LINGKARPENA.ID | Acara Musyawarah Reposisi Organisasi digelar Dewan Pengurus Daerah (DPD) Parade Nusantara dan Presedium Kabupaten Sukabumi. Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, dan para kepala desa se- Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (29/3/2025).
Acara Musyawarah Reposisi Organisasi dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini berlangsung di Resto Panorama, Jalan Lingkar Selatan, Sudajaya, Lembursitu, Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Ketua DPD Parade Nusantara, Jaro Aung Ruhayandi, mengungkapkan bahwa Parade Nusantara adalah wadah persatuan rakyat dan berstatus sebagai asosiasi.
“Mengingat kepengurusan akan berakhir pada Desember 2025, maka perlu dibahas arah dan tujuan kedepan,” ujar Jaro Aung.
Sambung Jaro Aung, Parade Nusantara tidak kemana mana, tapi ada dimana mana. Dalam kesempatan itu dirinya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Bupati Sukabumi, dan dukungan dari BJB, Perumda AM-TJM dan Perumda BPR Sukabumi.
“Mari kita tetap solid agar Parade Nusantara semakin meraih kesuksesan,” tambahnya.
Disampaikan Jaro Aung, menjelang Musda Parade 2025, ia mengajak seluruh kepala desa untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan organisasi.
“Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Intinya, kita semua menginginkan keselamatan juga berkomitmen sebagai kepala desa. Untuk Apdesi, tetap sahabat kami, dan silaturahmi harus terus terjaga,” tegasnya.
Sementara, Wakil Bupati Andreas menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Bupati karena kondisi kesehatan. “Mohon doanya agar beliau segera diberikan kesehatan,” ujarnya.
Andreas menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat kebersamaan. Berkah Ramadan, meski baru tiga minggu menjabat, kami memastikan kepemimpinan AA (Asep Japar – Andreas) tidak akan ada sekat.
“Saat ini, kami fokus bersama dalam menangani bencana yang berdampak pada masyarakat, lalu melanjutkan program kepemimpinan sebelumnya” jelasnya.
Ia juga berharap Parade Nusantara tidak hanya menjadi slogan semata. “Saya ingin Parade yang telah terbentuk tidak hanya diam saja “Tukcing: Dibentuk Cicing”. Semoga pimpinan Parade dapat mengayomi seluruh anggotanya dalam kondisi suka maupun duka,” kata Andreas.
Lebih lanjut, Andreas mengingatkan pentingnya menjaga integritas. “Saya harap para kepala desa tidak sampai berurusan dengan hukum. Selama lima tahun kepemimpinan kami, demi kepentingan masyarakat, Parade Nusantara diharapkan tetap selaras kondusif dengan arah kebijakan pasangan Bupati Asep Japar dan Andreas,” pungkasnya.






