LINGKARPENA.ID | Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH, Kota Sukabumi, menyambut antusias Hari Hemofilia Sedunia. Diketahui bersama, Hari perawatan kesehatan global ini dirayakan setiap tanggal 17 April setiap tahunnya.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Federasi Hemofilia Dunia (WHF) dengan tujuan untuk meningkatkan seruan kepada pemerintah dan pembuat kebijakan setempat untuk menyediakan pengobatan dan perawatan yang lebih baik.
“Kami sangat menyambut baik hari Hemofilia Sedunia ini, tentunya dengan pelayanan dan perawatan yang lebih baik dan profesional,” ujar Plt Dirut RSUD R Syamsudin SH, H. Yanyan Rusyandi, seraya mengucapkan Hari perawatan kesehatan global ini.
Hemofilia merupakan gangguan pendarahan genetik di mana darah tidak membeku dengan normal karena kekurangan atau disfungsi faktor pembekuan darah.
Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan yang lebih lama setelah cedera atau operasi, serta pendarahan spontan di persendian dan organ dalam.
Mesipun merupakan kondisi seumur hidup dengan diagnosis dan manajemen yang tepat, individu dengan hemofilia dapat menjalani kehidupan yang aktif dan sehat.
“Jadi gangguan perdarahan bukan hanya dialami oleh laki-laki. Banyak wanita dan anak perempuan juga mengalami gejala yang sering kali tidak terdiagnosis,” jelasnya.
Dengan semangat “Access for All”, RSUD R. Syamsudin, S.H. mendukung penanganan hemofilia serta gangguan perdarahan lainnya secara menyeluruh.
“Yuk, kenali lebih jauh dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter ahli di rumah sakit kami. Jika Anda atau keluarga mengalami gejala seperti mudah memar, mimisan berkepanjangan, atau menstruasi yang sangat berat, harus segera periksakan,” pesannya.
Dijelaskan Yanyan, hari hemofilia sedunia yang diperingati setiap tahun, adalah kesempatan global untuk meningkatkan kesadaran tentang hemofilia dan gangguan pendarahan bawaan lainnya.
“Jadi hari hemofilia ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kondisi ini. Peringatan ini juga menjadi platform untuk mendukung komunitas hemofilia, mendorong penelitian dan mengadvokasi kualitas hidup yang lebih baik bagi mereka yang terkena dampak,” pungkasnya.






