Menyoal Ornamen Penyu di Alun-alun Gado Bangkong Palabuhanratu yang Viral

FOTO: inilah kerangka Ornamen Penyu di Gadobangkong Palabuhanratu yang viral.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Belakangan ini publik ramai membicarakan soal patung Penyu di Alun – Alun Gadobangkong, di Palabuhanratu , Kabupaten Sukabumi. Informasi tentang itu berseliweran di media sosial.

Sejatinya patung yang diletakan di ruang terbuka yang nota bene bakal dikunjungi banyak orang, dan terlebih posisinya berada di pinggir pantai yang rentan gangguan cuaca, harusnya dibuat sekokoh mungkin. Tidak harus berangka bambu dan berbahan kardus. Dan yang perlu jadi catatan, jelas jelas patung tersebut harus dibuat padat, tidak berongga.

Banyak sudah contoh patung Penyu yang dibuat padat dari coran semen, dan usianya mampu bertahan puluhan tahun. Coba simak patung Penyu yang terdapat di Kawasan konservasi Penyu di Pantai Pangumbahan, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap.

Baca juga:  Atap Sekolah Ambruk, Diterpa Angin Kencang di Cicurug

Patung Penyu di Pantai Pangumbahan, meskipun dibangun dengan anggaran sederhana dan dibuat oleh seorang seniman desa, toh hingga kini usianya telah menginjak angka 10 tahun. Kuncinya jelas dibuat tidak asal asalan.

Meskipun pihak perwakilan penyedia proyek mengatakan bahwa material kardus hanyalah media untuk menempelkan resin dan fiberglas, namun sangat jelas itu tidak akan bertahan lama. Sebab kita bisa ukur berapa ketebalan resin yang menempel pada kardus tersebut. Beda halnya bila patung tersebut dibuat padat dari coran semen.

Baca juga:  Gunung Jayanti Terbakar, Kapolres Sukabumi bersama Dandim Siaga di Sini?

Ini jelas sebuah produk yang tidak dipikirkan jauh kedepan. Bagaimana pun alasannya itu terlalu ceroboh dan terkesan asal jadi. Bayangkan saja bila patung tersebut dalam suatu ketika dinaiki anak anak. Hakul yakin sangat membahayakan, kaki anak akan terperosok ke dalam tentunya.

Pemerintah wajib menevaluasi dan mengaudit proyek ini. Mau tidak mau ini konsekwensi logis yang harus diterima para pihak yang bertanggungjawab dengan proyek tersebut.

Baca juga:  Tebing Longsor Tutup Akses Jalan Kabupaten di Simpenan

Kini proyek tersebut mendapat atensi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Dirinya segera mengambil langkah dengan memerintahkan Inspektorat Jawa Barat untuk mengaudit proyek Alun Alun Gadobangkong termasuk patung Penyu viral itu.

Dalam akun Instagramnya, @ dedimulyadi71, pada Kamis ( 6/3/3025 ) ia menuliskan bahwa dirinya tidak akan memberikan komentar panjang, dan akan memerintahkan pihak Inspektorat Jawa Barat untuk mengaudit proyek tersebut. Dan hasil auditnya akan diumukan ke publik supaya masyarakat mengetahui secara objektif.

Pos terkait