LINGKARPENA.ID | Lebaran adalah hari teramat istimewa bagi umat Islam. Karenanya suasana menjelang Lebaran terasa meriah dan khidmat, mulai dari persiapan hingga tibannya hari teramat istimewa itu.
Tradisi menjelang Lebaran jaman dulu seringkali bikin kangen, karenanya suasana menjelang Lebaran, juga Lebarannya, selalu ditunggu setiap tahunnya.
Namun tradisi menjelang Lebaran jaman dulu mulai tergilas putaran waktu. Perubahan jaman menggeser momen indah masa masa menjelang lebaran jaman dulu yang semarak.
Kenangan itu menyisakan rasa rindu yang mendalam, seiring dengan pendewasaan usia dan perubahan jaman, kenangan jelang Lebaran masa kecil menjadi pengalaman menarik yang selalu terkenang.
Ada beberapa tradisi yang biasa dilakukan menjelang tibanya Lebaran masa kecil dulu yang kini mulai hilang. Berikut tradisi hari hari menjelang Lebaran yang masa kecil dulu sering kita lihat bahkan kita sebagai pelakunya.
Kirim Kartu Lebaran
Mengirim kartu lebaran teruntuk orang spesial, baik teman dekat, keluarga tersayang, atasan, bahkan kekasih tercinta, yang dulu biasa dilakukan menjelang lebaran kini tak lagi nampak, kalau pun ada tapi tak sesemarak dulu. Fenomena itu telah tergusur waktu, dan tergerus teknologi.
Diera serba digital dan cengkraman teknologi komunikasi mendominasi, tradisi mengirim kartu ucapan lebaran kini tinggal kenangan. Padahal tradsisi itu di era 80 an menjadi sesuatu yang istimewa.
Orang-orang di perkotaan, khususnya kalangan usia muda, berkirim kartu ucapan lebaran adalah hal wajib, sehingga saat menjelang lebaran tiba tradisi itu riuh dan semarak.
Mengantar Makanan
Hari hari menjelang lebaran di kampung pada zaman dulu, ada tradisi unik yang biasa dilakukan masyarakat, yakni tradisi saling mengantar makanan (hidangan) lebaran.
Tradisi yang sarat makna itu kini mulai pudar dikehidupan warga pedesaan. Kalaupun ada tapi tak seriuh dan sesemarak masa masa dahulu.
Tradisi hantaran lebaran berupa tukar rantang menunjukkan ke khasan masyarakat pedesaan. Selain berfungsi sebagai wadah bekal, secara sosial-budaya rantang memiliki arti simbolik sebagai perekat hubungan antartetangga atau kerabat ketika digunakan untuk hantaran jelang lebaran.
Ketika seorang warga dikirimi dalam bentuk rantang, secara spontan ia akan membalasnya. Dan akan menjadi malu jika mengembalikan rantang dalam kondisi kosong.
Lalu warga yang menerima kiriman tersebut akan mengisinya kembali dengan makanan-makanan, walaupun makanan balasan tersebut sejenis dengan makanan yang diterimanya.






