Dinas Perikanan Sukabumi Tegaskan Layanan untuk Nelayan Gratis, Tak Ada Pungutan!

LINGKARPENA.ID | Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi menegaskan bahwa seluruh layanan yang diberikan kepada nelayan tidak dipungut biaya alias gratis. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan, Nunung Nurhayati, usai mendampingi Bupati Sukabumi dalam acara silaturahmi relawan bencana di BMC Kadudampit, Sabtu (12/7/2025).

“Tidak ada kata bayar! Semua layanan, sarana, dan prasarana untuk nelayan diberikan secara gratis,” tegas Nunung kepada wartawan.

Nunung juga mengimbau para nelayan untuk segera melapor jika menemukan oknum yang meminta bayaran atas layanan dari dinas.

Baca juga:  Mensos RI Beri Bantuan Penyandang Difabel di Sukabumi

“Kalau ada yang bilang harus bayar, langsung kasih tahu saya. Dari kami itu gratis semuanya. Tidak ada pungutan biaya apapun,” tandasnya.

Nunung menyebut, saat ini ada sekitar 11 ribu nelayan di Kabupaten Sukabumi yang terdata, termasuk 1.920 di antaranya berada di wilayah Palabuhanratu. Namun, dari sisi penyediaan sarana dan prasarana, pihaknya baru mampu memenuhi sekitar 1 persen kebutuhan nelayan.

“Tahun ini sudah mulai banyak yang kami realisasikan. Sebelumnya memang sangat minim,” jelasnya.

Baca juga:  Tiga Anak yang Hilang di Purabaya Sudah Ditemukan Kakeknya

Agar bisa menerima layanan jaminan sosial dari pemerintah, nelayan diwajibkan memiliki sejumlah dokumen penting seperti BPJS Ketenagakerjaan, Kartu Kusuka, dan Nomor Induk Berusaha (NIB). Tiga dokumen tersebut menjadi syarat utama untuk mendapatkan bantuan dan perlindungan sosial secara resmi.

Nunung juga menjelaskan, Pemkab Sukabumi ikut membantu pembiayaan premi BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan terdaftar.

“Dari Provinsi ada bantuan, dan dari APBD Kabupaten Sukabumi kami bantu preminya selama tiga bulan. Saat ini masih dalam tahap pendataan,” ujar Nunung.

Baca juga:  Heboh, Ikan Paus Besar Terdampar di Pantai Citepus Sukabumi

Dalam kondisi darurat seperti kecelakaan kerja atau kematian nelayan, pihaknya pun menyiapkan skema bantuan sosial berbasis komunitas.

“Kalau memang tidak ada bantuan lain, kami biasanya donasi bersama di masing-masing Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Untuk yang meninggal, kalau ada rezeki kami bantu Rp1 juta. Kalau sedang tidak ada, ya Rp500 ribu dari donasi antar nelayan,” bebernya.

Reporter : Rizky Apriliana
Editor : Redaksi

Pos terkait