sukabumi akibat bencana longsor pada Selasa-Rabu 3-4 Desember 2024 lalulintas menuju Pajampangan mati total.
Seperti yang terjadi hari ini Jumat (6/12) warga Pajampangan mengalami darurat bahan bakar minyak (BBM) khususnya jenis Pertalite dan Pertamax.
Sejumlah warga dengan berbagai kendaraan menyerbu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cimaja di Kecamatan Surade. Namun, kebanyakan dari warga sudah tidak kebagian.
“Memang warga saat ini membutuhkan pasokan BBM. Tadi ada kiriman, cuma sebentar kata pihak petugas sudah habis,” jelas Kucay, warga Surade, Jumat (6/12) malam.
Dia juga menyayangkan pihak SPBU yang tidak membatasi pengisian BBM. Menurutnya dalam situasi darurat seperti ini warga yang membeli menggunakan ‘Jerigen’ meskinya ditolak dulu.
“Iya, harusnya prioritaskan untuk mengisi kendaraan dulu lah. Ya, misalkan untuk roda dua (motor) 1 liter, mobil 5 liter,” jelas Kucay.
Dirinya saat ini bersama warga Surade lainnya masih menunggu datangnya pasokan BBM atau info terdapat bahan bakar minyak yang masih ada.
Dalam situasi seperti ini kata Kucay, banyak oknum penjual bensin eceran yang memanfaatkan momen. Bahkan tak tanggung tanggung mereka menjual hingga mencapai harga 20-25 ribu.
“Ini sangat tidak manusiawi kan. Disaat orang lain terkena musibah, mereka memanfaatkan momen. Kami berharap pemerintah dan aparat terkait membantu persoalan kelangkaan BBM di Pajampangan ini,” tandasnya.
Sejak terputusnya jalur Simpenan Kiara Dua, lalulintas menuju Jampang atau sebaliknya tidak dapat beroperasi sama sekali. Namun ada rute yang bisa dilalui yaitu, jalur Sukabumi-melalui Cikembar-Lengkong-Kiaradua-Waluran-Pertigaan-Malereng menuju Ciracap-kemudian baru bisa sampai ke Surade dan Jampangkulon.
Rute tersebut bisa dilalui namun kondisinya cukup rawan apalagi dengan kendaraan besar. Hal ini menjadi penyebab terhambatnya pasokan BBM untuk wilayah Selatan Sukabumi.






