Turnamen Volly Ball Tahu Bulat Makmur Cup Berakhir Ricuh

FOTO: Kericuhan penonton pada Turnamen Volly Ball di Kampung Pasir Salam, Desa Nagela, Kecamatan Tegalbuleud, Sukabumi, pada Kamis 3 Juli 2025 petang.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Turnamen bola voli antar klub TB Makmur Jaya/Tahu Bulat Makmur Cup 2025 di Kampung Pasir Salam, Desa Nangela, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi berakhir ricuh.

Kejadian tersebut dalam sebuah video viral yang beredar di media sosial. Terlihat para penonton mengamuk, mereka beteriak-teriak memaki panitia agar segera memulai pertandingan.

Tak hanya itu, para penonton juga membakar beberapa kursi kayu dan kursi plastik, meja, dan terpal. Mereka kecewa sebab tim yang akan bertanding tak juga masuk lapangan pertandingan. Mereka merasa capek menunggu lama.

Baca juga:  SMA Mardi Yuana Tumpulkan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi

Saat itu kondisi penonton penuh dan ada salah satu tim peserta belum masuk ke lapangan. hal ini membuat penonton tidak sabar dan marah. Akhirnya mereka rusuh dan melakukan pembakaran.

Informasi didapat, turnamen bola voli berhadiah uang Rp 27 juta ini digelar pada Kamis, 3 Juli 2025, diselenggarakan oleh seorang pengusaha toko bangunan dan juga merupakan bos tahu bulat di Kampung Pasirsalam, Desa Nangela, yang sedang melaksanakan hajatan keluarga.

Baca juga:  Ratusan Karateka Ramaikan Kejurda Piala Bupati Sukabumi III, Asep Japar Tekankan Nilai Karakter dan Sportivitas

Sedianya hari itu akan bertanding tim TB Makmur Jaya Tegalbuleud versus tim Ancemon Bekasi. Pertandingan grand final ini dijadwalkan dimulai pukul 18.30 WIB. Namun hingga pukul 19.20 WIB, salah satu tim belum juga masuk lapangan.

“Penonton kecewa karena acara yang dinantikan mereka tak kunjung dimulai. Mereka sudah beli karcis dan bayar parkir, ahirnya terjadi kericuhan,” kata Solihin salah seorang warga kepada Lingkarpena.id Jumat, 4 Juli 2025.

Suasana berubah memanas, dan beberapa penonton meneriakkan protes. Mereka meminta kejelasan dari panitia. Ketegangan memuncak ketika sebagian penonton mulai meninggalkan area pertandingan, merasa kecewa atas ketidakjelasan jadwal.

Baca juga:  DAG FUN Volley Piala Wali Kota Sukabumi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Bazar UMKM dan Hiburan Seni

Panitia berusaha menenangkan massa dengan pengumuman bahwa tim yang bersangkutan mengalami kendala teknis.

Namun, alasan tersebut tidak sepenuhnya diterima. Rasa antusiasme berubah menjadi kecaman, karena turnamen yang seharusnya menjunjung tinggi sportifitas malah menimbulkan rasa tidak puas dan kerugian moral maupun material.

Berkat kesigapanpihak  forkopimcam Tegalbuleud insiden dalam Turnamen tersebut berhasil diredam dan berakhir kondusif.

Pos terkait