Gudang Barang Bekas RSUD Sekarwangi Terbakar, Layanan Rumah Sakit Dipastikan Tetap Berjalan Normal

Lokasi gudang penyimpanan barang bekas RSUD Sekarwangi yang terbakar pada Jumat (10/7).[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Kebakaran terjadi di area penyimpanan barang bekas Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (IPSRS) RSUD Sekarwangi, Jalan Nasional Sukabumi–Bogor, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Berkat respons cepat petugas rumah sakit dan tim pemadam kebakaran, api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan utama.

Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Lucky Lupti, memastikan insiden tersebut tidak mengganggu aktivitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, seluruh layanan kepada pasien tetap berlangsung seperti biasa dan tidak ada korban jiwa maupun korban luka akibat peristiwa tersebut.

“Pelayanan di RSUD Sekarwangi tetap berjalan normal. Kebakaran terjadi di area belakang rumah sakit, tepatnya pada tumpukan barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan dan sedang dalam proses penghapusan aset, sehingga tidak berasal dari ruang pelayanan,” ujar Lucky.

Baca juga:  Hujan Deras Picu Longsor dan Banjir Bandang di Nyalindung, Enam RT Terisolir dan Puluhan Jembatan Rusak

Ia menjelaskan, sesaat setelah api diketahui muncul, petugas rumah sakit langsung melakukan penanganan awal dengan memanfaatkan sekitar 20 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sambil menunggu kedatangan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi, Budianto, mengatakan pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam dari Pos Cibadak, Parungkuda, dan Cisaat setelah menerima laporan kejadian.

Baca juga:  RSUD Sekarwangi Raih Penghargaan The Best Hospital In Service dan Performance Excellent Of The Year

“Petugas langsung fokus melokalisasi api agar tidak merambat ke gedung utama rumah sakit. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 15 menit hingga api berhasil dipastikan padam,” kata Budianto.

Terkait penyebab kebakaran, Budianto menyebutkan penyelidikan masih dilakukan. Dugaan sementara adanya pantulan sinar matahari yang mengenai pecahan kaca hingga memicu api masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami belum dapat memastikan penyebab kebakaran. Dugaan yang berkembang masih bersifat sementara dan akan kami dalami melalui proses penyelidikan,” ujarnya.

Budianto juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta warga menghindari pembakaran sampah di sekitar material yang mudah terbakar, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Baca juga:  Tiga Penambang Pasir di Sukabumi Tertimbun Longsor

“Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran, segera laporkan ke petugas pemadam kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin dan api tidak meluas,” pungkasnya.

Hingga proses pendataan selesai dilakukan, nilai kerugian materi akibat kebakaran tersebut masih belum dapat dipastikan. Sementara itu, situasi di lingkungan RSUD Sekarwangi telah kembali kondusif dan seluruh aktivitas pelayanan maupun kunjungan masyarakat berlangsung normal.

Pos terkait